PALONTARAQ.ID – Berikut ini Qs. Al-furqan Ayat 61-70 sebagai bahan muraja’ah secara online bagi ikhwah sekalian yang tidak sempat membawa mushaf al-Qur’an, khususnya bagi ikhwah sekalian saat musafir (dalam perjalanan).
Muraja’ah Djuz 19: Qs. Al-Furqan: 61-70
تَبٰـرَكَ الَّذِىۡ جَعَلَ فِى السَّمَآءِ بُرُوۡجًا وَّجَعَلَ فِيۡهَا سِرٰجًا وَّقَمَرًا مُّنِيۡرًا
Tabaarakal lazii ja’ala fis samaaa’i buruujanw wa ja’ala fiihaa siraajanw wa qamaram muniiraa
Artinya:
Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar. (Qs. Al-Furqan: 61)
وَهُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ الَّيۡلَ وَالنَّهَارَ خِلۡفَةً لِّمَنۡ اَرَادَ اَنۡ يَّذَّكَّرَ اَوۡ اَرَادَ شُكُوۡرًا
Wa huwal lazii ja’alal laila wannahaara khilfatal liman araada ai yazzakkara aw araadaa shuukuuraa
Artinya:
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. (Qs. Al-Furqan: 62)
وَعِبَادُ الرَّحۡمٰنِ الَّذِيۡنَ يَمۡشُوۡنَ عَلَى الۡاَرۡضِ هَوۡنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الۡجٰهِلُوۡنَ قَالُوۡا سَلٰمًا
Wa ‘ibaadur Rahmaanil laziina yamshuuna ‘alal ardi hawnanw wa izaa khaata bahumul jaahiluuna qooluu salaamaa
Artinya:
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,” (Qs. Al-Furqan: 63)
وَالَّذِيۡنَ يَبِيۡتُوۡنَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
Wallaziina yabiituuna li Rabbihim sujjadanw wa qiyaamaa
Artinya:
Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. (Qs. Al-Furqan: 64)
وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا اصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Wallaziina yaquuluuna Rabbanas rif ‘annnaa ‘azaaba Jahannama inn ‘azaabahaa kaana gharaamaa
Artinya:
Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,” (Qs. Al-Furqan: 65)
اِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرًّا وَّمُقَامًا
Innahaa saaa’at mustaqarranw wa muqoomaa
Artinya:
Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Qs. Al-Furqan: 66)
وَالَّذِيۡنَ اِذَاۤ اَنۡفَقُوۡا لَمۡ يُسۡرِفُوۡا وَلَمۡ يَقۡتُرُوۡا وَكَانَ بَيۡنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Wallaziina izaaa anfaquu lam yusrifuu wa lam yaqturuu wa kaana baina zaalika qawaamaa
Artinya:
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar. (Qs. Al-Furqan: 67)
وَالَّذِيۡنَ لَا يَدۡعُوۡنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقۡتُلُوۡنَ النَّفۡسَ الَّتِىۡ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالۡحَـقِّ وَلَا يَزۡنُوۡنَ ۚ وَمَنۡ يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ يَلۡقَ اَثَامًا
Wallaziina laa yad’uuna ma’al laahi ilaahan aakhara wa laa yaqtuluunan nafsal latii harramal laahu illaa bilhaqqi wa laa yaznuun; wa mai yaf’al zaalika yalqa asaamaa
Artinya:
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Qs. Al-Furqan: 68)
يُضٰعَفۡ لَهُ الۡعَذَابُ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيۡهٖ مُهَانًا
Yudaa’af lahul ‘azaabu Yawmal Qiyaamati wa yakhlud fiihii muhaanaa
Artinya:
(Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (Qs. Al-Furqan: 69)
اِلَّا مَنۡ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًاصَالِحًـا فَاُولٰٓٮِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمۡ حَسَنٰتٍ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Illaa man taaba wa ‘aamana wa ‘amila ‘amalan saalihan fa ulaaa’ika yubad dilul laahu saiyi aatihim hasanaat; wa kaanal laahu Ghafuurar Rahiimaa
Artinya:
Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Qs. Al-Furqan: 70)
(***)


