Konsumsi Makanan ini untuk melancarkan Peredaran Darah

Ficture: arbamedia

Ficture: arbamedia

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – SAAT  ini berita tentang berbagai penyakit kronis,  menyerang dan diderita semua umur, seperti penyakit hepatitis, stroke, kanker, jantung, diabetes, meningitis, dan lain sebagainya, pada dasarnya disebabkan karena gaya hidup keseharian.

Dalam kenyataannya banyak orang tidak memperhatikan apa yang dimakannya dan gaya hidupnya yang berlebihan menyebabkan  berbagai penyakit mulai bersarang di tubuhnya.  Terutama sekali menyangkut pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji.

Asupan nutrisi yang cukup dari pola makan seimbang sangatlah diperlukan untuk menunjang fungsi organ tubuh. Untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh, darah memiliki peran yang sangat penting dalam mengangkut nutrisi dan oksigen  ke seluruh tubuh agar kerja sistem metabolisme dan organ tubuh berjalan lancar.

Sirkulasi darah  berjalan secara lancar, salah satunya dengan menjaga pola makan yang seimbang. Pola makan sehat akan memicu jantung kuat dan sirkulasi darah melalui arteri dan vena akan berjalan efisien dan optimal. Penyempitan salah satu pembuluh darah saja akan menghambat peredaran darah.

Begitupun dengan penderita hipertensi, umumnya terjadi karena kerja jantungnya berat, tidak normal, dan  sirkulasi darah terganggu. Hal ini sebenarnya dapat dirasakan pada tangan dan kaki yang terasa dingin, stamina yang berkurang,  sesak nafas, denyut jantung tidak teratur, serta berkurangnya daya konsentrasi.

sumber: youtube

sumber: youtube

Untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar maka jangan sampai kurang minum air putih atau dehidrasi.  Air putih juga dapat membantu mengeluarkan toksin dari tubuh dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, konsumsilah beberapa buah, herba atau makanan yang dapat membantu memperlancar peredaran darah dalam tubuh.

Berikut ini  beberapa jenis buah, makanan atau herba yang efektif memperlancar peredaran darah dalam tubuh, yaitu:

1. Jahe

Jahe memiliki khasiat yang sangat banyak. Tidak hanya sebagai penyedap di berbagai masakan, tanaman herbal ini juga mengandung gingerol yang bersifat antikoagulan. Kandungan gingerolnya ini dapat menstimulasi hormon adrenalin dan melebarkan pembuluh darah sehingga dapat mencegah sumbatan pada pembuluh darah, mempercepat aliran darah, dan meringankan kerja jantung.

2. Buah Jeruk

Vitamin C tidak hanya dapat bermanfaat untuk kesehatan kulit, tetapi masih banyak manfaat lainnya untuk sistem kekebalan tubuh. Berbagai manfaat lain dari vitamin C ini yaitu melindungi tubuh dari virus dan inveksi, menguatkan dinding kapiler, mencegah penggumpalan darah, mencegah plak pada arteri, menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu membentuk kolagen dalam jaringan kulit, menyembuhkan luka lebih cepat dan lain sebagainya.

Jika Anda kekurangan vitamin C dapat memicu hipertensi, penyakit kantung empedu, kanker, stroke, dan penumpukan plak pada arteri, dan masih banyak penyakit lainnya. Manfaat vitamin C sangat banyak dan baik dalam membantu mencegah penggumpalan darah pada tubuh manusia.

3. Bawang putih

Selain menjadi salah satu bumbu masakan yang tidak pernah ketinggalan, bawang putih memiliki manfaat merenggangkan pembuluh darah dan membersihkan darah. Selain itu, bawang putih juga efektif meningkatkan produksi hydrogen sulfide pada pembuluh darah sehingga dapat melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa diet yang kaya bawang putih dapat mencegah aterosklerosis atau penimbunan plak pada dinding arteri, mengurangi penggumpalan kolesterol jahat, dan membuka pembuluh darah yang pernah tersumbat.

4. Buah-buahan berwarna merah

Buah-buahan berwarna merah seperti semangka, pepaya, tomat, jambu biji, apel merah, anggur pink ini kaya akan likopen yaitu fitokimia yang memiliki antioksidan kuat.

Antioksidan dalam buah ini dapat menangkal radikal bebas perusak sel-sel tubuh, sedangkan likopen ini mencegah pengerasan pembuluh arteri sehingga peredaran darah akan tetap lancar. Asam amino yang terdapat pada semangka membantu tubuh memproduksi oksida nitrat yang memperlebar pembuluh darah.

5. Cokelat Hitam

Cokelat berfungsi melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh karena kaya akan flavonoid dan theobromine. Juga  membantu memblokir kortisol pemicu stress. Cokelat hitam sangatlah berbeda dengan coklat susu. Mengonsumsi coklat hitam lebih baik daripada aspirin dalam mengatasi pengentalan darah.

6. Ikan Tuna

Ikan Tuna mengandung asam lemak omega 3 yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.  Manfaat lain dari omega 3 yaitu menurunkan resiko penyakit jantung, menyehatkan mata, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan otak, mengurangi resiko pembekuan darah, mengurangi nyeri haid, membantu penyerapan vitamin, serta baik untuk wanita hamil, dan lain-lain.

Meskipun begitu, Ikan Tuna tidak boleh berlebihan dikonsumsi karena dapat menyebabkan gangguan perut dan memicu kenaikan kadar gula darah.

7. Buah Alpukat

Buah alpukat juga mengandung omega 3 yang membantu mengurangi resiko pembekuan darah dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

8. Gandum utuh

Gandum utuh mengandung serat larut, biasanya ditemukan di biji-bijian seperti beras merah, roti gandum dan oatmeal yang akan mengikat kolesterol dalam makanan dan membawa keluar dari tubuh.

Tubuh akan menarik pasokan kolesterol dari darah jika tubuh sedang membutuhkan manfaat dari kolesterol sehingga gandum utuh ini efektif menurunkan kolesterol dalam tubuh dan mengurangi resiko penyakit jantung.

9. Minyak Zaitun

Konsumsi minyak zaitun dalam masakan akan membantu terhindar dari resiko penyakit stroke. Hal ini didasarkan pada sebuah penelitian pada tahun 2011 yang diperuntukkan pada masyarakat berusia 65 tahun.

10. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah salah satu camilan sehat untuk jantung karena mengandung lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, dan serat yang membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah, dan menurunkan resiko penyakit jantung. Salah satu kacang-kacangan seperti kenari juga memiliki kandungan omega 3 yang baik untuk peredaran darah.

11. Lemak  Ikan Salmon

Lemak ikan salmon ini juga memiliki kandungan omega-3 yang akan mengurangi resiko penyakit jantung dengan mengurangi peradangan sehingga sirkulasi darah akan lancar.

12. Asparagus

Asparagus adalah makanan untuk melancarkan peredaran darah yang sehat untuk arteri. Jika asparagus bekerja dalam 10.000 mil pembuluh darah dan melepaskan tekanan pada arteri maka akan memungkinkan tubuh mengakomodasi peradangan yang pernah terakumulasi selama bertahun-tahun.

13. Buah Pome

Kandungan phytochemical sebagai antioksidan pada buah pome dapat melindungi lapisan pembuluh dari kerusakan. Proceedings of the National Academy of Sciences pernah menulis sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jus pomegranate dapat merangsang produksi oksida nitrat dalam tubuh yang dapat memperlancar aliran darah dalam arteri.

14. Brokoli

Serat dalam arteri dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Selain itu, vitamin K dalam brokoli juga membantu pembentukan tulang dan menjaga kalsium agar tidak merusak arteri.

15. Kunyit

Kurkumin dalam kunyit terbukti menurunkan peradangan penyebab arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah, dan mengurangi lemak berlebih pada arteri sebanyak 26 persen.

16. Kesemek

Buah kesemek juga baik untuk kesehatan arteri. Buah kesemek ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.

17. Ganggang Spirulina

Ganggang spirulina membantu hati menyeimbangkan kadar darah, menurunkan lemak kolesterol LDL, dan meningkatkan kolesterol HDL sebanyak 15 persen.  Sebanyak 4.500 mg ganggang biru-hijau atau ganggang spirulina yang biasa dikonsumsi dalam bentuk kapsul suplemen berfungsi mengendurkan dinding arteri dan menormalkan tekanan darah.

18. Kayu manis

Konsumsi kayu manis yang kaya antioksidan satu sendok teh dalam satu hari saja dapat membantu mengurangi lemak dalam aliran darah, mencegah perkembangbiakan plak pada arteri, dan menurunkan kadar kolesterol jahat sebanyak 26 persen.

19. Keju

Keju juga bisa menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian di Harvard membuktikan bahwa orang yang makan tiga porsi keju rendah lemak susu dalam sehari memiliki tekanan darah sistolik yang rendah dibandingkan orang yang tidak makan keju.

20. Teh hijau

Catechin dalam teh hijau dapat menurunkan penyerapan kolesterol dalam tubuh.

21. Bayam

Kandungan potassium dan folat yang terdapat pada bayam dapat membantu menurunkan tekanan darah pada tubuh.

22. Paprika dan cabe

Rasa pedas pada cabe diyakini dapat memicu aliran darah menjadi lebih cepat. Dengan mengonsumsi paprika dan cabe dengan tidak berlebihan maka dapat membantu memompa peredaran darah sehingga mencegah agregasi trombosit.

Selain itu, kandungan capsaicin pada paprika dan cabe juga meningkatkan fungsi hati, menjaga tekanan darah dalam kisaran normal, dan mempengaruhi sel otak dalam memperbaiki suasana mood pada orang yang mengkonsumsinya.

23. Pegagan

Tanaman yang suka hidup di daerah lembab, di tepi sungai ini dipercaya dapat menambah ketahanan tubuh, membersihkan darah, dan memperlancar urin. Banyak masyarakat yang menggunakan tumbuhan ini untuk berbagai pengobatan. Pegagan memberi efek positif pada daya rangsang otak dan memperlancar aliran darah pada pembuluh otak.

Pegagan juga efektif meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki untuk mencegah varises dan salah urat. Selain itu, pegagan ternyata juga dapat meningkatkan daya ingat. Kandungan senyawa glikosida triterpenoida dan beberapa mineralnya pada pegagan terbukti bermanfaat bagi daya tahan tubuh dan daya ingat, tingkat energi serta menurunkan gejala stres dan depresi.

Dari uji klinis di India, Pegagan  dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) dan mentalitas.  Penelitian lain membuktikan, centella pada pegagan dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori. Oleh karena itu, tanaman ini banyak dijuluki sebagai makanan untuk otak.

24. Ginko biloba

Tumbuhan satu ini hampir sama dengan jahe yang memiliki sifat pengencer darah serta mengurangi ikatan trombosit darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Selain dengan mengkonsumsi makanan yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, juga terdapat berbagai cara untuk membantu memperlancar peredaran darah.

Selain memperhatikan pola konsumsi makanan, perlu juga diperhatikan segala aktivitas yang dapat membantu melancarkan peredaran darah, yaitu meningkatkan aktifitas fisik seperti berjalan secara teratur. Kebiasaan berjalan paling sedikit selama 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu sistem pencernaan Anda.

Berolahraga secara teratur, selain dapat menyehatkan badan juga membuat peredaran darah jadi lancar. Aktifitas seperti berenang, bersepeda, berkuda, memanah, dan lain-lain dapat meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, lakukan Pemijatan yang dapat merangsang aliran darah pada jaringan halus. Pemijatan sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah ahli, karena jika tidak mengerti cara pemijatan yang benar dapat menimbulkan penyakit yang lain seperti salah urat dan lain-lain.

Hal penting lainnya dalam menjaga kesehatan adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol dan minuman manis. Ingat bahwa soda dalam minuman beralkohol atau minuman manis dapat menghambat sirkulasi darah pada tubuh.

Efek jika Peredaran Darah tidak Lancar

Betapa pentingnya peredaran darah yang lancar bagi tubuh kita. Tanpa darah yang lancar kita pasti akan kesusahan dalam melakukan segala aktivitas. Sangat banyak fungsi darah terutama peredarannya ke seluruh bagian tubuh. Selain itu juga darah sangat penting terkait oksigen.

Oksigen yang diperoleh dari pernapasan akan disebarkan melalui peredaran darah, dari peredaran darah ini juga semua nutrisi dari pencernaan seperti protein, lemak, gizi, dan gula diedarkan contohnya ke hati. Sedangkan kotoran dan zat-zat yang tidak diperlukan akan dibawa aliran darah ke ginjal dan usus besar untuk dibuang.

Penyakit-penyakit yang muncul akibat peredaran darah yang tidak normal, diantara ialah:

Pertama, Varises, yaitu  gangguan dan hambatan pada aliran darahnya karena pembuluh darah balik (vena) melebar.

Kedua, Hipotensi, yaitu  keadaan yang ditandai dengan tekanan sistole dan diastolnya dibawah ukuran normal.

Ketiga,  Anemia, yaitu  penyakit yang disebabkan karena kurangnya eritrosit terutama unsur hemoglobin dalam tubuh. Penyakit ini juga banyak yang menyebutkan penyakit kurang darah.

Keempat,  Polisetemia, yaitu  keadaan ketika seseorang kelebihan eritrosit dalam tubuh. Hal ini menyebabkan peredaran darah terhambat dan akhirnya darah menjadi kental. Darah kental ini menjadi gumpalan dan menyebabkan ganggren atau kematian jaringan jika terjadi pada jantung, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak bagi penderita.

Mari jaga kesehatan kita dengan baik dengan memahami apa yang kita konsumsi.

Semoga bermanfaat adanya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response