BerandaLiterasiPuisi: Tartil Menuju Kemuliaan

Puisi: Tartil Menuju Kemuliaan

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik yang disusun dan dirangkai atas nama “Zahra Humairah” ini menekankan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an bukan hanya soal menghafal, tetapi juga menjaga bacaan, adab, dan ketekunan hati. Proses tahfidz dan tajwid digambarkan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, disiplin, serta istiqamah.

Tartil Menuju Kemuliaan

(1)

Zikirnya mengalun di sela hafalan, meneguhkan niat setiap pagi.
Ayat demi ayat dirajut seperti benang cahaya di hati.
Hafalan tumbuh perlahan, namun kokoh bagai pohon iman.
Rutin murojaah menjadi jembatan menuju kelancaran.
Amanah orang tua tersimpan dalam setiap huruf yang dijaga.

Hati ditautkan pada lembar mushaf yang tak pernah jauh.
Ulangi bacaan, meski lelah menyapa senja.
Makharij huruf diperhatikan agar makna tak berubah.
Adah dan akhlak berjalan seiring hafalan.
Ikhtiar menjadi nafas panjang perjuangan.
Ridha orang tua menjadi cahaya pendorong langkah.
Akhirnya, Zahra berharap menjadi hafidzah yang membanggakan.

(2)

Zharaf waktu ia isi dengan tilawah yang tertata.
Artikulasi huruf dijaga seperti menjaga mutiara.
Hukum Mad dipanjangkan bersama sabar yang luas.
Ritme Rafa‘ suara mengangkat keindahan bacaan.
Adanya Ikhfa’ mengajarkan lembut dalam sikap.

Huruf Idgham menyatu, menasihati tentang kebersamaan.
Ucapan Iqlab mengingatkan bahwa perubahan bisa indah.
Makhraj tepat menjadi kunci kemurnian makna.
Ahkam tajwid menuntun lisan dan hati sekaligus.
Iman tumbuh seiring tartil yang tekun.
Rasa syukur terlantun di setiap akhir ayat.
Amanah orang tua terjawab lewat bacaan yang fasih dan terjaga.

***

Pesan utama dari puisi ini meliputi: Keteguhan dan konsistensi dalam belajar ayat demi ayat, Pentingnya ilmu tajwid agar hafalan tidak hanya banyak, tetapi juga benar dan indah, Ridha dan harapan orang tua sebagai sumber motivasi yang menguatkan langkah, serta Pembentukan akhlak mulia, karena Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, melainkan diamalkan.

Intinya, puisi menyiratkan bahwa siapa yang tekun mengakrabi Al-Qur’an dengan hati dan lisan, akan tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan keluarga serta membawa cahaya kebaikan bagi sekitarnya. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 11 November 2025

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT