Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin minta maaf soal Lahan Prabowo

Prabowo Subianto. (foto: ist/palontaraq)

Prabowo Subianto. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, lewat Ketuanya, Erick Thohir mengatakan pernyataan Calon Presiden (Capres) Petahana Jokowi yang menyinggung soal lahan Prabowo tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi.

Erick Thohir menjelaskan, pernyataan Jokowi saat itu hanya menjelaskan kebijakan pemerintah yang populis dan tidak bermaksud menyerang pribadi. “Kalau dianggap menyerang pribadi, ya mohon maaf,” ujarnya di Kantor El-Royale, Kelapa Gading Jakarta pada Rabu (20/2/2019).

Bermula saat Ketua Umum Gerindra itu mempertanyakan pembagian sertifikat tanah selama era pemerintahan Jokowi dalam Debat Capres 2019 di Hotel Sultan, Ahad malam(17/2/2019). Alih-alih menjawab, Jokowi malah ‘menyerang personal’ Prabowo yang memiliki lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh. Ia pun mengisyaratkan kepemilikan tanah Prabowo itu tersebut tidak dilakukan masa pemerintahannya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, kapan dan bagaimana cara Prabowo Subianto memperoleh lahan seluas itu memang patut dipertanyakan.

Menurut Karding hal tersebut penting diketahui publik. “Menurut saya harus ditanyakan aset lahan itu cara memperolehnya bagaimana, pada saat kapan, lalu apakah sudah pernah bayar pajak. Lalu, aset itu selama ini digunakan untuk apa saja?,” kata Karding di Media Center TKN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Baca juga: JK buka Fakta Soal Lahan Prabowo di Kaltim

BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan serangan personal Jokowi kepada Prabowo terkait lahan tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu mengatakan masih menelaah laporan soal Jokowi yang menyinggung lahan Prabowo tersebut.

Sementara itu, Jokowi sendiri mengaku tidak ambil pusing soal pelaporan atas dirinya. “Ya, debat yang lalu saya dilaporkan. Kalau debat dilaporin, enggak usah debat aja. Debat, kok, dilaporkan, gimana?” ujarnya kepada Pers usai acara Pelepasan Kontainer Ekspor ke 250.000 di Pabrik PT Mayora Indah Tbk, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (18/2/2019).

Baca juga: Soal Lahan, DLHK Aceh: Prabowo Pahlawan

Tuan Tanah di Pihak TKN Jokowi-Ma’ruf

Hasil Penelusuran Palontaraq, ternyata sudah beredar di banyak media mainstream dan online,  mempertanyakan kepemilihan lahan Ketua Partai dan Sejumlah Politisi di pihak TKN Jokowi-Ma’ruf, yaitu diantaranya Hary Tanoe (Perindo) seluas 62.938 Hektare Lahan tambang di Musi Banyuasin dan Samarinda.

Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh juga ditengarai memiliki lahan seluas 14.629 Hektare yang merupakan Lahan tambang di Aceh, begitu pula Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memiliki lahan tambang dan kelapa sawit seluas
15.721,21 Hektare di Kutai Kartanegara.

Erick Tohir, selaku Ketua TKN memiliki luas lahan seluas 482.171 Hektare di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan, sementara bendahara TKN, Sakti Wahyu memiliki lahan seluas 11.556,48 Hektar di Banyuwangi.

Politisi lainnya yang berada di TKN Jokowi-Ma’ruf adalah Oesman Sapta memiliki lahan seluas 31.696 Hektar di Karimun dan Kayong Utara, Saleh Husin seluas 81.276 Hektare di Kaltim, dan Ferry Mursyidan Baldan seluas 5.368 Hektar di Berau, Kaltim.

Baca juga:  JK ungkap Lahan Prabowo sesuai UU, Jokowi: Memang Nggak ada Masalah

Viralnya kepemilikan lahan di pihak TKN ini justru lebih mengejutkan jagad sosial media dan turut mempertanyakan asal usul kepemilikannya. Sementara terkait lahan Prabowo yang disebut Jokowi telah dijawab Prabowo sendiri saat Closing Statement debat Capres, Ahad malam (17/2/2019) lalu, bahwa lahan tersebut berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan milik negara. Ditambah lagi, asal usul lahan Prabowo itu telah dijelaskan sendiri oleh HM. Jusuf Kalla, Pengarah TKN yang juga Wapres di masa Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response