Hari Kanker Sedunia 2019, WHO Serukan Lawan Kanker Serviks

by Penulis Palontaraq | Senin, Feb 4, 2019 | 99 views
Hari-Kanker-Sedunia

Hari-Kanker-Sedunia

JAKARTA, PALONTARAQ.ID– Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyerukan kegiatan untuk melawan kanker serviks. Penyakit yang bisa dicegah ini telah membunuh lebih dari tiga ratus ribu wanita setiap tahunnya. WHO menyatakan bahwa kanker serviks menjadi penyebab utama kematian bagi wanita di seluruh dunia. 9 dari 10 kematian terjadi di negara-negara miskin dan menengah.

Lebih lanjut WHO menyatakan bahwa penyakit akibat human papillomavirus ini bisa disembuhkan jika infeksinya terdiagnosis dan diobati di tahap awal. Namun, pencegahan adalah tindakan terbaik. Demikian dikutip dari Voice of Amerika, Senin (3/2/2019) jelang Hari Kanker se-Dunia (4/2/2019).

Dalam kasus kanker serviks, tersedia vaksin efektif sebagai tindak pencegahan ketika diberikan pada anak perempuan berusia 7-14 tahun. Sayangnya, vaksin ini hanya secara luas diberikan di negara-negara kaya. Karena itu sangat penting untuk merekomendasikan lewat program kesehatan sekolah dengan membawa vaksin ke sekolah-sekolan dimana anak-anak bisa mengaksesnya dalam jumlah besar seperti di Rwanda dan Afrika Selatan.

Paul Bloem, petugas teknis Program Imunisasi WHO, menyatakan bahwa negara-negara dengan beban kanker serviks seperti di Afrika dan Asia masih tertinggal, sekalipun sudah ada kemajuan. “Di negara-negara seperti Rwanda, pelopor di Afrika, ini mencapai lebih dari 90 persen sejak 5-6 tahun. Malaysia sendiri sudah mencakup 97 persen anak perempuannya. Ada beberapa contoh yang sangat baik yang menunjukkan bahwa vaksin ini diterima dan bisa diberikan di negara berpenghasilan rendah,” kata Bloem.

Sementara itu, Asisten direktur jenderal WHO untuk keluarga, wanita, anak, dan remaja Princess Nothemba Simelela mengatakan bahwa masalah di negara-negara berkembang adalah kurangnya orang yang terampil dalam pengujian dan diagnosis kanker serviks pada perempuan. “Namun, ada strategi yang bisa diterapkan pemerintah dalam mengatasinya, yaitu dengan memiliki klinik penjangkauan berpindah. Terkadang, apa yang Anda miliki adalah hari-hari di mana wanita bisa dipanggil, atau anak-anak muda bisa dibawa, khususnya untuk mendapatkan perhatian soal ini,” kata Simelela. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response