Palontaraq Goes To Schools di Pangkep

by Etta Adil | Sabtu, Apr 14, 2018 | 524 views
Palontaraq Goes To Schools di SMA Negeri 11 (SMADA) Pangkajene-Pangkep. (foto: ist)

Palontaraq Goes To Schools di SMA Negeri 11 (SMADA) Pangkajene-Pangkep. (foto: ist)

Komunitas Palontaraq sebagai komunitas yang concern dalam pengembangan budaya literasi aktif masuk ke berbagai sekolah memberikan pengajaran tentang bagaimana menulis dan membaca dengan baik. Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan memahami aksara dengan baik, dengan cara menulis ataupun membacanya. Pemahaman yang baik tentang Budaya literasi akan melatih kemampuan berfikir, diikuti proses membaca dan menulis. Pada akhirnya, jika sudah terbiasa berliterasi, memaknai aksara dengan benar, maka akan dengan mudah dan cepat pula proses menghasilkan karya.

Secara bertahap, Komunitas Palontaraq melaksanakan kegiatan “Palontaraq Goes To Schools”. Mengapa “Palontaraq Goes To Schools” ini dilaksanakan di Sekolah? Ya, Karena sekolah yang selama ini diandalkan sebagai lembaga pendidikan untuk memajukan kualitas sumber daya manusia, ternyata budaya literasi itu secara umum masih sangat rendah. Ini yang harus dipahamkan kepada pihak sekolah dan semua orang yang terkait dan terikat dengan lembaga pendidikan tersebut untuk meningkatkan dan mengembangkan tradisi mencipta dan berkarya. Hal ini tentu saja akan sulit terlaksana jika kebiasaan membaca dan menulis itu masih dibawah standar.

Palontaraq Goes To Schools di Madrasah Aliyah Tabo-Tabo,Bungoro-Pangkep. (foto: ist)

Palontaraq Goes To Schools di Madrasah Aliyah Tabo-Tabo,Bungoro-Pangkep. (foto: ist)

Palontaraq membangun budaya literasi di Pangkep (foto: ist)

Palontaraq membangun budaya literasi di Pangkep (foto: ist)

Menyadari pentingnya berliterasi tumbuh dan terus berkembang di lingkungan sekolah itulah yang mendorong Komunitas Palontaraq yang menghimpun penulis-penulis muda potensial untuk turun ke sekolah-sekolah. Apa saja yang diajarkan? Yang pertama dipahamkan adalah penyadaran tentang mengakrabi aksara dan pentingnya untuk masa depan. Seorang siswa tidak akan tertarik untuk rajin membaca dan menulis jika menganggap kegiatan itu hanya sekadar menjalani rutinitas tugas dari gurunya. Berliterasi harus dengan kesadaran bahwa masa depan gemilang dapat dicapai jika seseorang meningkatkan kemampuan membaca dan menulisnya.

Palontaraq Goes To Schools di Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. (foto: ist)

Palontaraq Goes To Schools di Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. (foto: ist)

Palontaraq membangun budaya literasi di pesantren. (foto: ist)

Palontaraq membangun budaya literasi di pesantren. (foto: ist)

Founder Palontaraq, M. Farid W Makkulau mengungkapkan bahwa kegiatan “Palontaraq Goes To Schools” ini sudah berjalan tahun lalu. “Semoga tahun ini bisa kita tuntaskan. Kegiatan Palontaraq Goes To Schools” ini akan kita tuntaskan tahun 2019 ini di Pangkep, supaya kita bisa merambah dan merancang kegiatan serupa di Kabupaten lain di Sulsel. Lebih banyak penulis yang lahir akan berefek pada akan lebih banyaknya juga karya tulis yang dilahirkan”, ujarnya.
Mungkin tradisi membaca dan menulis agak lumayan muncul di kalangan mahasiswa, tapi untuk saat ini Palontaraq akan lebih fokus pada pelajar SMP dan SMA dulu. Nantinya akan kita berkumpul kembali dalam kegiatan sekali setahun, yang kita sebut Palontaraq Camp. “Kami mengharapkan seluruh siswa yang pernah mengikuti “Palontaraq Goes To Schools” nantinya dapat mengikuti Palontaraq Camp, sekaligus sebagai upaya mematangkan kembali karya tulisnya dan jika memungkinkan untuk dibukukan”, ujarnya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response