Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Inilah Anak Cucu Nabi Muhammad SAW yang Ada di Indonesia
PALONTARAQ.ID – Kontroversi soal pemakaian gelar habib di Indonesia belumlah usai, bahkan saat ini semakin viral di media sosial, dan paling parah bergulir di platform TikTok. Kontroversi ini semakin viral sejak KH Imaduddin Utsman al-Bantani muncul di Podcast Bisikan Rhoma Irama.
KH Imaduddin Utsman Al-Bantani menjawab pertanyaan seputar gelar Habib di Indonesia, juga menanggapi pernyataan Bahar Smith yang mengaku layak dimuliakan karena bergelar Habib atau Dzurriyah Nabi.
Apakah benar Habaib yang ada di Indonesia adalah Dzurriyah Nabi Muhammad SAW? Kata KH Imaduddin Utsman al-Bantani, ada silsilah yang terputus dan layak diragukan, bahkan menurutnya haqqul yaqin, yang disebut dalam garis nasab sebagai Ubaidillah diragukan sebagai putra dari Ahmad bin Isa al-muhajir.
Salah satu putra dari Ubaidillah itu Alwi atau alawi di Yaman, yang kemudian garis keturunannya inilah yang disebut Ba ‘Alawi, atau disebut pula Kaum Sayyid Alawiyin. Karena terbantah bahwa Ubaidillah sebagai Dzurriyah Nabi Muhammad, maka menurut KH Imaduddin Utsman, jelas dan tegas pula kalau keturunannya bukan Dzurriyah Nabi Muhammad SAW.
Demikianlah opini KH Imaduddin Utsman yang bikin heboh jagad media sosial, terkait keabsahan Dzurriyah Nabi yang umumnya bergelar Habib di Indonesia. Buya Hasyim Arrazy mengingatkan agar berhati-hati dengan kelompok yang meragukan nasab para habaib, wajib bagi kita mencintai Dzurriyah Nabi.
Buya Hasyim Arrazy mengungkapkan bahwa semua Habib itu Manusia Biasa, tapi yang mahal itu nasabnya. “Dan di dunia ini, nasab yang terjaga adalah nasabnya habaib, Kullu Nasabin in qatha’a illa nasabin, Semua nasab akan terputus kecuali nasabku. Semua sanad keilmuan akan terputus kecuali sanadku, maka orang yang tidak punya guru dan melarang berguru, dia sudah terputus kepada Rasulullah SAW, apalagi dia hanya berpedoman pada buku atau kitab,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan bahwa kalau ada orang yang mengecam Ba’Alawi, Dzurriyah Nabi, sesungguhnya dia telah meruntuhkan Rotib al-Athos, Rotib al-Haddad. “Kerjaan siapa ini? Kerjaan Komunis. Karena tidak ada orang yang membenci Dzurriyah Nabi kecuali komunis, orang yang tak bertuhan,” ujarnya. (*)


