Beranda Kesehatan Terapi Air Hujan untuk Kesehatan

Terapi Air Hujan untuk Kesehatan

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – KALAU hujan turun jangan masuk rumah, tapi nikmatilah air hujan itu. Mandilah dengan air hujan, karena hal tersebut merupakan salah satu “terapi semulajadi” yang diberikan Allah SWT untuk makhluknya.

Dalam banyak tradisi yang berkembang di masyarakat, mandi air hujan untuk hujan yang pertamakali turun umumnya dinilai sebagai hal yang tidak baik.

Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)
Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)

Orangtua kita melarang kita mandi hujan karena dikhawatirkan akan sakit, dan larangan itu kita wariskan pula ke anak-anak kita. Hal ini adalah pemahaman yang salah.

Kalau sakit lepas mandi hujan tu bukan sebab air hujan, akan tetapi disebabkan karena banyaknya ‘benda kotor’ dalam tubuh air hujan itu berfungsi sebagai bahan cuci untuk membuang semua kekotoran itu, khususnya karena gangguan syaitan.

Seringkali Allah SWT tunjukkan tanda badan kita ada sesuatu melalui kesakitan itu, namun karena keterbatasan pemahaman mengenai hal ini sehingga seringkali pula kita tidak menyadarinya.

Kalau kita sakit terus selepas mandi hujan itu maka diperlukan perawatan susulan dengan Ruqyah Syar’iyyah.

Salah satu cara scan diri itu adalah dengan mandi air hujan, ada pula orang mandi hujan tak juga sakit karena memang disebabkan tubuhnya terbebas dari gangguan jin.

Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)
Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)

Meski begitu penulis merasa perlu disini berbagi mengenai cara mandi hujan yang baik. Mandi yang bukan sembarangan mandi, tetapi ada cara dan kaidahnya.

Pertama, Berniatlah dalam hati sekuatnya-kuatnya, dengan tulus dan ikhlas serta memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kesehatan yang baik. Melafadzkan niat tujuan kita mandi hujan.

Contoh 1: Menghancurkan jin yang dzalim atas jasad kita (Niatkan dan mohonlah kepada Allah SWT agar melalui media air hujan tersebut dapat menjadi api dan asid yang membakar badan jin dalam tubuh.

‍‍Contoh 2: Bagi anak degil dan hyperaktif, khususnya bagi yang berumur 5 tahun ke atas (Niatkan dalam hati agar diberi kelembutan pada sang anak, agar anak mendengar kata-kata orang tuanya, serta dihilangkan dari tubuhnya segala macam gangguan jin.

Orangtuanya perlu mandi hujan dengan cukup memperhatikan dan membaca ayat-ayat dibawah ini sehingga didengarkan oleh anaknya.

Tata Cara Mandi Hujan

1. Biarkan hujan berlalu selama sekurangnya 10 menit barulah kita mandi air hujan.

2. Air hujan yang digunakan untuk terapi ini mesti yang turun terus dari langit. Tidak terkena pokok/bumbung atau disambut dengan baldi.

3. Air hujan yang turun sebaiknya hujan yang lebat bukan gerimis.

4. Tadah air hujan dari langit ke bekas kecil untuk dibuat minum. Insya Allah ini juga adalah penawar.

5. Mulakan mandi sambil membacakan Alqur’an Surah Al-Fatihah dan disambung dengan membaca Ayat Kursi, Qs. Al-Ikhlas, Qs. Al-Falak, dan Qs. An-Naass. Lebih baik lagi jika mengetahui atau dapat menghafalkan Ayat-ayat ruqyah yang lain, disebutkan sesuai dengan jenis penyakitnya.

6. Baca terus sehingga sekurangnya 15minit-30minit sambil mandi air hujan.

7. Jika terasa sakit dibahagian badan tertentu tepuk-tepuk dan jika ada rasa mual mau muntah keluarkan jangan ditahan karena ini tanda ada penyakit/jin yang mau keluar melalui cara ini (cara yang normal dan tidak menyakitkan).

8. Sental-sental badan seperti menggosok daki di badan. Jika ada penyakit kulit cara inipun bagus.

9. Selesai mandi badan jangan dilap, kecuali rambut. Biarkan sampai kering sendiri.

10. Lakukanlah terapi ini selama sekurangnya 3-7 hari berturut-turut. Kalau hujan turunnya hanya sekali, maka sebaiknya tunggulah sampai turun hujan di hari berikutnya.

Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)
Hujan itu salah satu wujud keberkahan dari Allah SWT. (foto: ist/palontaraq)

Perbaiki niat kita, jangan mengumpat atau berprasangka buruk yang macam-macam kepada Allah SWT.

Lain kali hujan turun jangan mengeluh. Ada manfaatnya bagi orang lain, dan tentu juga bagi diri kita. Hujan itu sendiri adalah keberkahan.

Bagi orang yang beriman dan berakal, kesemua keberkahan yang diturunkan Allah SWT lewat hujan itu merupakan hal yang patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, salah satunya untuk terapi kesehatan yang lebih baik.

Wallahu’alam bish-shawab. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT