Beranda Feature Catatan Etta Adil: Lantai Masjid (2)

Catatan Etta Adil: Lantai Masjid (2)

Membersihkan lantai masjid setelah terendam banjir. (foto: ist/palontaraq)
Membersihkan lantai masjid setelah terendam banjir. (foto: ist/palontaraq)

Tulisan Sebelumnya: Catatan Etta Adil: Lantai Masjid (1)

Lantai Masjid (2): Ajakan untuk “memakmurkan masjid” senantiasa kita dengar dari ustaz atau khatib. Dalam kenyataannya, sebagian besar dari kita lebih suka “bertawaf” dalam pasar dan “memakmurkan” mall.

Adakah memang lebih nyaman berada dalam pasar, apalagi mall dibanding berada dalam masjid. Alasannya: Banyak yang bisa dilihat, untuk belanja atau sekadar jalan-jalan, bahkan sekarang ini banyak remaja/ABG yang keluyuran di mall pada saat jam sekolah.
Adakah ini menjadi ukuran, lebih banyak orang mengejar kepentingan dunia dibanding kebutuhan akherat? Miris memang melihat banyak masjid ditinggalkan jamaahnya.

Barisan makmum yang salat di belakang imam bisa dihitung jari. Bukan tidak boleh mengunjungi pasar dan mall, tapi cobalah tengok betapa pasar dan mall kadang lebih diperhatikan kebersihannya dibanding masjid.

Memangnya salah kalau di masjid juga disiapkan pelayan kebersihan, pengharum lantai, pengharum ruangan, dipasangi AC, disediakan rak cantik khusus Al Qur’an dan Buku-buku agama serta dinding masjid dicat warna cerah semisal warna merah jambu atau biru langit?

Ataukah memang sebagian besar diantara kita memang senang membiarkan lantai masjid kotor, kusam, lembab, dipenuhi tahi cicak, leleran air liur jamaah yang tidur, bau sumpek karpet yang tak pernah diganti dan melupakan bahwa “kebersihan sebagian dari Iman”.

Lagipula, kalau di rumah sendiri kita bisa ciptakan kebersihan, keindahan dan suasana betah, mengapa di “Rumah Tuhan” kita enggan melakukannya? Adakah kita peduli?

Makassar, 14 November 2012

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...