Laporan: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) mencatat nilai transaksi pasar modal di Sulawesi Selatan medio Januari-Februari 2022 capai Rp 4,21 triliun. Hal ini diungkapkan Kepala OJK 6 Sulampua Mohammad Nurdin Subandi di Makassar, Rabu (30/3/2022).
“Jumlah transaksi saham yang cukup signifikan pada awal tahun 2022 berpotensi melebihi total transaksi saham selama Tahun 2021 yang mencapai Rp 39,05 triliun dan 2020 sebesar Rp 20,41 triliun. Tingkat inklusi masyarakat khususnya terhadap produk saham memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tentu ini harus terus kita dorong ke depan,” ungkap M Nurdin Subandi.
“Salah satu bukti perkembangan yang menggembirakan dari pasar modal di Sulsel, baik saham, reksadana maupun surat berharga negara (SBN), dapat dilihat dari jumlah rekening investasi sampai Februari 2022 yang mencapai 224.799 rekening.” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar, Fahmi Amirullah mengungkapkan bahwa kondisi pasar modal saat ini banyak digandrungi kalangan milenial. “BEI Makassar sejauh ini sudah melakukan beberapa langkah. Termasuk salah satunya membuka galeri-galeri investasi di sejumlah kampus baik di Makassar ataupun di Parepare. Saya juga meminta agar BEI Makassar rutin sosialisasi ke daerah-daerah agar bisnis pasar modal semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Fahmi Amirullah yang optimis pasar modal Sulsel akan terus mengalami perkembangan yang menggembirakan. (*)


