BerandaLiterasiPuisi: Jejak Negeri Sakura di Gerbang Pesantren

Puisi: Jejak Negeri Sakura di Gerbang Pesantren

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik ini disusun dan dirangkai atas nama “Naela Niswah Nasrullah” ini menyampaikan bahwa pengalaman mengenal budaya lain—dalam hal ini budaya Jepang dengan nilai disiplin, hormat, jujur, dan harmoni—dapat menjadi bekal positif bagi seorang santri dalam menempuh pendidikan dan pembentukan akhlak.

Sosok Naela digambarkan mampu memadukan wawasan global dengan identitas religiusnya di pesantren. Inti pesannya adalah belajar budaya asing boleh, tetapi jati diri tetap dijaga. Disiplin, sopan santun, dan ketekunan adalah nilai universal yang memperkuat karakter.

Jejak Negeri Sakura di Gerbang Pesantren

Nanshin—keteguhan hati melangkah tanpa ragu,
Arigatō terucap tulus pada setiap guru,
Enryo mengajarkan rendah hati yang syahdu,
Lentera ilmu dijaga seperti hanabi di kalbu,
Ai—cinta pada kebaikan tumbuh sejak dulu.

Nihon pernah menjadi lembar kisah remaja,
Ikigai ia temukan dalam belajar bahasa,
Shōjiki—jujur dalam kata dan rasa,
Wa—harmoni dijaga dalam sikap dan asa,
Asah kemampuan hingga fasih tutur aksara,
Hanami kenangan indah budaya yang terasa.

Nintai—sabar meniti cita dan doa,
Amanah orang tua dipeluk sepenuh jiwa,
Seiketsu—disiplin menjaga diri dan ruang belajar,
Reigi—santun pada guru, tunduk penuh hormat,
Usaha tekun di pesantren tak pernah pudar,
Langkahnya ringan namun tujuan tegar,
Lurus niat menjadi muslimah bersinar,
Amal dan ilmu dirajut setiap hari,
Harapan orang tua ia jaga sepenuh hati.

***

 

Minasatene-Pangkep, 20 November 2025

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT