BerandaEdukasiMengenal Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (SBPJ) Parepare

Mengenal Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (SBPJ) Parepare

Laporan: Etta Adil  *)

PALONTARAQ.ID – Ada yang mengenal LAPAN Pare-pare? Ya, Lembaga yang masih sering disebut masyarakat sebagai LAPAN Parepare ini sekarang berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Nama yang umum digunakan saat ini adalah Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare atau Kawasan Stasiun Lapangan Stasiun Bumi Parepare—BRIN

Dalam sejumlah publikasi, nama singkatnya masih ditulis sebagai SBPJ BRIN Parepare atau KSL BRIN Parepare. Jadi, bagi rombongan pelajar dan mahasiswa yang ingin study tour atau studi banding ke tempat ini, sebaiknya dalam surat permohonan kunjungan sebaiknya tidak hanya menulis “LAPAN Parepare”, tetapi menggunakan nama kelembagaan BRIN tersebut. LAPAN telah terintegrasi ke BRIN sejak penataan lembaga riset nasional pada 2021.

Perlu diluruskan bahwa tempat ini bukan lokasi peluncuran roket. Fungsi utama SBPJ BRIN Parepare adalah sebagai stasiun bumi yang menerima, merekam, memantau, dan mengolah data yang dikirimkan oleh satelit penginderaan jauh. SBJP BRIN Parepare berada di bilangan Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 6 Kota Parepare, Sulawesi Selatan.  Alamat ini telah digunakan dalam publikasi teknis Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare dan masih tercantum dalam dokumen BRIN mengenai kawasan stasiun bumi Parepare.

Untuk pencarian lokasi di aplikasi peta, gunakan salah satu kata kunci berikut: BRIN Parepare, Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare, atau KSL Stasiun Bumi Parepare. Bagi Rombongan Study Tour atau Studi Banding sebaiknya meminta titik lokasi langsung dari pengelola setelah kunjungan disetujui agar kendaraan tidak keliru memasuki kompleks atau gerbang.

Stasiun Bumi Parepare telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade. Fasilitas ini diresmikan pada 29 September 1993 dan sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN. Nama dan struktur organisasinya mengalami beberapa perubahan sebelum akhirnya terintegrasi ke BRIN.

Pemilihan Parepare berkaitan dengan kebutuhan membangun jaringan penerimaan data satelit yang mampu melayani wilayah Indonesia secara luas, khususnya Indonesia bagian tengah dan timur. Saat ini Parepare menjadi bagian dari jaringan stasiun bumi BRIN bersama fasilitas di Agam atau Kototabang, Bogor, dan Biak.

SBPJ Parepare merupakan stasiun bumi satelit penginderaan jauh multimisi. Artinya, stasiun ini tidak hanya dirancang untuk satu satelit atau satu tujuan, tetapi mendukung penerimaan data dari berbagai misi pengamatan bumi. Fasilitas tersebut berperan menjaga kontinuitas ketersediaan data satelit nasional.

Secara sederhana, alur kerjanya meliputi: Menentukan jadwal lintasan satelit di atas wilayah jangkauan stasiun, Mengarahkan antena untuk mengikuti pergerakan satelit, Menerima sinyal dan data yang dipancarkan satelit, Merekam data mentah, Memeriksa kualitas data, Mengolah data menjadi citra atau informasi awal, Menyimpan dan mengirimkan data ke sistem penyimpanan nasional, Menyediakan data untuk kebutuhan penelitian, pemerintah, kebencanaan, dan pembangunan.

Kegiatan di stasiun bumi mempertemukan berbagai bidang ilmu, seperti fisika, elektronika, telekomunikasi, komputer, geografi, penginderaan jauh, astronomi dasar, matematika, serta sistem informasi geografis.

Berdasarkan kunjungan pelajar yang telah dilaksanakan, peserta Studi Tour atau Studi Banding yang berkunjung ke SBPJ Pare-pare dapat diperkenalkan Berbagai jenis antena stasiun bumi dan fungsinya, Ruang kontrol, Monitor lintasan satelit, Jadwal penerimaan data, Sistem perekaman data satelit, Cakupan wilayah penerimaan, Proses antena bergerak mengikuti satelit, serta Contoh citra atau produk penginderaan jauh. Tentu tidak semua ruangan atau peralatan selalu dapat dimasuki. Akses bergantung pada kegiatan operasional, keamanan fasilitas, jumlah peserta, dan persetujuan pengelola.

Apa itu penginderaan jauh yang menjadi fokus tugas dan tanggung jawab SBPJ Pare-pare? Ya, Penginderaan jauh adalah cara memperoleh informasi mengenai suatu objek atau wilayah tanpa bersentuhan langsung dengan objek tersebut. Satelit membawa sensor yang merekam energi atau pantulan gelombang elektromagnetik dari permukaan bumi, laut, awan, vegetasi, dan objek lainnya.

Hasil perekaman kemudian dikirimkan ke stasiun bumi. Data yang awalnya berupa sinyal dan angka diolah menjadi citra yang dapat dibaca dan dianalisis. Melalui citra satelit, peneliti dapat mempelajari: Tutupan hutan, Kondisi tanaman dan pertanian, Luas permukiman, Perubahan garis pantai, Suhu permukaan, Kondisi laut, Awan dan atmosfer, Titik panas, Banjir, Kekeringan, Kebakaran hutan, Gunung api, serta Mangrove dan terumbu karang. Data Landsat yang direkam di Parepare, misalnya, pernah digunakan dalam penelitian untuk mengamati dan mengoreksi informasi mengenai lahan pertanian

Demikian sekilas info tentang Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (SBPJ) Pare-pare. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Etta Adil, Traveler dan Blogger.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT