Oleh: Etta Adil *)
PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik ini disusun dan dirangkai atas nama “Alimah Qanita” ini menegaskan pesan bahwa menghafal dan mengakrabi Al-Qur’an bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga tentang pembentukan karakter.
Sosok santriwati digambarkan rajin, cerdas, percaya diri, lembut namun berani, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Nilai tahfidz menjadi sumber disiplin, ketekunan, dan keikhlasan yang mendorongnya untuk selalu terdepan dalam karya dan prestasi. Intinya, kedekatan dengan Al-Qur’an mampu menumbuhkan akhlak mulia sekaligus semangat berprestasi dalam kehidupan.
Jejak Ayat Sang Pemimpin Lembut


