Eksotisme Lolai: Negeri Diatas Awan Toraja Utara

Ribuan pengunjung Lolai berdesakan menikmati keindahan awan. (foto: mfaridwm)

Ribuan pengunjung Lolai berdesakan menikmati keindahan awan. (foto: mfaridwm)

Oleh:  Etta Adil

TORAJA seperti tak pernah berhenti menawarkan pesonanya. Mungkin wisatawan lambat laun akan bosan dengan wisata kematian, dengan upacara adat rambu solo dan rambu tuka yang menjadi bagian ritme dari kehidupan budaya orang Toraja, tapi siapa yang dapat menolak pesona keindahan alam yang diletakkan Tuhan diatas hamparan tanah dan pepohonannya.

Lolai. Satu kata inilah yang setahun terakhir menjadi trending topic dan mendatangkan ribuan wisatawan lokal berbondong-bondong memacu kendaraan naik ke sebuah kampung pegunungan berketinggian 1300 mdpl.

Kampung Lolai awalnya ternyata ditemukan secara kebetulan ketika dilakukan pemugaran tongkonan. Namanya Tongkonan Lempe di Lembang Kapalapitu.  Pada saat itu banyak fotografer turut hadir. Jepretan kamera dengan latar belakang awan, dan suasana narzis yang heboh di Lolai itulah yang cepat sekali menyebar di media sosial. Pada akhirnya pengunjung yang penasaran tak dapat dibendung.

Penulis di Lolai, dengan latar belakang Tongkonan Lempe'. (foto: darwis)

Penulis di Lolai, dengan latar belakang Tongkonan Lempe’ (foto: chasiyanto)

Keterkenalan Lolai karena mendapatkan sebutan yang tak biasa. Julukan “Negeri diatas awan” memang pantas diberikan untuk Lolai.

Pengelola Lolai Lempe, Yunus Payung Allo, Kampung Lolai mengungkapkan bahwa Lolaiu sudah ada sejak lama. Hanya saja selama ini tak terekspos. Nanti setelah datang begitu banyak fotografer dan mereka unggah hasil fotontya di media sosial barulah Lolai ini mulai dikenal publik, apatah lagi setelah Tim Paralayang Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan Lolai sebagai lokasi olahraga paralayang.

Yunus Payung Allo mengatakan, sejak ramai diberitakan mengenai keindahannya, rata-rata terdapat 2.000 wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke sana.

Penulis di Lolai, negeri diatas awan. (foto: ist/ruslan_ali)

Penulis di Lolai, negeri diatas awan. (foto: ist/ruslan_ali)

Penulis di Lolai, menikmati eksotisme negeri diatas awan. (foto: ist/ruslan_ali)

Menikmati keindahan negeri diatas awan. (foto: ist/ruslan_ali)

Puncak Lolai di ketinggian 1300 mdpl disesaki penikmat keindahan alam. Tongkonan Lempe, Lolai, Lembang Kapalapitu, Kecamatan Kapalapitu menjadi saksi indahnya eksotisme negeri diatas awan.

Lolai saat ini menjadi destinasi wisata alternatif di Kabupaten Toraja Utara, jaraknya sekitar 20 kilometer arah barat Ibukota Toraja Utara dengan akses jalan yang masih berbatu, dapat ditempuh sekitar 20-30 menit dari Rantepao. Padatnya lokasi wisata tersebut hingga parkiran penuh sehingga kendaraan yang datang harus diparkir di pinggir jalan menuju puncak lokasi wisata.

Mengapa Lolai disebut Negeri diatas Awan? Tentu karena hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari puncak seolah berada negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar sunset dibaliknya menimbulkan eksotika landskap alam yang indah dan memesonakan pandangan.

Beberapa rumah Tongkonan Lempe, rumah khas warga setempat juga dapat ditemui di sekitar puncak Lolai. Pengunjung dapat bersantai di Teras Tongkonan sambil menikmati hamparan awan putih bersama segelas kopi Toraja atau semangkok mie rebus yang dapat dipesan dari warung terdekat.

Salah satu sudut view Kampung Lolai. (foto: mfaridwm)

Salah satu sudut view Kampung Lolai. (foto: mfaridwm)

Lolai berbenah (foto: mfaridwm)

Lolai berbenah (foto: mfaridwm)

Saat ini tarif masuk ke puncak lokasi obyek wisata adalah Rp. 10.000/orang, sedang Untuk keamanan kendaraan, pengunjung dibebani tarif parkir Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat.

Bagi pengunjung yang bermalam, Tongkonan milik warga setempat bisa disewa sebagai homestay. Belum ada tarif khusus. Sewa rumah untuk menginap di kampung tersebut berdasarkan nego dan kesepakatan saja antar pengunjung dengan pemilik rumah. Biaya parkir dan jasa lainnya pun belum diberlakukan di kampung yang sejuk dan asri ini.

Bagi traveler yang terbiasa menikmati alam bebas, tentu lebih nikmat jika memasang tenda atau kemah. Belum ada penginapan di sekitar lokasi, umumnya pengunjung Lolai menginap di Kota Rantepao dan nanti pada subuh hari memacu kendaraan ke Lolai agar tidak ketinggalan pesona awan di pagi hari.

Penulis di Lolai, menikmati pesona awan di pagi hari. (foto: ist/mubarikah)

Penulis di Lolai, menikmati pesona awan di pagi hari. (foto: ist/mubarikah)

Meski berada di pelosok, fasilitas listrik sudah masuk di Kampung Lolai sehingga pengunjung yang membawa gadget maupun perangkat elektronik bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan pengisian beterai (charge) maupun lainnya.

Untuk berkunjung ke Kampung Lolai yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Rantepao, ibukota Toraja Utara, pengunjung maupun wisatawan bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum seperti pete-pete alias angkot maupun ojek. (*)

 

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response