Perkiraan Jumlah Peserta Reuni Akbar 212: Lebih 7 Juta

by Etta Adil | Minggu, Des 2, 2018 | 50 views
Suasana Monas Hari ini (2/12). (foto: IG bela.quran)

Suasana Monas Hari ini (2/12). (foto: IG bela.quran)

JAKARTA, PALONTARAQ.ID–Lautan massa peserta reuni akbar 212 telah bergerak ke Jakarta sejak kemarin dan langsung memenuhi pelataran Monumen Nasional (Monas) sejak dinihari untuk mengikuti rangkaian acara, yang diawali dengan Shalat Tahajud bersama.  Di pagi hari yang cerah ini, diperkirakan lebih dari 7 jutaan ummat Islam mengikuti peristiwa sejarah ini, reuni persatuan Ummat Islam, Ahad, 2 Desember di Monas.

Perkiraan Jumlah Peserta Aksi Damai 212 ini adalah 7,434,757+  berdasarkan sumber dari berbagai media dan laporan peserta yang bergerak menuju Monas sejak kemarin, Sabtu 1 Desember dari berbagai penjuru tanah air, diantaranya  120 Aceh (2 Bus),  100 Aceh tamiang (Kapal Laut),  4.000 Aceh lainnya (Kapal Laut),  6.000 Adzikra,  6.300 Agam & Bukit Tinggi (bus),  660 Arek Lacor Pamekasan,  2.500 Balikpapan (10 pesawat),  dari Bandung (Konvoi motor),  serta 200 Bandung (Masjid Salman) (bus).

Terdapat pula kurang lebih 1.000 pejalan kaki dari Banten,  1.200 Batam,  6.000 Bekasi (100 bus),  1.500 Bekasi (KRL),  2.000 Bekasi (Muhammadiyah),  30.000 Bogor Raya (Jalan Kaki ikuti ciamis),  1.305 Bukit Tinggi (??),  100,000 Ciamis – Tasik (Jalan kaki + Catatan Polisi),  10.000 Ciamis (Bus),  40 Cianjur – Persis (Jalan Kaki),  120 Deli Serdang (2 bus),  35.000 Depok Raya (gabung dgn Ciamis),  1.500 Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) (25 Bus),  5.000 Jakarta Forum Syuhada Indonesia,  4.708 Jateng (Bus dll) (Laporan Kapolda Jateng),  ? Jatim (Konvoi Motor),  60 Karawang (1 bus-Kusus FPI), selebihnya masing-masing,  250 Kebumen (Bus+Kendaraan Pribadi), serta diperkirakan ada sekitar 1.000 orang dari Lampung.

Gelombang Semangat Persatuan Islam ini sudah tak bisa dibendung lagi. Ada pula 24 orang yang berasal Laskar Singa Aceh dari Kabupaten Bireun (3 avanza),  90 Lombok (Pesawat),  600 Makassar, Palembang, Palu dan Medan,  18.000 Malang (300 Bus),  25.000 Malangbong – Garut (jalan kaki gabung dgn Ciamis),  6.300 Minang,  5.000 Padang (berangkat sendiri),  8.800 Padang (dikoordinir GNPF-MUI) (Bus),  840 Pantura Pamerkasan,  400 Payakumbuh (2 pesawat),  700 Pontianak (Pesawat),  300 Riau (5 Bus),  50 Riau (Pasukan Khusus FPI),  5.000 Riau (Muhammadiyah),  serta dari Samarinda dan Palu.

Dari Sampang Madura, ada diperkirakan 120 orang,  250 dari Semarang (FUIS) (Kereta Api),  180 Sidoarjo (Konvoi, Mob Pribadi dll),  2.640 Solo (44 Bus),  3.000 Sukabumi Kabupaten (?),  18.000 Sumbar (300 bus),  10.000 Sumsel (?),  15.000 Surabaya (Bus),  300 Surabaya Masjid Al Akbar (5 Bus),  2.000 Tangerang Selatan,  2.400 Tasik Malaya (40 Bus),  1.900 Yogyakarta (Bus), serta  500 orang dari Yogyakarta (Pesawat)

Sementara itu, dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)/Organisasi Rakyat, dan lain-lain komunitas mengerahkan massanya, ada sekitar 420 Yogyakarta Muhammadiyah (7 Bus), 1.000.000 Muhammadiyah dari berbagai daerah lainnya,  10.000 HMI,  4.000 BEM (200 org),  15.000 GPII se Indonesia,  1.000 Persatuan Islam (Persis), serta  50.000 Buruh, bersama dengan Relawan Kesehatan 30 orang dari Bandung, dan Relawan Kebersihan dari  2.000 Santri Persis,  Gerakan Ibu Negeri (GIN), dan 10.000 BANDUNG DT (Daarut Taauhid) (Bus)

Arus jutaan manusia meluncur deras menuju Jakarta sejak kemarin, tak terkecuali  Peserta Reuni Akbar 212 dari Luar Negeri dan Non Muslim, diantaranya  300 Selangor Kuala Lumpur (Pesawat), dan  50 Tionghoa Non Muslim. Suasana tertib dan damai memenuhi Monas, sekalipun dalam jumlah massa yang begitu banyak, namun getaran Iman dan Islam ini semakin bergemuruh. Gema takbir memenuhi angkasa Jakarta, bertabur jutaan bendera merah putih dan bendera Tauhid.

Tembus 10 Juta

Media mainstream yang anti Islam sibuk memainkan sinetron dan tayangan lain saat peristiwa sejarah Reuni Akbar 212 ini berlangsung. Monumen Nasional (Monas) Jakarta menjadi saksi bisu sejarah tingkat keadaban masyarakat begitu tinggi dalam peristiwa Reuni Akbar 212 yang dihadiri jutaan ummat Islam, aksi yang super tertib, super damai, dan super bersih. Meski begitu kebencian sekelompok kecil komunitas tetap saja ada dan melancarkan fitnah.

Islamofobhia telah membutakan mata mereka dengan mengatakan hanya ribuan orang yang hadir di Monas. Padahal inilah Aksi super damai, super bersih, dan super tertib, tak terbantahkan dengan banyaknya dokumentasi foto dan rekaman video. Inilah Silaturahim Akbar dalam Sejarah Umat, menorehkan sejarah persatuan ummat Islam tiada duanya yang pernah ada.  Sampai Pukul 09.00 WIB, Monas dan sekitarnya tambah dibanjiri peserta reuni akbar, diperkirakan jumlahnya sampai tembus sampai 10 juta lebih.  (*)

Like it? Share it!

Leave A Response