BerandaNarasi SejarahDisbudpar Sulsel gelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang

Disbudpar Sulsel gelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang

Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Kecendekiawanan Pattingaloang: Malu [Aku] Mengetahuinya

PALONTARAQ.ID – Ratusan peserta, dari Perwakilan Pelajar, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Pegiat Sejarah Budaya antusias mengikuti Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (5/12/2022) di Hotel Grand Maleo, Makassar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Muhammad Jufri dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang tersebut, sebelumnya telah melalui Forum Group Discussion (FGD) dan penelusuran berbagai bahan koleksi sejarah budaya yang ada di Museum Karaeng Pattingalloang.

Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang, 2022. (foto: ist/*)
Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Karaeng Pattingaloang, 2022. (foto: ist/*)

“Pada November 2022 lalu, status Museum Karaeng Pattingaloang telah meningkat dari C ke B. Dengan peningkatan status museum ini, Kita berharap pengelolaan museum juga harus berbenah melengkapi beragam koleksi Sejarah Budaya yang terkait Karaeng Pattingaloang, dan ditingkatkan pelayanannya sehingga makin menarik minat pengunjung untuk datang. Alhamdulillah bulan lalu statusnya sudah naik menjadi B,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya status Museum Karaeng Pattingaloang menunjukkan bahwa museum tersebut sedikit lagi mencapai status A yang berstandar qualified. “Semoga kedepan semakin banyak dikunjungi dan tentu kita berharap tidak berhenti sampai di sini. Kita upayakan tahun depan bisa dari B ke A seperti Museum La Galigo,” tambahnya.

Dari data yang dihimpun Palontaraq, jumlah pengunjung Museum Karaeng Pattingaloang sejak Januari hingga Oktober 2022, sudah mencapai 20 ribu pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, serta masyarakat umum.

Selain Museum Karaeng Pattingaloang, beberapa museum lain yang juga telah mengalami peningkatan status, seperti Museum La Galigo sebelumnya berstatus B naik menjadi A, lalu Monumen Mandala sebelumnya belum pernah terakreditasi, tahun ini sudah mendapat status menjadi C, serta untuk Benteng Somba Opu, statusnya masih tetap akreditasi B.

“Benteng Somba Opu tahun ini bertahan. Mudah-mudahan tahun depan juga bisa meningkat,” ujar mantan Kadis Pendidikan Sulsel itu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT