Sifat-sifat Istri Salehah

foto: pxhere

foto: pxhere

Hadits-hadits Shohih tentang Wanita Calon Penghuni Surga dan Sifat-sifat Istri Sholehah

  قالَ رَسُول الله ﷺ

  أَلَا أُخْبِرُكُمْ بنسائِكم مِنْ أهلِ الجنةِ ؟ الودودُ الولودُ ، العؤودُ ؛ التي إذا ظُلِمَتْ قالت : هذه يدي في يدِكَ ، لا أذوقُ غُمْضًا حتى تَرْضَى

 حسنه الألباني في
صحيح الترغيب – رقم :  1941

1. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kuberitahukan kpd kalian tentang wanita diantara kalian yang merupakan (calon) penghuni surga?” (Mereka itu adalah) wanita yang penyayang, yang banyak anak (mempunyai keturunan), dan yang penyabar, yang apabila dia terdholimi (oleh suaminya), dia akan berkata, “Inilah tanganku (ada) di atas tanganmu. Aku tidak bisa merasakan tidur pulas (ketenangan), sampai engkau (wahai suamiku) ridho (kepadaku).” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh, dalam Shohih At-Targhib No. 1941)

 قالَ رَسُول الله ﷺ

 إذا صلَّتِ المرأةُ خَمْسَها ، و صامَت شهرَها ، و حصَّنَتْ فرجَها ، وأطاعَت زوجَها ، قيلَ لها : ادخُلي الجنَّةَ مِن أيِّ أبوابِ الجنَّةِ شِئتِ

 صححه الألباني في
صحيح الترغيب – رقم :  1932

2. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam juga bersabda, “Apabila seorang wanita itu telah *sholat yg lima waktu (sholat fardhu), puasa pada Bulan Romadhon, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, “Masuklah kamu ke dalam surga, dari arah pintu mana saja yang kamu inginkan.” (Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh, dalam Shohih At-Targhib No. 1932)

  قالَ رَسُول الله ﷺ

 الدُّنيا متاعٌ، وخيرُ متاعِ الدُّنيا المرأةُ الصَّالحةُ

صحيح مسلم – رقم :  1467

3. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Dunia itu adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia itu adalah wanita yang sholihah.” (HR Imam Muslim dalam Shohihnya No. 1467)

  قالَ رَسُول الله ﷺ

  لا يحل للمرأة أن تصوم وزوجها شاهد إلا بأذنه ، ولا تأذن في بيته إلا بأذنه ،،،

صحيح البخاري – رقم : 5195

4. Rosululloh shollallohu alaihi we sallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sunnah, sedangkan suaminya ada di rumahnya, kecuali dengan adanya ijin dari suaminya. Dan tidak boleh pula memberi ijin (bagi orang lain) untuk berada di dalam rumahnya, kecuali (juga) dengan ijin dari suaminya.” (HR. Imam Al-Bukhori dalam Shohihnya, No. 5195)

   قالَ رَسُول الله ﷺ

   إذا دعا الرَّجلُ امرأتَهُ إلى فراشِهِ فلم تأتِهِ فباتَ غضبانَ عليْها لعنتْها الملائِكةُ حتَّى تصبِحَ

صحيح مسلم – رقم :  1436

5. Rosululloh shollalohu alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang laki-laki (suami) memanggil istrinya ke tempat tidurnya (yakni untuk diajak berhubungan suami istri), kemudian dia (istrinya itu) tidak mendatanginya (yakni tidak memenuhi ajakan suaminya), lalu suaminya tersebut tidur malam dalam keadaan marah (karena terpaksa menahan syahwatnya), maka para Malaikat melaknatnya (wanita tsb) sampai pagi hari.” (HR. Imam Muslim No. 1436)

قالَ رَسُول الله ﷺ

  أَذاتُ زوجٍ [ أنتِ ] ؟ . قالت : نعم . قال : كيف أنتِ له ؟ . قالت : ما آلوه إلا ما عَجزتُ عنه . قال : (  فانظُري أين أنتِ منه ؛ فإنه جنَّتُكِ ونارُكِ )

صححه لألباني في
صحيح الترغيب – رقم :  1933

6. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda (kepada seorang wanita) :

“Apakah engkau mempunyai seorang suami?” Dia menjawab, “Iya.” Nabi bertanya lagi, “Bagaimana kamu berbuat terhadapnya?” Dia berkata, “Aku melakukan apa saja yang diinginkannya (yakni melayani sebaik-baiknya), kecuali apa yang aku tidak mampu untuk memenuhinya.” Maka Nabipun bersabda kepadanya, “Perhatikanlah olehmu, dimana kedudukanmu di sisinya. Karena sesungguhnya dia (suamimu itu) adalah surga dan neraka bagimu.” (Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh, dalam Shohih At-Targhib No. 1933)

  قالَ رَسُول الله ﷺ

  لو كنتُ آمرًا أحدًا أن يسجدَ لأحدٍ ؛ لأمرتُ المرأةَ أن تسجدَ لزوجِها

 حسنه الألباني في
صحيح الترغيب – رقم : 1940

7. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya aku (dibolehkan) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, sungguh aku akan menyuruh seorang wanita (istri) untuk sujud kepada suaminya.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih At-Targhib No. 1940)

  قالَ رَسُول الله ﷺ

( لا تُؤذِي امرأةٌ زوجَهَا في الدنيا ؛ إلا قالتْ زوجتُه من الحُورِ العِينِ : لا تُؤذِيِهِ قاتلَكِ اللهُ ، فإنَّما هو عندكِ دَخيلٌ ، يُوشِكُ أنْ يُفارِقَكِ إِلينَا )

 صححه الألباني في
صحيح الترمذي – رقم : (1174)

8. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang wanita (istri) menyakiti suaminya di dunia ini, kecuali istrinya (di surga) yang berupa Hurul ‘Ien (bidadari yang bermata jelita) akan berkata, “Semoga Alloh membinasakanmu, janganlah kamu menyakitinya. Sesungguhnya dia di sisimu hanyalah seorang tamu (yang mampir sebentar saja). Hampir saja (sesaat lagi) dia akan berpisah darimu, dan akan berpindah menuju kepada kami (para bidadari, yang menjadi istrinya di akhirat nanti).” (HR At-Tirmidzi, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih At-Tirmidzi No. 1174)

  قالَ رَسُول الله ﷺ :-

(( لا ينظرُ اللهُ تبارك وتعالى إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها ؛ وهيَ لا تَستَغني عنهُ ))

 صححه الألباني في
صحيح الترغيب – رقم : (1944)

9. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Alloh Tabaroka wa Ta’ala tidak akan memandang (dengan pandangan rohmat-Nya) kepada seorang wanita (istri) yang tidak bersyukur atau berterima kasih kepada suaminya, dan dia tidak merasa butuh dgn suaminya tersebut.” (Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih At-Targhib No. 1944)

  قالَ رَسُول الله ﷺ :  ( أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقًا من غيرِ بأسٍ ، فحرامٌ عليْها رائحةُ الجنَّةِ ))

صححه الألباني في
صحيح الترمذي – رقم : (1187).

10. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, “Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa sebab-sebab (yang dibolehkan secara syar’i), maka diharamkan baginya bau harumnya surga.” (Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih At-Tirmidzi No. 1187)

Demikian beberapa hadits Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, yang menjelaskan tentang sifat-sifat para wanita calon penghuni surga, dan sifat-sifat wanita atau istri yang sholihah. Dan sebenarnya, masih banyak yang lainnya yang belum disebutkan di sini. Tetapi yg sedikit ini, semoga mencukupi.

Semoga hadits-hadits tersebut diatas, menjadi pelajaran dan nasehat bagi kita semuanya, terutama bagi para suami, yang menginginkan istrinya termasuk wanita yg sholihah dan calon penghuni surga. Juga nasehat untuk para istri atau para wanita semuanya, yang menginginkan dirinya menjadi istri yang sholihah dan menjadi calon penghuni surga kelak di akhirat nanti.

Semoga Alloh karuniakan kepada para wanita muslimah kita semuanya, termasuk ke dalam golongan orang yang disebutkan dalam hadits-hadits di atas. Wallohu Waliyyut Taufiq. Semoga bermanfaat. Barokallohu fiikum. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response