Beranda Bisnis Obrolan di Dealer Mobil, "Bungkus langsung, Mbak!"

Obrolan di Dealer Mobil, “Bungkus langsung, Mbak!”

ilustrasi. Alphard 2018
ilustrasi. Alphard 2018

 

Oleh:  Etta Adil

Banyak konsumen terjebak saat memenuhi kebutuhan kendaraannya, dengan cara kepemilikan kredit saat membeli mobil di dealer. Banyak penawaran yang kelihatannya memikat dan menggiurkan, dengan bahasa pemasaran yang apik dan lugas, berbagai penawaran kredit itu seakan mudah dan dimudahkan serta dalam jangka waktu yang bisa diatur sesuai kesepakatan.

Tulisan ini mengetengahkan obrolan di dealer mobil, antara pembeli dengan tenaga pemasaran mobil dan asuransi, sekadar sebuah ilustrasi yang sebenarnya obrolan ini juga tulisannya sudah menyebar luas di jagad sosial media.

Yang paling penting pelajaran dari obrolan ini adalah bagaimana menegosiasikan sesuatu itu, pembelian barang dan asuransi yang terbebas dari riba dan mudharat.

Berikut ini Obrolan di Dealer Mobil itu:

Pembeli (P)     : “Mbak, beli ini satu yaa.. Bungkus!”.

Marketing (M): “Eh maaf pak.. Beli apa ya pak?”.

P      : “Mobil ini, saya sudah cocok dengan warna dan typenya. Bungkus langsung mbak!”.

M     : “Oooh iya.. iya pak, ini ada list harganya, ada penawaran kredit hingga 5 tahun pak, bunga hanya 6% setahun. Langsung kami proses hari ini juga”.

P      : “Wah, saya belinya cash, Mbak. Nih sudah saya bawakan segepok uang, pas 610 juta ya mbak”.

M     : “Waduh apa gak kredit aja pak? Cukup 50 juta saja pak. Yang 160 juta bisa bapak bawa pulang buat modal usaha dulu, diputar lagi pak biar dapat rejeki lagi..”

P      : “Lho, saya mau beli cash kok malah disuruh kredit, Mbak. Hehehe, Kamu pasti minta saya kredit karena dapat bonus dari perusahaan leasing kan?  Hayooo ngakuuu… Hehehe”.

M     : “Eh! Bapak tau aja.. Ya monggo pak kalau mau bayar cash, saya langsung buatkan nota pembelian dan surat serah terimanya..”.

P      : “Hehe.. Saya sih pengennya juga bisa nyicil mbak, tapi apa daya ternyata ada akad riba di dalamnya, saya sampai tanya kepada tiga ustadz yang paham Fikih Muamalah, Mbak. Ternyata memang tidak boleh akad jual beli kredit dicampur dengan akad utang bunga berbunga. Ngeri saya mbak dengan dosanya. Ya, sudah saya sabar aja sampai terkumpul uangnya hari ini. Beli cash laaah! Alhamdulillaaah..”.

M     : “Hmm… Begitu ya pak, saya malah baru tau kalo kredit mobil dengan leasing ada ribanya.. Eh riba itu apa ya pak?”.

P      : “Waduh! Ya begitulah mbak, ini silahkan dihitung uangnya, saya bawa sekarang juga mobilnya. STNK nanti sebulan saya ambil lagi tidak apa-apa. Pakai surat jalan sementara”.

Tenaga Marketing yang cantik itupun segera memproses jual beli mobil seperti membeli kerupuk itu. Bungkusss!

Tak lama setelahnya, mendekat seorang tenaga pemasaran lain mendekati Pembeli mobil tersebut.

A (Asuransi)   : “Selamat siang pak, mobil baru ya pak.  Alhamdulillah. Sekalian fasilitas asuransinya, Pak? Kami punya produk jaminan All Risk, semua resiko dari lecet sampai hilang mobil kami ganti.  Ini pak brosur asuransi kendaraannya”.

P     : “Oooh gitu ya mas. Lecet dibayari? Hilang diganti?”.

A     : “Betul pak,  Semua kami yang menanggung. Pokoknya bapak ikut asuransi kami, beres semua kami yang urus”.

P     : “Berapa biaya asuransi mobil seperti itu All Risk untuk setahun mas?”.

A     : “Hanya Rp. 3,5 juta saja pak, selama setahun mobil bapak kami cover total. Tapi kalau setahun tidak ada klaim maka uang hangus, tahun berikutnya bapak harus bayar lagi, lebih murah pak, sekitar 3,2 juta saja”.

P     : “Hmm, begitu ya, baik saya akan ikut asuransi juga”.

A     : “Alhamdulillah.  Ini pak formulirnya, silahkan diisi, pak. Setelah premi bapak bayarkan besok sertifikat asuransi saya kirimkan ke rumah”.

P     : “Loh,  saya tidak ikut asuransi di perusahaanmu, mas. Aku mau bayar premi asuransinya kepada Allah. Langsung saja. Uang sejumlah Rp. 3,5 juta, kan? Akan saya bayarkan ke tiga panti asuhan, biar bermanfaat untuk anak-anak yatim piatu dan dhuafa disana”.

A     : “Loh, Kok begitu pak?”

P     : “Lah iya kan mas.. Hanya Allah  yang menjamin keselamatan saya dan mobil saya selama di perjalanan, maka saya ikut ilmunya ALLAH saja”.

Tenaga pemasaran Asuransi itu nampak bingung.

P     : “Begini, Mas. Pesan Nabi Muhammad SAW, sedekah itu punya banyak manfaat diantaranya: mendatangkan rezeki, menjauhkan musibah, memanjangkan umur, menyembuhkan penyakit, dan lain sebagainya.

P     : “Saya memilih asuransi Allah saja lewat bersedekah agar saya didoakan anak-anak yatim yang dicintai Nabi SAW itu, agar saya selalu selamat selama perjalanan dimanapun”.

Tenaga pemasaran Asuransi itu nampak semakin bingung.

P     : “Sekarang coba mas fikirkan, ada ribuan mobil di jalan, siapa yang menjamin saya selamat? Perusahaan asuransi? Tidak, kan?”

“Allah SWT yang bisa menjamin saya selamat. Mobil saya parkir, apakah perusahaan asuransi menjamin mobil saya tidak dipecah kacanya oleh maling? Tidak, kan? Hanya Allah SWT yang bisa mengalihkan mata para pencuri sehingga mobil saya lolos dari incaran mereka. Begitu mas! Maaf ya, mas!”

A     : “Eh iya.. iya pak. Selamat siang”.

P     : “Selamat Siang. Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.”
—————————–

Demikian dialog di Dealer Mobil, antara pembeli yang “islami” dengan tenaga pemasaran mobil dan asuransi.  Keren abis, jika kita mampu menghindarkan diri dari riba, mengikut-sertakan dari kredit yang mendzalimi diri sendiri, serta pembelian yang tidak mendatangkan manfaat! Mau beli mobil atau beli apapun, tetap harus pakai ilmu Tauhid. Allah dulu, Allah lagi, ….. dan Allah terussss!

Semoga Allah mampukan kita semua beli mobil dengan Cash.

Aaamiiin ya Rabb.

(Palontaraq —Tulisan diadaptasi dari obrolan yang beredar di sosial media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT