BerandaBeritaInternasionalTrump Resmi Jabat Presiden Amerika Serikat ke-47

Trump Resmi Jabat Presiden Amerika Serikat ke-47

– Hari Pertama Jabat Presiden AS, Trump Tandatangani Pembatalan 78 Tindakan eksekutif era Biden

Laporan: Etta Adil 

Related Post: Trump Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Palestina dan Timur Tengah Dibuat Seperti Neraka

PALONTARAQ.ID – Donald Trump resmi menjabat sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) setelah dilantik di Gedung Capitol, Washington DC, Senin (21/1/2025). “Saya bersumpah (atau menegaskan) dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan menjalankan Jabatan Presiden Amerika Serikat dengan setia, dan akan, dengan kemampuan terbaik saya, menjaga, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat,” ujar Trump saat diambil sumpahny didepan Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, sebelumnya Trump dan Joe Biden tiba di Capitol Rotunda pada pukul 10.48 pagi waktu Washington DC untuk acara pelantikan presiden AS. Trump dan Biden bersama-sama menumpangi satu mobil bersama konvoi mobil lainnya dari Gedung Putih ke Capitol Rotunda.

Dari barisan tamu undangan, terlihat Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Bill dan Hillary Clinton, Mike Pence, George W and Laura Bush, serta Barack Obama hadir di Capitol Rotunda. Hal ini berarti 3 Orang Terkaya di Dunia hadir dalam acara pelantikan Trump. Kegiatan pelantikan diselingi dengan perkenalan para mantan presiden dan wakil presiden beserta pasangan mereka yang turut hadir, dilanjutkan penampilan dari penyanyi opera Christopher Dean Macchio yang menyanyikan lagu berjudul O, America.

Acara kemudian berlanjut dengan pidato dari Ketua JCCIC Senator Amy Klobuchar dan pidato dari Senator Deb Fischer, serta doa bersama. Selanjutnya JD Vance diambil sumpah jabatannya sebagai Wakil Presiden AS periode 2025-2029 pada pukul 12.00 siang waktu Washington DC. Pelantikan Donald Trump dilakukan setelahnya dengan pengucapan sumpah jabatan, pada pukul 12.02 waktu setempat dan dilanjutkan dengan penyampaian pidato pelantikan oleh Trump sebagai Presiden AS periode 2025-2029.

***

Donald Trump akhirnya resmi menjabat Presiden AS ke-47 pada Senin (20/01). Upacara pelantikan tersebut menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih, setelah memerintah AS antara 2017 dan 2021. “20 Januari 2025 adalah hari pembebasan. Zaman keemasan Amerika dimulai sekarang juga,” seru Trump dalam pidato pertamanya usai dilantik.

Trump menguraikan sejumlah langkah yang akan segera diambilnya, termasuk mengumumkan darurat nasional di perbatasan AS-Meksiko, mengirim pasukan ke perbatasan, serta mendeklarasikan beberapa geng dan kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing.

Setelah menyampaikan pidato pelantikan, Trump menuju ke suatu arena olahraga di Washington DC, tempat para pendukungnya berkumpul. Dia kemudian berjalan ke panggung, menduduki sebuah kursi, dan menandantangani sejumlah perintah eksekutif di atas meja kecil.

“Dapatkah Anda membayangkan Joe Biden melakukan ini?” tanyanya. Ini adalah daftarnya perintah eksekutif Trump”, ujar Trump.

Beberapa perintah eksekutif yang dimaksud Trump adalah:

– Pembatalan 78 tindakan eksekutif era Biden;

– Pembekuan regulasi yang mencegah para birokrat mengeluarkan regulasi lebih lanjut sampai pemerintahan Trump memiliki kendali penuh atas pemerintah;

– Pembekuan semua perekrutan federal, kecuali militer dan sejumlah kategori lain yang dikecualikan sampai pemerintahan Trump mendapat kendali penuh atas pemerintah;

– Kewajiban bagi semua pegawai federal untuk segera kembali bekerja penuh waktu;

– Perintah kepada setiap departemen dan lembaga pemerintah federal untuk mengatasi biaya hidup;

– Penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris;

– Arahan kepada pemerintah federal guna memulihkan kebebasan berbicara dan mencegah penyensoran pemerintah terhadap kebebasan berbicara;

– Arahan kepada pemerintah federal guna mengakhiri penggunaan pemerintah sebagai senjata melawan “musuh politik” dari pemerintahan sebelumnya

Trump, yang merupakan presiden tertua AS dalam sejarah negara tersebut, juga mengumumkan empat prioritasnya.

Di depan para pendukungnya, Trump berjanji akan mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, juga menegaskan akan berusaha mendapatkan kembali kendali atas Terusan Panama yang merupakan salah satu rute perdagangan terpenting AS. Sekitar 40% dari seluruh kapal kontainer di AS melewati Terusan Panama yang menghubungkan antara Samudra Atlantik dan Pasifik.

Terusan Panama dibangun oleh AS pada awal abad ke-20. Pada 1999, Panama sepenuhnya mengendalikan Terusan itu dengan syarat Panama harus netral dan terbuka bagi semua kapal dari negara manapun. Namun, dalam pidatonya, Trump menuduh China yang mengoperasikan Terusan itu. “China mengoperasikan Terusan Panama dan kami tidak memberikannya kepada China, kami memberikannya kepada Panama. Kami akan mengambilnya kembali.”

Tidak jelas bagaimana Trump bermaksud untuk merebut kembali Terusan Panama, tetapi sebelum pelantikannya, ia mengatakan tidak akan mengesampingkan kemungkinan menggunakan militer.

Sementara itu, Presiden Panama, Jose Raul Mulino, menolak pidato Trump tersebut. Dalam unggahan ke media sosial X, dia menulis: “Kanal itu bukan konsesi dari siapapun. Itu adalah hasil dari perjuangan beberapa generasi yang memuncak pada 1999. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT