Rabu, Oktober 7, 2026
Beranda Akademia Bahan Diskusi: “Sejarah Pemikiran Al-Ghazali dan Ibn Rusyd serta Pertentangan Keduanya”

Bahan Diskusi: “Sejarah Pemikiran Al-Ghazali dan Ibn Rusyd serta Pertentangan Keduanya”

0
206

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Salah satu topik yang seru ketika mendalami Perkembangan Pemikiran Islam, maka kita akan menemukan dua sosok pemikir Muslim terbesar sepanjang sejarah pandangannya terhadap Filsafat, yaitu Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Bagaimana Sejarah dan Pemikiran filsafat serta pertentangan antara keduanya, berikut ini 5 pertanyaan yang memerlukan jawaban, tanggapan dan konfirmasi sebagai bahan diskusi untuk topik tersebut.

  1. Pertanyaan terkait Epistemologi dan Kritik. Bagaimana posisi epistemologis Al-Ghazali yang menyatakan bahwa intuisi mistik (kasyf) dan pencerahan kenabian (wahyu) memiliki keunggulan atas akal filosofis dalam mencapai kebenaran (hakikat), secara dialektis dijawab oleh Ibn Rusyd? Analisis secara spesifik argumen Ibn Rusyd tentang kemampuan akal (ratio) untuk mencapai kebenaran yang sama (atau lebih tinggi) tanpa memerlukan bantuan pencerahan mistik, dengan merujuk pada doktrinnya tentang Akal Aktif (Active Intellect). Fokus Analisis pada Perbedaan dasar dalam sumber pengetahuan (epistemologi)—Intuisi vs. Akal Murni.
  2. Pertanyaan terkait Teori Keabadian Dunia (Eternitas). Bahwa salah satu pertentangan terbesar adalah mengenai sifat dunia: apakah dunia kekal (qadim), seperti yang diyakini oleh para filosof (Neo-Platonis dan Aristotelian), atau diciptakan dalam waktu (hadith), seperti yang diyakini oleh Al-Ghazali. Jelaskan bagaimana Ibn Rusyd dalam Tahafut at-Tahafut berupaya mendamaikan (atau merumuskan kembali) doktrin Aristotelian tentang keabadian materi dengan ajaran Islam tentang Pencipta (Allah SWT), sehingga menghindari tuduhan Al-Ghazali bahwa doktrin tersebut membawa kepada kekafiran (takfir)? Fokus Analisis pada Sifat penciptaan (Creation ex nihilo vs. Emanation/Eternity of Matter).
  3. Pertanyaan terkait Relevansi Politik dan Sosial. Meskipun Al-Ghazali dikenal atas kritik filsafatnya, dampaknya paling besar terasa dalam meletakkan landasan teologis-sufistik bagi stabilitas politik Islam Sunni pada masa Kekhalifahan Abbasiyah yang mulai goyah. Sementara itu, karya Ibn Rusyd yang berorientasi pada Aristoteles mengalami penolakan di Timur tetapi memengaruhi pemikiran Barat (Averroism Latin). Apa implikasi politik dan sosial dari kemenangan pandangan Al-Ghazali di Timur (terutama penolakan terhadap otonomi akal filosofis) terhadap perkembangan ilmiah dan intelektual di Dunia Islam pasca abad ke-12? Fokus Analisis pada konsekuensi historis dan sosial dari pertentangan filsafat.
  4. Pertanyaan terkait Konsep Kenabian dan Hukum. Bahwa baik Al-Ghazali maupun Ibn Rusyd menyentuh isu kenabian. Bagaimana perbedaan pandangan mereka mengenai sumber pengetahuan kenabian memengaruhi pandangan mereka tentang hukum Islam (Syariah)? Al-Ghazali menyatakan bahwa Kenabian sebagai puncak dari pengalaman Sufistik (iluminasi) dan sumber mutlak hukum, sedang Ibn Rusyd menganggap bahwa Kenabian sebagai bentuk imajinasi tertinggi dan manifestasi dari Akal Aktif yang diperlukan untuk mengkomunikasikan kebenaran filosofis kepada massa yang tidak mampu berpikir abstrak. Jelaskan bagaimana konsep kenabian yang berbeda ini menentukan legitimasi interpretasi alegoris (ta’wil) terhadap teks-teks Syariah. Fokus Analisis pada Kenabian (Nubuwwah) dan otoritas interpretasi hukum.
  5. Pertanyaan terkait Sintesis Metodologi. Bahwa meskipun terlihat bertentangan, terdapat klaim bahwa Al-Ghazali sendiri menggabungkan sebagian elemen filsafat (seperti logika Aristoteles) ke dalam teologi (Kalam) dan sufismenya. Berikan analisis komparatif tentang sejauh mana kedua tokoh ini sebenarnya mewakili upaya sintesis, bukan hanya oposisi murni. Apakah Al-Ghazali dan Ibn Rusyd, pada hakikatnya, hanya mewakili dua jalur berbeda (Teologis-Sufistik vs. Filosofis-Faqih) dalam upaya yang sama: yaitu merasionalisasi dan memajukan iman Islam? Fokus Analisis pada Sintesis Metodologis dan tujuan akhir yang mungkin sama.

Referensi Kunci untuk Menjawab dan mendiskusikan kelima pertanyaan diatas adalah sebagai berikut:

A. Karya Primer

Al-Ghazali, Tahafut al-Falasifah (The Incoherence of the Philosophers).

Ihya ‘Ulum al-Din (Revival of the Religious Sciences)—untuk memahami epistemologi sufistik.

Al-Munqidh min al-Dalal (Deliverance from Error)—untuk autobiografi intelektualnya.

Ibn Rusyd (Averroes), Tahafut at-Tahafut (The Incoherence of the Incoherence)—jawaban langsung terhadap Al-Ghazali.

Fasl al-Maqal (Decisive Treatise)—tentang hubungan Syariah dan filsafat.

B. Studi Sekunder (Wajib)

Frank, Richard M. Al-Ghazali and the Ash’arite School. (Untuk memperdalam latar belakang teologi Al-Ghazali).

Leaman, Oliver. Averroes and his Philosophy. (Analisis mendalam tentang Akal Aktif dan pemikiran Ibn Rusyd).

Black, Antony. The History of Islamic Political Thought: From the Prophet to the Present. (Untuk konteks pertanyaan politik dan sosial).

Hourani, George F. Averroes on the Harmony of Religion and Philosophy. (Analisis Fasl al-Maqal dan interpretasi alegoris).

Demikianlah 5 pertanyaan sebagai bahan diskusi Perkembangan Pemikiran Islam terkait Pemikiran Filsafat Al-Ghazali dan Ibn Rusyd yang memerlukan jawaban, tanggapan dan konfirmasi. Biar diskusi semakin seru dan menarik, silakan gunakan referensi kunci yang telah disebutkan diatas.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Mahasiswa S2 Non Reguler Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI), UIN Alauddin Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini