BerandaEdukasiDestinasi "Multifungsi" Untuk Tugas Kokurikuler 2026

Destinasi “Multifungsi” Untuk Tugas Kokurikuler 2026

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, bahwa penulis telah memiliki pengalaman satu kali sebagai Koordinator Kokurikuler yang disepakati bertema, “Kokurikuler 2025: Jaga Cagar Budaya”. Destinasi/Lokasi Pembelajarannya adalah Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep dan Taman Purbakala Sumpangbita, Balocci, Pangkep. Apa yang perlu diperbaiki ke depannya?

Sebagai Koordinator Kokurikuler, memilih destinasi yang “multifungsi” sangat penting agar satu kali perjalanan dapat mencakup berbagai disiplin ilmu (lintas mata pelajaran). Berikut adalah rekomendasi destinasi di Pangkep, Maros, dan Makassar yang sangat kaya akan nilai edukasi dan terkait dengan banyak materi Mata Pelajaran.

1. Kawasan Karst Rammang-Rammang & Taman Purbakala Leang-Leang (Maros). Ini adalah destinasi utama untuk pembelajaran lintas disiplin yang sangat lengkap.

Apa yang dapat dipelajari di tempat ini? Pertama, Sejarah/Arkeologi. Meneliti lukisan tangan manusia purba dan sisa-sisa kehidupan prasejarah di gua-gua (Leang-Leang). Kedua, Geografi/Ilmu Bumi. Mempelajari pembentukan pegunungan karst (kapur) yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Ketiga, Biologi/IPA. Mengamati ekosistem sungai, vegetasi hutan batu, dan fauna endemik yang ada di kawasan tersebut. Kelima, Ekonomi/IPS. Analisis ekonomi kreatif masyarakat setempat melalui pengelolaan wisata perahu dan homestay.

2. Kawasan Taman Purbakala Sumpang Bita, Balocci, Pangkep. Destinasi ini sangat dekat dengan lokasi Anda dan memiliki potensi edukasi yang luar biasa. Apa yang dapat dipelajari di Kawasan Karst Rammang-rammang dan Leang-leang juga bisa didapat dari tempat ini, termasuk menjelajahi formasi batuan di Balocci yang memiliki pemandangan seperti “Stonehenge”.

Kawasan atau lokasi ini juga sangat cocok untuk diskusi mengenai pelestarian alam dan bagaimana agama memandang perlindungan terhadap gunung dan air (konservasi lingkungan).

3. Pelabuhan Paotere & Benteng Rotterdam (Makassar). Dua lokasi ini menawarkan sudut pandang sejarah dan ekonomi yang kuat. Di Pelabuhan Paotere, siswa bisa mempelajari jalur perdagangan laut, interaksi sosial ekonomi nelayan, dan distribusi barang antarpulau, sementara Benteng (Fort) Rotterdam adalah laboratorium sejarah hidup untuk memahami kolonialisme dan arsitektur militer (pertahanan kerajaan) masa lalu. Untuk Mata Pelajaran Kimia misalnya, bisa dilakukan analisis kadar garam air laut atau proses korosi pada kapal-kapal tua dan bangunan bersejarah di pinggir pantai.

4. Kebun Raya Pucak atau Balai Benih Perikanan (Maros/Pangkep). Di Lokasi ini bisa dipelajari klasifikasi tanaman (taksonomi) dan siklus hidup hewan (Biologi), Uji tingkat keasaman (pH) tanah atau air kolam, serta mempelajari komposisi pupuk kimia vs organik. (Kimia), atau Praktik langsung penanaman pohon atau budidaya ikan sebagai wujud kemandirian pangan pesantren (Eco-Pesantren).

5. Kawasan Industri Semen Tonasa (Pangkep). Meski merupakan area industri, tempat ini sangat kaya akan ilmu pengetahuan. Di Lokasi/kawasan ini bisa dipelajari proses perubahan zat dari batu kapur menjadi semen melalui proses pemanasan dan reaksi kimia (Kimia), Memahami skala industri besar, manajemen sumber daya manusia, dan kontribusi industri terhadap devisa negara (Ekonomi), atau Melihat proses reklamasi tambang dan dampak industri terhadap topografi wilayah (Geografi/Ilmu Alam).

Bagaimana strategi pembelajaran selanjutnya. Persiapkanlah Lembar Kerja Siswa (LKS) Terpadu. Buatlah satu buku saku yang berisi pertanyaan dari berbagai guru mata pelajaran. Misalnya, saat di Rammang-Rammang, guru Biologi bertanya tentang tanaman, sementara guru Ekonomi bertanya tentang tarif perahu.

Yang tak kalah pentingnya adalah Output Kreatif. Alih-alih hanya laporan tertulis, para guru pendamping bisa meminta pelajar/santriwati membuat vlog edukasi, artikel blog (seperti gaya tulisan di web blog Palontaraq), atau infografis sejarah.

Terakhir, usai dikunjungi semua lokasi atau bisa juga pada akhir kunjungan tiap lokasi/destinasi, lakukanlah Refleksi Spiritual. Akhiri setiap kunjungan dengan sesi tadabbur alam, mengaitkan fenomena alam yang dilihat dengan Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Qur’an, dan pada bagian ini, Guru Kepesantrenan pun dapat diikutkan. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT