BerandaHighlightDari Foto ke Tulisan

Dari Foto ke Tulisan

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – BANYAK  cara untuk memulai menulis. Salah satunya dengan melihat foto atau gambar, apakah foto itu hasil jepretan sendiri ataukah foto orang lain. Foto sangat urgen dalam suatu tulisan, baik di media mainstream maupun di media online (website/blog) sebagai penguat tulisan pada suatu reportase ataukah ilustrasi pada suatu opini.

Satu foto atau gambar bisa lahir beberapa persepsi, tergantung dari sudut pandang penulisnya. Foto bukan hanya sekedar rekaman atas peristiwa yang kita alami dan saksikan.

Bagaimana caranya mengeksplorasi foto menjadi sebuah tulisan yang menarik? Anda tak harus menjadi fotografer profesional. Anda tinggal jepret sana jepret sini semua obyek yang anda anggap menarik di sekeliling anda, toh sekarang banyak kamera digital yang murah dan hampir semua ponsel murah sudah berkamera sekalipun itu kebanyakan diantaranya resolusinya rendah.

Berita atau Opini dengan disertai foto memiliki nilai tambah (foto: ist/hn)
Berita atau Opini dengan disertai foto memiliki nilai tambah (foto: ist/hn)

Tulislah apa yang kamu lihat, alami dan rasakan dengan gaya bahasa anda sendiri. Itulah cara menulis yang paling mudah dan tanpa beban. Kalau anda mau tulisan tersebut lebih “bernyawa”, satu hal yang harus anda sertakan dalam tulisan tersebut adalah sebuah foto.

Hanya saja penulis sarankan, jika foto itu bukan hasil jepretan sendiri atau menggunakan foto karya orang lain maka wajib dituliskan sumber pengambilannya. Kalau anda mengenal nama fotografernya, sebutkanlah namanya dan kalau tidak sebutkanlah kantornya, link facebook, blog atau websitenya.

Jangan pernah meremehkan sebuah foto. Foto adalah “gambar” yang bercerita, kenangan sekaligus alat bukti. Dari foto itu bisa lahir beragam komentar, argumentasi, pujian ataupun celaan. Sebuah foto bisa menjadi potret diri, potret sosial, potret budaya, potret hukum, dan potret alam.

Dari hasil mencermati foto, kembangkanlah itu menjadi sebuah tulisan, tentang diri anda, tentang lingkungan sosial anda, tentang budaya dan kearifan lokal di daerah anda, tentang kebobrokan hukum yang anda saksikan dan tentang eksotisme alam yang menyihir pandangan anda.

Foto penulis, meski tidak wajib, juga perlu dipertimbangkan untuk ditampilkan untuk meyakinkan pembaca terhadap pengalaman traveling penulisnya. (foto: ist/indaa)
Foto penulis, meski tidak wajib, juga perlu dipertimbangkan untuk ditampilkan untuk meyakinkan pembaca terhadap pengalaman traveling penulisnya. (foto: ist/indaa)

Berceritalah dengan Foto dan karena sebuah foto, orang tidak hanya bisa bernarzis ria tetapi bisa melahirkan banyak inspirasi bagi orang lain. Dengan bantuan sebuah foto, seorang penulis bisa mengajak orang lain untuk bersimpati dan berempati terhadap orang lain.

Dengan bantuan sebuah foto, kita bukan hanya bisa mengagumi sosok dan karya orang lain tapi juga mencela dan menghardiknya. Dengan bantuan sebuah foto, kita dapat melihat dua sisi pribadi yang berbeda dan menjadi bukti kontroversial. Betapa sebuah foto bisa diperlakukan dan dinilai berbeda, begitupun ketika kita tergugah dan terinspirasi untuk menulisnya. (*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT