Trilogi Pengobatan Nabi

Referensi Kesehatan muslim. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Referensi Kesehatan muslim. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

AGAMA Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pegangan dan panduan hidup manusia hingga akhir zaman merupakan agama yang sempurna (kamil) dan menyeluruh (syamil).

Islam is way of life, mengatur kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya, termasuk didalamnya dalam urusan kesehatan, perawatan dan pengobatan.

Allah SWT lewat Al-qur’anul Karim telah memberikan petunjuk yang gamblang terkait Metode Pengobatan, yang secara implementasi, telah dipraktekkan dalam keseharian hidup Nabi SAW, yang kita kenal sebagai “Thibbun Nabawi“.

Inilah sebenarnya Trilogi Pengobatan Nabi, inti dari Kedokteran Islam, yang tidak hanya mengobati dan merawat kesehatan fisik, tetapi juga psikis, mental dan spiritual.

1) Ruqyah Syar’iyyah

Yaitu ruqyah (berdo’a, membaca mantra) yang benar menurut Syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur’an, sebagaimana di antara nama Surah Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah SWT, dzikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit.

Diantara dalilnya ialah:

“Obati dia dengan kitab Allah”.  (HR. Ibnu Hibban).

“Dan kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.  (QS. Al Isra: 82).

“Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang beriman.” (QS Fushilat: 44).

“Sebaik-baik pengobatan adalah (dengan) Al-Quran“.  (H.R. Ibnu Majah).

“Jika Rasulullah SAW ada keluhan (sakit) maka malaikat Jibril meruqyah beliau SAW”.  (HR. Muslim).

“Lakukanlah Ruqyah untuknya (wanita itu) karena dia ada terkena gangguan (nazhoroh/’ain)”. (HR. Muttafaqun ‘alaih).

“Rasulullah SAW memerintahkan padaku (Aisyah) agar aku minta ruqyah dari pengaruh ‘ain.” (HR. Muslim).

Referensi Kesehatan muslim. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Referensi Kesehatan muslim. (foto: mfaridwm/palontaraq)

2) Berbekam (Hijamah)

Yaitu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah  statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia.  Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Dasar Sunnah Berbekam ialah:

“Sebaik-baik pengobatan bagi kalian adalah berbekam”. (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari no. 2280 dan Shahih Muslim no. 2214).

“Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.”  (HR. Al-Bukhari no. 5680).

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berbekam,  maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.”  (Shahih Sunan Abu Dawud).

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa berbekam di puncak kepala, maka akan menghilangkan 100 penyakit”.

“Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan dengan bekam di tengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit dan 5 penyakit gila, kusta, belang, dan sakit gigi”.  (HR Thabrani).

Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’, “Kalian harus berbekam di jauzatil qamahduwah (rongga tengkuk), karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.”

Dari Salma, seorang pelayan Rasulullah SAW bercerita, “Tidak seorang pun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rasulullah SAW melainkan beliau mengatakan: ‘berbekamlah’”.

‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212)).

Dari Jabir ra, “Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah (bekam) di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan”.

Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya Gharibul Hadits melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila:
“Rasulullah SAW melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”.

“Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.”
(Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami IV/187).

“Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.”  (Shahih Ibnu Khuzaimah).

“Bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal/capek yang dideritanya”.  (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

Al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya di dalamnya (bekam) terkandung kesembuhan’”. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi).

Referensi Kesehatan muslim (foto: mfaridwm/palontaraq)

Referensi Kesehatan muslim (foto: mfaridwm/palontaraq)

3)  Herba atau Herbal

Yaitu Pemanfaatan Tanaman atau tumbuhan obat yang ada di alam, yang secara dalil naqli, disebutkan dalam Alqur’an sebagai obat atau penyembuh, serta dalam prakteknya, pernah digunakan atau dimanfaatkan Nabi SAW sebagai media pengobatan.

Pengobatan dengan Herba atau Herbal,  secara dalil a’qli, telah melalui suatu observasi, penelitian mendalam bahwa tumbuhan atau tanaman tersebut dapat menawarkan atau pengobati penyakit. Beberapa penggunaan Herbal yang dianjurkan Nabi SAW untuk kesehatan, perawatan dan pengobatan ialah:

a)  Habatusauda

“Gunakanlah habatussaudah karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat bagi semua penyakit kecuali as sam Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari).

b) Minyak Zaitun

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam RA. bahwa Nabi SAW bersabda, “Zaitun dan waras (sejenis bunga) bermanfaat untuk mengobati radang selaput dada.”

c) Madu

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (TQS An-Nahl: 68-69).

d) Kurma

“Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari”.  (HR. Bukhari).

e) Kismis

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Biasakanlah memakan kismis karena kismis dapat menghilangka kepahitan (empedu/cairan kuning), menghilangkan lender, menyehatkan badan, membaguskan rupa, menguatkan saraf dan menghilangkan letih”.

f)  Bawang Putih

“Makanlah bawang putih dan jadikanlah ia obat karena dapat mengobati 70 penyakit.”  (HR Ad-Dhailami dinisbatkan kepada Ali ra).

g) Jahe

“Kalian harus berbekam dan mengkonsumsi jahe-jahean.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai)

h) Air Zam-zam

“Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zam-Zam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.” [HR. Ibnu Abbas]

i)  Susu

Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu”.

j) Labu

“Biarkanlah mereka memakan labu, karena labu meragsang akal dan otak (HR Muslim)

 

Semoga bermanfaat adanya. Mari hidupkan sunnah pengobatan Nabi, “Thibbun Nabawi”.

Insya Allah, selain menyembuhkan juga membawa berkah.  Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response