Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Tulisan ini adalah review dari kegiatan Webinar Series 16 dengan topik “Contractor Safety Management System (CSMS)” dengan Narasumber Beni Cahyadi yang diselenggarakan oleh Standar.id pada Kamis, 13 Januari 2022.
CSMS (Contractor Safety Management System) adalah suatu sistem manajemen keselamatan kerja (SMK3) yang diterapkan kepada kontraktor, vendor dan supplier suatu perusahaan, merupakan sistem komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan dengan menghubungkan SMK3 perusahaan dengan SMK3 Kontraktor.
CSMS ini berupa dokumen yang berisi suatu mekanisme kontrol, monitor dan memperbaiki penyelenggaraan/pelaksanaan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Mengenal CSMS
Tujuan CSMS adalah Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang ditetapkan perusahaan, sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan kinerja K3 di lingkungan kontraktor, serta untuk mencegah dan menghindarkan kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor.

Manfaat Penerapan CSMS pada Perusahaan :
1. Meningkatkan keefektifan sistem pengelolaan perusahaan yang sudah ada dalam bidang HSE;
2. Mengurangi angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan, mengurangi resiko biaya pengobatan dan hilangnya waktu kerja;
3. Meningkatkan Perbaikan kinerja K3LL secara berkesinambungan bagi Perusahaan dan kontraktor dengan mengatur program K3LL yang efektif pada kontrak;
4. Membantu memfasilitasi hubungan antara kegiatan kontraktor dengan kegiatan perusahaan/ klien, main kontraktor dan sub kontraktor dalam mengatur program yang selaras;
5. Administrasi dokumen perusahaan yang efektif;
6. Meningkatkan profit perusahaan
7. Mendapatkan tingkat performance perusahaan yang tinggi.
Pra Kualifikasi :
Untuk meniliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender.
Pemilihan/Seleksi :
Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender.
Aktivitas Awal Pekerjaan :
Adalah langkah untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan perusahaan minyak dan tambang.
Pre job activity meeting at office
Pre job activity meeting at site
Rencana Kerja (work plan)
Review Potential Hazards and Safety Aspect
Emergency Response Plan and Procedure
Pre Job safety Meeting – site
Orientasi Lapangan
Finalization All Safety Requirement
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada Saat Pekerjaan Berlangsung :
Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection)
Program Keselamatan Kerja (Safety Program): Safety Meeting, Safety Inspection, Safety Promotion, Safety Communication, Emergency Drills and Exercise, Incident Investigation
Evaluasi Akhir:
Adalah langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan Pekerjaan Berlangsung. Hasil evaluasi akan disimpan di data bank, menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang.
Kinerja Keselamatan Kerja :
Safe working hours
Frequensi rate & Severity rate
Masalah-masalah Keselamatan Kerja
Laporan Kecelakaan, kerusakan, kejadian, nyaris celaka dan anomaly.
Pelatihan yang diadakan.
Demikian, semoga bermanfaat adanya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Peserta Webinar Series 16, “CSMS (Contractor Safety Management System).”



