BerandaBeritaJK buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Da'i

JK buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Da’i

– Wapres JK, Gubernur DKI, dan Ulama Gaungkan Pesan Perdamaian

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID, JAKARTA–Sebagai wujud dari komitmen terhadap terciptanya kesatuan dan persatuan ummat dalam ikatan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta panduan para ulamanya dari generasi-ke generasi, Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang diketuai Al Ustaz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy, dan didukung oleh Pemprov DKI Jakarta, kembali menyelenggarakan Forum Ilmiah Internasional yang ke-5 (Al Multaqa al Duwaly al ‘Ilmy al Khamis).

Wapres JK buka secara resmi Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai di Jakarta, 3 Juli 2018. (foto: ist/palontaraq)
Wapres JK buka secara resmi Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai di Jakarta, 3 Juli 2018. (foto: ist/palontaraq)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sambutan pembukaan. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sambutan pembukaan. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)

Dengan mengambil tempat penyelenggaraan di Grand Hotel Jakarta, acara forum pertemuan tahunan para ulama, cendekiawan dan aktivis dakwah ini dibuka oleh Wakil Presiden, Dr. HM Jusuf Kalla dan sambutan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Forum internasional ini sendiri diagendakan berlangsung selama 4 hari yaitu dari hari Selasa-Jumat, 3-6 Juli 2018, dengan beberapa pembicara para tokoh ulama dan cendekiawan dari luar dan dalam negeri, seperti Syekh Dr.Hasan Bukhori (Imam Masjidil Haram), Prof. Dr. Toha Abidin (Guru Besar Universitas Ummul Quro’ Mekkah), Prof. Dr. KH. Ma’aruf Amin, Habib Luthfi bin Yahya, Prof. Dr. Said Aqil Husin Al-Munawar, Prof. Dr. Didin Hafidudin, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, KH. Syukron Ma’mun, Dr. Mukhlis Hanafi dan ulama-ulama lainnya.

Wapres JK menyalami para ulama dari Mekkah dan peserta lainnya. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Wapres JK menyalami para ulama dari Mekkah dan peserta lainnya. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Pembicara Pertama, Habib Luthfi bin Yahya. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Pembicara Pertama, Habib Luthfi bin Yahya. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)

KH Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa tema dari perhelatan Multaqa kelima ini adalah “Wa’tashimu bi hablillah” (berpegang teguhlah kalian semua kepada Tali Allah)” yang mencerminkan tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan kesatuan-persatuan para ulama dan dai dalam berdakwah, menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, serta mengembangkan cara-cara dialog yang saling menghormati dalam menghadapi berbagai isu internasional.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Prof Dr Anies Baswedan mengungkapkan kesyukurannya atas terselenggaranya Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Erofah ini dengan Jakarta (Indonesia) sebagai Tuan Rumah.

“Kita bersyukur bahwa Pemprov DKI Jakarta kembali berkesempatan menjadi tuan rumah pertemuan ilmu dan silaturahmi antar bangsa. Kesempatan bagi Indonesia untuk bisa menunjukkan bahwa di negeri ini beragam, namun yang unik bukan cuma keberagamannya tetapi persatuannya,” ujarnya.

“Indonesia membangun persatuan bukan tanpa masalah, tetapi dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa selalu bisa menyelesaikan tiap masalah satu per satu dan menjaga persatuan. Mungkin dunia Islam bisa juga mengambil hikmah dari bagaimana persatuan di Indonesia dibangun,” tambahnya.

Jumpa Pers saat Pembukaan Forum Internasional Ulama dan Da'i. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Jumpa Pers saat Pembukaan Forum Internasional Ulama dan Da’i. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Forum Internasional Ulama dan Da'i kelima di Jakarta. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)
Forum Internasional Ulama dan Da’i kelima di Jakarta. (foto: IG Anies Baswedan/Palontaraq)

Tampil sebagai pembicara pertama dalam Forum Internasional Ulama dan Dai tersebut, adalah Habib Lufti Bin Yahya dari Pekalongan. Ulama sepuh ini menggaungkan pesan untuk persatuan dan perdamaian dihadapan sekitar 500 peserta yang hadir.

Para peserta umumnya berasal para undangan dalam negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai, dan para utusan pimpinan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah, FPI, Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, dan ormas-ormas lainnya, demikian juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara Asia Tenggara, Afrika dan Eropah serta belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia. (*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT