BerandaEdukasiTips dan Trik Memandu Wisata Sejarah di Museum

Tips dan Trik Memandu Wisata Sejarah di Museum

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Pemandu Museum adalah orang pertama yang akan di temui oleh pengunjung pada saat wisata sejarah di museum. Pemandu tersebut akan menjelaskan berbagai informasi yang berkaitan dengan sejarah dan koleksi dalam museum.

Pemandu museum termasuk pemeran utama dari keberadaan dan keberlangsungan museum itu sendiri, sehingga dalam tugasnya harus memperhatikan dan mengikuti aturan museum berdasarkan prosedur pelayanan terhadap pengunjung museum.

Wisata museum memang kini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang belajar sejarah dan budaya. Semakin eksis dan berkembang suatu museum, maka akan semakin dituntut profesionalitas dari seorang pemandu.

Pemandu museum dituntut untuk mengupgrade kemampuannya dalam menjelaskan museum beserta isinya. Semakin lama seorang pemandu bekerja di dan untuk museum, maka semakin berpotensi dirinya untuk profesional. Mengapa demikian? Ya, karena tips dan trik memandu wisata sejarah di museum tidak bisa hanya dipelajari secara teori saja, tapi akan terlahir setelah praktek memandu.

Bagaimana melakukan kepemanduan wisata di Museum? Berikut ini tips dan triknya:

  1. Mengetahui Asal Pengunjung
  • Menyapa pengunjung dengan baik
  • Menanyakan asal pengunjung dengan sopan
  • Melihat situasi dan kondisi dalam menanyakan asal pengunjung
  • Berinteraksi dengan baik, tanggap dan sopan
  • Menyesuaikan gaya bahasa asal pengunjung
  • Menyesuaikan adat/budaya asal pengunjung

2. Mengetahui Gaya Pengunjung

  • Mengamati gaya pengunjung
  • Menyesuaikan gaya pengunjung
  • Memahami gaya pengunjung
  • Mengikuti gaya pengunjung
  • Mengapresiasi gaya pengunjung

3. Mengetahui Tujuan Pengunjung

  • Menanyakan tujuan berkunjung
  • Membantu tujuan pengunjung
  • Menangani tujuan pengunjung
  • Menjelaskan dan menjawab dari tujuan pengunjung
  • Memberikan solusi kepada pengunjung

4. Mengetahui Klasifikasi Pengunjung

  • Memperkirakan klasifikasi tingkat jumlah pengunjung
  • Memperkirakan klasifikasi tingkat ekonomi pengunjung
  • Memperkirakan klasifikasi macam/bentuk kunjungan
  • Memperkirakan klasifikasi pekerjaan/jabatan pengunjung
  • Memperkirakan profesi pengunjung

5. Mengetahui Kemampuan Pengunjung

  • Penyesuaian pelayanan terhadap pengunjung pelajar
  • Penyesuaian pelayanan terhadap pengunjung mahasiswa/i
  • Penyesuaian pelayanan terhadap pengunjung umum
  • Penyesuaian pelayanan terhadap pengunjung disabilitas
  • Penyesuaian pelayanan terhadap pengunjung lanjut usia.
Penulis disamping Patung Palindo, di halaman depan Museum Negeri Provinsi Sulawei Tengah. (foto: rama/*)
Penulis disamping Patung Palindo, di halaman depan Museum Negeri Provinsi Sulawei Tengah. (foto: rama/*)

Untuk menjadi pemandu museum diperlukan layanan dan sikap yang memenuhi standar layanan sebagai berikut:

1. Mampu berkomunikasi dengan baik

Pemandu museum adalah seorang yang bekerja melayani wisatawan. Seorang pemandu harus mampu berkomunikasi yang baik dengan bersikap sopan santun terhadap pengunjung selain itu mampu berbahasa asing pada saat bertemu dengan wisatawan mancanegara.

2. Bersikap tenang terhadap apa yang dihadapi

Dalam wisata museum, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada wisatawan maka pemandu wisata harus memahami dan selalu bersikap tenang agar dapat berfikir dengan jernih dan menemukan cara untuk menangani masalah tersebut.

3. Aktif melayani pengunjung

Selama perjalanan di museum pemandu museum harus melayani wisatawan dengan aktif agar wisatawan puas dengan layanan yang diberikan.

4. Percaya diri

Salah satu sikap yang wajib dimiliki pemandu museum adalah sikap percaya diri agar dapat dilihat oleh pengunjung sebagai sosok yang pantas sebagai seorang pemandu museum.

5. Responsif dan disiplin terhadap peraturan

Selama bertugas sebagai pemandu museum harus memiliki sikap yang cepat dalam memberikan yang cepat dalam memberikan tanggapan terhadap semuah situasi Selain itu pemandu wisata harus disiplin terhadap peraturan yang berlaku di area tempat kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Demikianlah beberapa hal terkait tips dan trik dalam memandu wisata sejarah di museum dan lingkungannya. Semoga bermanfaat adanya, khususnya bagi mereka yang memilih jalan profesi sebagai pemandu wisata museum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pemandu Museum/Ketua DPD Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) Provinsi Sulawesi Tengah.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT