Memelihara Kucing dalam Islam

by Etta Adil | Kamis, Des 20, 2018 | 71 views
Kucing (foto: tribunnews)

Kucing (foto: tribunnews)

 

Nabi dan Sahabat senang Memelihara Kucing

Kucing menjadi salah satu hewan yang berada dalam kisah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat. Nabi memiliki kucing bernama Muezza dan sangat dipelihara oleh Nabi Muhammad. Nabi sangat menyayangi Muezza hingga suatu hari Muezza tidur di Jubah Nabi Muhammad, dan nabi menggunting bagian jubah agar tidak mengganggu Muezza.

Diceritakan juga saat Nabi kembali ke rumahnya, Kucing Muezza ini bangun dan langsung sujud pada majikannya. Karena sayang terhadap Kucing tersebut Nabi pun, mengelus ngelus kucing tersebut. Selain Nabi, Aisyah istri Nabi pun sangat menyukai kucing.  Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi juga diberikan nama sebagai Abu Hurairah (Bapak Para Kucing), karena senang memelihara kucing  di rumahnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR Bukhari)

Kucing, binatang peliharaan yang menyenangkan. (foto: Oomph)

Kucing, binatang peliharaan yang menyenangkan. (foto: Oomph)

Tidak Menjadikan Sesembahan Hewan Peliharaan dan Melalaikan dari Ibadah

Di dalam islam, memelihara kucing diperbolehkan atau tidak diharamkan.  Rasulullah SAW pun juga memelihara kucing. Begitupun para sahabat dan istri Nabi yang memelihara kucing. Islam tidak melarang untuk memelihara kucing asalkan jangan sampai kucing ini dijadikan sebagai sesembahan atau hal yang mengarah kepada kesyirikan. Tentu saja hal ini berlaku untuk apapun, termasuk barang-barang ataupun makhluk lainnya jangan sampai dijadikan sesembahan.

Sesembahan ini terkadang tidak selalu disadari, terkadang tanpa disadari manusia juga bisa melampaui batasnya. Padahal Allah sudah mengingatkan untuk tidak melakukannya atau mendekatinya, akan tetapi manusia terkadang luput dan terbawa oleh godaan setan. Hal ini sebagaimana pernah terjadi saat di zaman jahiliyah. Mereka terkadang menyembah barang, hewan, tanaman, atau patung yang dianggap berhala. Ingatlah bahwa itu tidak akan menguntungkan bagi manusia.

Di ayat lain juga dijelaskan bahwa ,”Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)” (QS Az Zukhruf : 86). Ingatlah bahwa selain Allah, termasuk hewan peliharaan kita bukanlah suatu yang dapat kita sembah. Mereka biasa saja dan tidak perlu juga menghabiskan waktu seharian penuh bermain dengan hewan kesayangan hingga melupakan ibadah kepada Allah SWT.

Memperhatikan Kebersihan dan Menghindari Najis

Kucing selayaknya hewan pada umumnya juga memiliki najis atau kotoran. Untuk itu, perhatikan agar kita selalu menghindari najis kucing walaupun kucing diperbolehkan oleh islam untuk dipelihara. Hal ini tentu jika dibiarkan dan tidak dijaga kebersihannya akan membuat najis berkeliaran dimana-mana, sedangkan islam melarang hal tersebut.

Najis merupakan kotoran dan tidak dibersihkan akan menjadi penyakit. Dalam kondisi terdapat najis maka hal tersebut menjadi tidak suci sebelum dibersihkan. Untuk shalat dan menghadap Allah tentunya tidak bisa digunakan. Kebersihan dan juga perawatan tidak hanya dibutuhkan oleh manusia. Kucing yang notabene merupakan hewan sekalipun harus dirawat dan diperhatikan agar tidak membawakan dampak yang merugikan bagi manusia. Tentu saja hal ini diperlukan ketelitian dan kerapihan dari manusia.

Hal ini juga sebagaimana perintah Allah terhadap manusia untuk menghilangkan kotorannya dalam tubuh. “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS Al Hajj : 29)

foto: catlovers.id

foto: catlovers.id

Tidak Mencintai Berlebihan

Mencintai berlebihan bisa membawakan dampak pada berlebihannya manusia untuk mendudukkan sesuatu tersebut. Di Barat, orang yang berlebihan sampai ada yang menikah dengan kucing padahal hanya berawal dari memelihara saja. Untuk itu, harus dipahami oleh manusia mencintai berlebihan pada apapun dan siapapun membawakan dampak mudharat karena tidak sesuai dengan kedudukan, fungsi, dan juga sunnatullah yang Allah berikan.

Kucing tentu diperbolehkan oleh Allah untuk dipelihara karena memang kucing bukan hewan berbahaya atau makhluk yang buas. Ia jinak dan bisa menuruti majikannya. Untuk itu diperbolehkan. Namun, jangan sampai manusia menjadikannya berlebihan dan melewati batas-batas kucing sebagai hewan itu sendiri. Seperti menangis berlebihan saat kehilangan, memperlakukan sebagai pasangan, dsb.

Menempatkan Selayaknya Seorang Hewan dan Tidak Mengganggu Orang Lain

Jika kita memelihara kucing, maka selayaknya kita pun menempatkannya selayaknya hewan. Hewan butuh makan, minum, dan juga perhatian terhadap hidupnya. Untuk itu, jangan sampai mendzalimi atau membiarkan kucing kita sakit atau tidak terpenuhi kebutuhannya. Bagaimanapun kucing adalah makhluk Allah yang memiliki nyawa dan harus dirawat.

Memelihara kucing tidak boleh sampai merugikan dan menggangu orang lain. Terkadang kita sering lupa dengan kenyamanan dan kebahagiaan orang lain hanya gara-gara keinginan dan kemauan diri kita sendiri. Untuk itu, jangan sampai kita membuat orang lain rugi dengan peliharaan kucing kita. Misalnya saja bulu rontok kucing yang bersebaran di kamar orang lain atau rumah orang lain, kucing yang berkeliaran dan masuk pada wilayah orang lain, dan lain sebagainya.

Untuk itu, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang dzalim, sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam Al-Quran, “Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik” (QS Huud : 113)

Kucing memang boleh dipelihara, tapi jika mengganggu dan membuat orang lain rugi tentu itu nilai yang berbeda.  Peliharalah kucing dengan baik dan benar. Biarkan ia tumbuh dan berkembang biak karena bagaimanapun kucing membutuhkan kehidupannya juga sebagai hewan. Berikan ruang bebas dan hidup untuk kucing yang merupakan makhluk Allah.

foto: pugago

foto: pugago

Manfaat dan Pahala Memelihara Kucing

Kucing merupakan salah satu hewan lucu dan termasuk dalam hewan yang istimewa dalam Islam sebab merupakan hewan peliharaan Nabi Muhammad SAW.  Banyak orang yang masih merasa takut untuk memelihara kucing karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, semua makhluk yang diciptakan Allah di muka bumi ini tentunya mempunyai kegunaannya masing-masing seperti halnya dengan kucing. Meskipun ada sisi negatif dari hewan lucu ini seperti mencuri ikan di atas meja atau membuang kotoran, namun ternyata kucing juga memiliki keistimewaan dan bagi orang yang memelihara kucing juga akan memperoleh pahala.

(1) Menjadi Timbangan Kebaikan Saat Kiamat

Seseorang yang memelihara kucing ataupun binatang lainnya dalam jalan Allah dengan penuh Iman pada Allah dan meyakini akan kebaikan yang diberikan Allah, maka kebaikan yang sudah diberikan pada hewan tersebut, memberi makan hewan tersebut dan bahkan kotorannya, kelak akan ditimbang sebagai kebaikan di hari kiamat.

(2) Melatih Sikap Empati

Dengan memelihara kucing, maka akan menjadi latihan sifat empati pada seseorang dan anak kecil yang dalam masa perkembangannya dikelilingi oleh kucing, maka ia juga akan menjadi anak terlatih menjadi berempati dan penuh kasih sayang serta selalu memiliki pertimbangan atas apa yang dilakukan yakni memberikan dampak baik atau dampak buruk.

(3) Mendapatkan Rahmat di Hari Kiamat

Seseorang yang menyayangi hewan seperti kucing dan hewan lainnya termasuk hewan sembelihan sekalipun, maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT di hari kiamat nanti. “Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

(4) Mendapat Ampunan dan Ridha Allah

Dari Syeikh Dr.Muhammad Luqman dalam syarahnya di kitab Adabul Mufrod menyebutkan jika setiap muslim memang sudah dianjurkan untuk selalu berbuat baik pada semua hewan seperti kucing supaya nantinya bisa mendapat ampunan dan juga ridha dari Allah Ta’ala.

(5) Merupakan Sedekah

Umat muslim sangat dianjurkan untuk memelihara, memberi makan dan juga minum pada hewan seperti kucing khususnya saat hewan tersebut sedang lapar dan haus sebab akan jadi berdosa jika harus membuat hewan tersebut menderita. Dengan memelihara kucing tersebut, maka sudah dijadikan sedekah bagi orang tersebut.  “Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuh-an yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah” (Bukhori, Muslim).

(6) Dosa Diampuni

Seorang muslim juga sangat disarankan untuk menolong hewan, khususnya pada hewan yang menderita termasuk hewan najis seperti anjing. Ini membuat umat muslim tidak memiliki pengecualian untuk menolong binatang seperti kucing dan hewan najis seperti anjing karena tujuannya sangat mulia yakni tidak membiarkan hewan tersebut menderita. Dengan memelihara kucing contohnya, maka perbuatan dosa orang yang menolong hewan tersebut akan diampuni. “Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya diampuni”. (HR. Bukhari)

(7) Tidak Memiliki Banyak Kuman

Seperti yang kita ketahui, hewan kucing tidak menyukai air. Apabila dilihat dari fakta, air merupakan wadah subur bertumbuhnya kuman. Inilah yang menyebabkan seluruh permukaan tubuh kucing tidak memiliki jenis kuman karena kucing merupakan hewan yang takut air. Ini membuat kucing diperbolehkan dipelihara dalam Islam karena tidak memiliki kuman di tubuhnya.

(8) Kucing bukan Hewan Najis

Allah sendiri sudah meniadakan najis pada kucing. Oleh karena itu meskipun kucing sudah memakan sesuatu yang najis seperti bangkai dalam jumlah sedikit ataupun banyak, maka menurut kemutraqan ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kucing tetap bukan hewan yang najis.

(9) Melindungi dari Gigitan Serangga dan Tikus

Di abad ke-13, sebagai sebuah manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dibuat sebagai ukiran cincin khalifah seperti patung, porselen dan bahkan sampai mata uang. Dalam dunia sastra pun, para penyair tidak ragu untuk membuat syair pada kucing peliharaanya yang sudah sangat berjasa untuk melindungi koleksi buku mereka dari tikus dan juga sejenis serangga lainnya.

(10) Mempunyai Irama serupa Dzikir Kalimah Allah

Seorang Sufi, bernama Ibnu Bashad, yang hidup pada abad 1o H menceritakan jika suatu hari ia dan sahabatnya sedang duduk di atas Masjid Kota Kairo sambil menyantap makan malam. Saat kucing melewatinya, ibu Bashad memberikan sepotong daging pada kucing tersebut, akan tetapi kucing tersebut kembali lagi dan Bashad memberikan potongan daging kedua. Secara diam-diam, ibu Bashad mengikuti kucing tersebut sampai sebuah rumah kumuh dan ia melihat kucing tersebut memberikan sepotong daging tersebut pada kucing lain yang buta kedua matanya. Kejadian tersebut menyentuh hatinya sampai ia menjadi seorang sufi sampai meninggal di tahun 1067.

Selain itu, juga terdapat cerita seorang sufi di Iraq bernama Shibli yang bermimpi jika segala dosanya terampuni sesudah ia menyelamatkan kucing dari bahaya. Selain itu juga, kaum sufi juga percaya jika dengkuran nafas kucing mempunyai irama yang serupa dengan szikir kalimah Allah SWT.

(11) Kegiatan yang Disukai Allah SWT

Memelihara hewan peliharaan khususnya kucing dengan cara merawat dan menyayangi kucing tersebut menjadi tanggung jawab dan juga kewajiban kita sebagai majikan. Allah sendiri juga sangat menyukai seseorang yang memiliki rasa kasih dan penyayang pada hewan seperti kucing tersebut.

(12) Mendapat Ganjaran Baik dan Syurga

Seseorang yang memelihara kucing juga akan mendapatkan pahala dari Allah berupa syurga sekaligus ganjaran yang baik sebab berarti kita sudah menolong hewan yang sedang menderita karena haus atau lapar tersebut.

(13) Air Liur Kucing Adalah Suci

Dalam beberapa hadits. Nabi juga sudah menekankan jika air liur kucing tidaklah najis dan bahkan air bekas minum kucing bisa digunakan untuk wudhu sebab kucing dianggap sebagai hewan yang suci. “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

(14) Perhiasan Rumah Tangga

Nabi SAW di saat pergi ke Bathhan daerah di Madinah berkata, ““Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Saat Nabi ditanya tentang kejadian itu, maka Beliau menjawab, ““Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

(15) Disayangi Penghuni Langit

Di dalam sebuah hadits yang sudah diriwayatkan oleh Musli, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang penyayang maka juga akan disayangi oleh Allah. Sayangilah makhluk Allah yang ada di muka bumi, maka niscaya juga akan disayangi penghuni langit.

Pesan Rasululullah SAW

Berikut ini terdapat informasi dimana Agama Islam melarang umatnya menyakiti hewan, antara lain:

Jangan mengurung binatang hingga mati.“Rasulullah SAW melarang mengurung (burung) hingga binatang itu mati.“ (HR. Bukhori, Muslim). “Seorang wanita akan disiksa, karena kucingnya dikurung sehingga mati, lalu dimasukkan orang itu kelak ke dalam neraka, karena kucing itu tidak diberikan makan maupun minum, dan tidak dibiarkannya memakan serangga”.(HR Bukhori)

Jangan mengganggu binatang. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang- binatang dan juga binatang-binatang untuk qurban”
(QS.5:2)

Jangan membunuh binatang untuk kesenangan .“Dosa-dosa yang paling besar yaitu: 1. Menyekutukan Allah dengan sesuatu. 2. Membunuh yang bernyawa , kecuali yang dibenarkan menurut hukum Islam”. (HR Bukhori)

Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (Abu Dawud, hadits shahih)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melintas pada seseorang yang sedang meletakkan kakinya di atas badan hewan yang mau disembelih sementara ia sedang mengasah pisaunya dan hewan itu sendiri melihat apa yang dilakukan laki-laki itu. Lalu beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak asah pisaumu sebelumnya. Apakah kamu hendak mematikannya dua kali?” (Shahih, HR al-Baihaqi)

Dengan ulasan diatas, maka kita bisa mengetahui jika memelihara kucing bukanlah perbuatan yang tidak ada artinya, akan tetapi akan memberikan banyak pelajaran seperti layaknya ladang bersedekah dan ditambahkan rezeki dan juga sunnahnya Nabi serta Sahabat.

Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response