Soal Lahan, DLHK Aceh: Prabowo Pahlawan

Lahan Hutan Pinus di Aceh (foto: ist/palontaraq)

Lahan Hutan Pinus di Aceh (foto: ist/palontaraq)

ACEH – Jika selama ini banyak yang mempertanyakan apa jasa Prabowo Subianto kepada bangsa dan negara, akhirnya satu persatu terbuka dan terjawab sudah, dan bahkan lewat mulut Capres Petahana, Joko Widodo (Jokowi) sendiri, dalam debat Calon Presiden (Capres) 2019, di Hotel Sultan, Ahad malam (17/2/2019) lalu.

Capres Jokowi menyindir Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh. Jokowi secara tidak langsung ingin membuat framing di mata publik dengan mengatakan, “Saya hanya ingin mengatakan bahwa bagi-bagi lahan itu tidak terjadi di pemerintahan saya,” ujarnya. Framingnya adalah Prabowo akan dicap sebagai penerima bagi-bagi lahan dari penguasa (Presiden) di masa lalu.

Baca juga:  JK buka Fakta soal Lahan Prabowo di Kaltim

Terkait lahan yang dimaksudkan dimiliki Prabowo di Aceh, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Syahrial, angkat bicara. Ia menyebutkan justru Prabowo sebagai pahlawan karena membeli aset yang sudah ditinggalkan oleh perusahaan lain pada era 90an. Aset yang dibeli itu berupa aset milik PT Tusam Hutani Lestari (THL) seluas 97.300 hektare, yang terbentang di empat Kabupaten yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara dan Bireuen.

Lebih lanjut Syahrial mengungkap bahwa, PT. THL dahulunya merupakan perusahaan patungan antara pihak ketiga dan PT.Inhutani. Namun, dominasi saham dikuasai oleh pihak ketiga. Pada saat itu, mereka mempunyai tunggakan kepada negara atas pinjaman reboisasi. Saat krisis moneter melanda Indonesia, Aset-aset dan utang perusahaan tersebut diperhitungkan semua. Pengusaha yang memiliki saham disana banyak yang lari ke luar negeri untuk menyelamatkan duit mereka.

“Seluruh investor mendatangkan duit. Pengusaha-pengusaha banyak membawa duit keluar negeri, justru Beliau (Prabowo) pada saat itu membeli aset yang dikuasai oleh Hutani Lestari,” kata Syahrial kepada Pers.  Lahan milik Prabowo itu, kata Syahrial, berasal dari pembelian saham PT.TLH milik Bob Hasan. Penjualan saham itu terjadi pada masa penjualan aset tunggakan kredit bank yang dilakukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), saat Indonesia dilanda  Krisis Moneter  Tahun 1998 lalu.

Saat itu, banyak pengusaha asing yang menginginkan investasi di Hutani Lestari, dan tidak sedikit pula yang membawa asetnya ke luar negeri untuk menghindari krisis. “Menurut saya Beliau itu pahlawan. Maaf saya tidak ke sana, ke mari (berpihak di pilpres). Orang lain membawa ke luar dia justru investasi di situ. Membeli aset-aset lokal. Kalau uangnya dari mana saya tidak tahu. Yang jelas, Beliau menginvestasikannya di situ,” ujar Syahrial.

Soal Lahan Prabowo di Kalimantan, Begini Kata JK

Terkait lahan Prabowo di Kalimantan yang juga disinggung Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) buka suara. JK mengungkapkan, lahan itu bisa dikelola Prabowo justru atas izinnya. Setelah kredit macet dan sempat diambil alih bank, pengelolaan lahan itu kemudian dibeli oleh Prabowo.

“Kebetulan waktu itu saya yang kasih itu. Itu di tangan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), kemudian di tangan Bank Mandiri, karena itu kredit macet. Prabowo (bilang) bahwa dia mau beli. Saya tanya, you bisa beli tapi harus cash, tidak boleh utang. Siap! (kata Prabowo). Dia beli, pakai cash,” ujar JK ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

JK menilai wajar jika ada sekelompok orang menguasai pengelolaan ratusan ribu hektare lahan di Indonesia. “Itu malah banyak perusahaan yang menguasai lebih dari itu. Ada yang menguasai 1 juta (hektare), kalau digabung dan sebagainya. Itu hal yang biasa. Ini,kan mereka bikin industri untuk ekspor. Kalau tidak ada penguasaan wilayah, untuk bahan baku gimana?” ujar JK.

Sebelumnya, dalam debat capres pada Minggu, 17 Februari 2019, Capres Prabowo memang mengakui lahan itu sebagai Hak Guna Usaha (HGU) dan milik negara. “Terkait tanah itu benar, tapi itu HGU milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil,” ujar Prabowo. “Jadi, setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi, daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot,” Prabowo menegaskan. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response