Beranda Highlight Kenapa Saya Tidak Diperkosa? - Kisah Nyata di Amerika

Kenapa Saya Tidak Diperkosa? – Kisah Nyata di Amerika

Sang muslimah. (foto: dream)
Ilustrasi – Sang muslimah. (foto: dream)

Oleh:  Ummu ‘Adil

Kisah Nyata ini terjadi di Amerika, sebuah cerita dari Wanita asal Malaysia yang bekerja di Amerika. Sebagai seorang muslimah, tentu dia berjilbab dan senantiasa menjaga akhlaknya. Kesenangannya adalah suka membaca Ayat Kursi di setiap kesempatan, di waktu kerja maupun di waktu lowongnya.

Suatu malam muslimah asal Malaysia ini dalam perjalanan dari tempat kerjanya menuju rumah kosnya. Kebetulan dia mengambil jalan pintas dan jalan yang dilaluinya agak sunyi. Tak banyak orang yang melalui jalan itu, selain agak gelap, jauh dari keramaian, juga seringkali ada preman yang menghadang. Sang muslimah sebenarnya juga agak gelisah dan sempat juga muncul dihatinya perasaan takut, apalagi malam itu hanya dirinya sendiri yang menyusuri jalanan gelap dan sunyi itu.

Sambil terus berjalan, dari kejauhan dilihatnya ada seorang laki-laki, berkulit putih, seorang Amerika tentunya, sedang bersandar didinding tepi lorong yang akan dilaluinya. Sang muslimah sudah mulai takut, cemas, dan gelisah. Yang dapat dilakukannya waktu itu adalah hanya berserah diri dan berdo’a kepada Allah SWT, memohon keselamatan atas dirinya.

Sang muslimah membaca ayat kursi dengan penuh pengharapan agar Allah SWT menolongnya saat itu. Waktu melewati tempat lelaki itu bersandar, sang muslimah sempat menoleh dan dapat melihat muka lelaki itu. Nasib baik diperolehnya, lelaki itu tidak berbuat sesuatu dan akhirnya selamat sampai kerumahnya.

Keesokan paginya, sang muslimah membaca surat kabar yang memberitakan seorang perempuan diperkosa oleh seorang laki-laki, yang semalam dikenalnya sebagai laki-laki yang berdiri mau menghadangnya di tepi lorong yang dilaluinya. Kejadiannya hanya berselang 10 menit setelah dia melintasi lorong tersebut, sebagaimana informasi yang diperolehnya dari berita koran yang dibacanya. Muslimah ini yakin benar lelaki bule Amerika yang dilihatnya semalam adalah pelakunya.

Atas rasa tanggung jawab, sang muslimah inui terus ke Kantor Polisi dan membuat laporan. Dirinya dapat mengenali dengan baik pelakunya. Polisi pun dapat bukti bahwa lelaki tersebut adalah pemerkosa yang dicari. Tapi sang muslimah ini heran dan penasaran juga kenapa lelaki bule tadi tidak menjadikan diirinya mangsa ketika melalui lorong tersebut padahal dia sendirian ketika itu. Sang muslimah ini lalu meminta kebenaran kepada pegawai polisi yang bertugas untuk bertanya sedikit kepada sipemerkosa tadi. Polisi memberi izin kepadanya untuk bertanya kepada si pemerkosa.

Tanya muslimah: Why don’t you do anything to me on that night even though you know that I’m alone?” (Artinya: Mengapa anda tidak melalukan apa-apa terhadap saya malam itu walaupun anda tahu saya sendirian disana)

Pemerkosa itu menjawab: “No,you are not alone, that’s night I saw two young man walking with you. One your right side and the other one was by your left. If you were alone of course you will be my victim.” (Artinya: Tidak, kamu tidak sendiri malam itu. Saya lihat ada dua orang lelaki berjalan denganmu. Seorang di sebelah kananmu dan seorang lagi di sebelah kirimu. Kalaulah kamu seorang diri malam itu, sudah pasti kamu jadi mangsa saya.”

Sang muslimah sangat terkejut mendengar penjelasan si pemerkosa. Dirinya bersyukur kehadirat Allah SWT karena dirinya masih dipelihara dan dijaga Allah SWT, mungkin juga berkat ayat kursi yang dibacanya pada malam itu. (*)

“Barang siapa membaca ayat kursi, apabila berbaring ditempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang malaikat memeliharanya hingga subuh. Barangsiapa yang membaca ayat tersebut ketika dalam kesempitan, Niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.” [Dari Abdullah Bin ‘Amr r.a]

Sebuah kisah nyata yang sangat menarik, penulis tulis ulang dengan beberapa kata yang disesuaikan, tanpa mengurangi maksud dan tujuan penceritaan.

Semoga kita semua diberikan kesanggupan mengamalkan Ayat Kursi. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...