PALONTARAQ.ID – Berikut ini Qs. Al-furqan Ayat 51-60 sebagai bahan muraja’ah secara online bagi ikhwah sekalian yang tidak sempat membawa mushaf al-Qur’an, khususnya bagi ikhwah sekalian saat musafir (dalam perjalanan).
Muraja’ah Djuz 19: Qs. Al-Furqan: 51-60
وَلَوۡ شِئۡنَا لَبَـعَثۡنَا فِىۡ كُلِّ قَرۡيَةٍ نَّذِيۡرًا
Wa law shi’naa laba’asnaa fii kulli qar yatin naziiraa
Artinya:
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri. (Qs. Al-Furqan: 51)
فَلَا تُطِعِ الۡكٰفِرِيۡنَ وَ جَاهِدۡهُمۡ بِهٖ جِهَادًا كَبِيۡرًا
Falaa tuti’il kaafiriina wa jaahidhum bihii jihaadan kabiiraa
Artinya:
Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan yang besar. (Qs. Al-Furqan: 52)
وَهُوَ الَّذِىۡ مَرَجَ الۡبَحۡرَيۡنِ هٰذَا عَذۡبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلۡحٌ اُجَاجٌ ۚ وَجَعَلَ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخًا وَّحِجۡرًا مَّحۡجُوۡرًا
Wa Huwal lazii marajal bahraini haazaa ‘azbun furaatunw wa haazaa milhun ujaaj; wa ja’ala bainahumaa barzakhanw wa hijram mahjuuraa
Artinya:
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. (Qs. Al-Furqan: 53)
وَهُوَ الَّذِىۡ خَلَقَ مِنَ الۡمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهٗ نَسَبًا وَّ صِهۡرًا ؕ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيۡرًا
Wa Huwal lazii khalaqa minal maaa’i basharran fa ja’alahuu nasaban wa sihraa; wa kaana Rabbuka Qadiiraa
Artinya:
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan mu¡aharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa. (Qs. Al-Furqan: 54)
وَيَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنۡفَعُهُمۡ وَلَا يَضُرُّهُمۡؕ وَكَانَ الۡـكَافِرُ عَلٰى رَبِّهٖ ظَهِيۡرًا
Wa ya’buduuna min duunil laahi maa laa yanfa’uhum wa laa yadurruhum; wa kaanal kaafiru ‘alaa Rabbihii zahiiraa
Artinya:
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (Qs. Al-Furqan: 55)
وَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيۡرًا
Wa maa arsalnaaka illaa mubashshiranw wa naziiraa
Artinya:
Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (Qs. Al-Furqan: 56)
قُلۡ مَاۤ اَسۡــَٔـلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ اَجۡرٍ اِلَّا مَنۡ شَآءَ اَنۡ يَّـتَّخِذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيۡلًا
Qul maaa as’alukum ‘alaihi min ajrin illaa man shaaa’a ai yattakhiza ilaa Rabbihii sabiilaa
Artinya:
Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (Qs. Al-Furqan: 57)
وَتَوَكَّلۡ عَلَى الۡحَـىِّ الَّذِىۡ لَا يَمُوۡتُ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِهٖ ؕ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوۡبِ عِبَادِهٖ خَبِيۡرَ ا
Wa tawakkal ‘alal Haiyil lazii laa yamuutu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihii bizunuubi ‘ibaadihii khabiiraa
Artinya:
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya. (Qs. Al-Furqan: 58)
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ ۛۚ اَلرَّحۡمٰنُ فَسۡـَٔـــلۡ بِهٖ خَبِيۡرًا
Allazii khalaqas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fii sittati aiyaamin summmmastawaa ‘alal ‘Arsh; ar Rahmaanu fas’al bihii khabiiraa
Artinya:
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad). (Qs. Al-Furqan: 59)
وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمُ اسۡجُدُوۡا لِلرَّحۡمٰنِ قَالُوۡا وَمَا الرَّحۡمٰنُ اَنَسۡجُدُ لِمَا تَاۡمُرُنَا وَزَادَهُمۡ نُفُوۡرًا ۩
Wa izaa qiila lahumus juduu lir Rahmaani qooluu wa mar Rahmaanu anasjudu limaa taamurunaa wa zaadahum nufuuraa
Artinya:
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran). (Qs. Al-Furqan: 60)
(***)


