Oleh: Ummu Adil
PALONTARAQ.ID – Di kalangan masyarakat Makassar, ada dikenal istilah “Ubi Mentega”, yaitu jenis ubi yang dikenali setelah dimasak, dan rasanya gurih. Biasanya menjadi pilihan untuk dibuat Poteng atau Tape Ubi.
Umumnya pemahaman orang jika menyebut Tape, maka yang dimaksud adalah ketan atau beras ketan yang difermentasi. Padahal yang sebenarnya Bahan-bahan sumber pati, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan ketan dengan melibatkan ragi dalam proses pembuatannya maka disebut Tape. Untuk bahan ubi kayu disebut Tape Ubi Kayu atau Poteng.


Untuk membuat Poteng caranya sangat mudah, Ubi mentega merupakan bahan dasarnya, jika ukurannya terlalu besar maka biasanya dipotong-potong kecil sebelum direbus selama satu jam. Setelah masak, terlihat empuk, lalu didinginkan.
Ubi kayu rebus yang sudah didinginkan lalu dimasukkan dalam wadah bersih yang dilapisi daun pisang. Setelah kering baru ditambah ragi manis yang sudah dihaluskan dan difermentasi selama 2-3 hari. Simpel bukan cara membuat Poteng?

Orang non Makassar menyebutnya Tape Ubi Kayu. Dalam porsi terbatas, Poteng dipercaya berkhasiat menghangatkan tubuh, mengobati sakit maag dan menyembuhkan jerawat.
Untuk membuatnya menjadi Es Poteng cukup dengan menempatkan beberapa potong tape di mangkok kemudian es serut, sirup (lebih nikmat jika menggunakan sirup lokal DHT) dan sedikit susu kental manis.
Dalam bulan Ramadhan, banyak kita temukan penjual es poteng di pasar-pasar tradisional Makassar. Umumnya Penjual Es Poteng menjajakan dagangannya menggunakan sepeda kumbang.
Di bagian belakang sepeda ditempatkan sebuah kotak kayu berpenutup yang berisi sepotong es balok dan beberapa botol sirup yang berjejer. Di bagian depan sepeda tergantung ember plastik yang memuat Tape Ubi kayu (Makassar: Poteng lame kayu).

Kalau di Pasar tradisional kemasannya biasanya menggunakan bungkusan daun pisang atau kantong plastik sedangkan di café dan resto, Es Poteng dikemas dengan menggunakan wadah mika.
Poteng ubi kayu dapat ditemukan di hampir semua daerah di Sulawesi Selatan di antaranya di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Maros, Pangkep, Bone, Palopo dan beberapa daerah lainnya.

Poteng bisa dikreasikan penyajiannya dengan Es buah, malahan dicampurpun tak mengapa. Saat ini, Poteng yang disajikan dengan es dengan sebutan “Es Poteng” mulai merambah supermarket dan café dengan tampilan menarik dan menggoda.
Baik dalam bentuknya aslinya, Poteng maupun dibentuk layaknya Es Poteng, sebagaimana halnya Tape ketan, keseluruhannya nikmat disajikan saat berbuka puasa bersama keluarga. (*)


