Laporan: A. Adil Makkulau
Video terkait: Pangkep Banjir Bandang, Ponpes Modern Putri IMMIM Aman dan Kondusif
PALONTARAQ.ID, PANGKEP – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca buruk yang diprediksi terjadi di Sulawesi Selatan selama tiga hari mulai 5-7 Desember 2021, termasuk wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Pangkep.
Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar telah memperkirakan sebelumnya akan adanya aktivitas pasang air laut maksimum dan kondisi gelombang tinggi dapat memengaruhi kondisi wilayah pesisir di Sulawesi Selatan, tak terkecuali di Kabupaten Pangkep, Senin (6/12/2021).
Setelah semalam diguyur hujan hingga pagi hari, Selasa (7/12/2021), Banjir Bandang justru semakin meluas, dan yang paling parah melanda ruas jalan poros Palampang-Pangkep, sampai pihak Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menutup akses melewati jembatan lama karena pergerakan arus yang cukup kuat di bantaran Sungai Pangkajene.
Pangkep Berduka, tertutupnya akses jalan poros Makassar-Pangkep-Toraja tersebut menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Ratusan kendaraan dipastikan banyak yang mengalami kerusakan akibat memaksakan diri melewati jalan utama Pangkajene tersebut, aktivitas ekonomi dan perdagangan praktis lumpuh dan Pasar Pangkajene tak berbentuk lagi. Semuanya laksana lautan yang baru terbentuk.
Salah seorang warga Pangkajene, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, yang juga Ketua YASDIC IMMIM Pangkep mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Ya, sudah resiko berumah di pinggir bantaran sungai, mau apa lagi, kita harus menerimanya ikhlas, kita berdoa saja semoga kita semua diberi ketabahan bagi semua yang mengalaminya, serta semoga airnya segera surut,” ujarnya.
Potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan utara Sulawesi Selatan mencapai ketinggian 1,25 hingga 6 meter. Dari Pantauan Palontaraq dan Channel Putri IMMIM, Selasa (7/12/2021), hampir semua kecamatan terendam banjir di Pangkep dan Jalan Trans Sulawesi Macet total. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Bidang BPBD, Ridwan Sam yang mengungkapkan bahwa hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten Pangkep sudah terendam.
“Yang terparah seperti Pangkajene, Minasatene, Segeri, Bungoro, dan Labakkang, sementara daerah yang berada di dataran tinggi dan kepulauan masih aman. Tondong dan Balocci yang sedikit aman. Banjir juga menggenangi jalan raya dan dampaknya menyebabkan kemacetan di jalan trans Sulawesi. Ketinggian air bervariasi, ada yang 1 meter, 1.5 meter, bahkan ada yang sudah 2 meter, sementara kita telah melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep, Muhammad Farid Wajdi, mengungkapkan bahwa Banjir Bandang di akhir tahun ini sungguh mengerikan, dan lebih parah dari Banjir Bandang yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep masih aman dan kondusif, cuma kami tetap terdampak, karena kebutuhan pangan yang harus dipenuhi untuk santriwati terhambat aksesnya di Pangkajene,” ujar Farid.
Hal senada diungkapkan Dra Nurhudayah, Pimpinan Kampus Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep kepada Palontaraq (7/12/2021). “Semoga saja tidak berlangsung lama, karena meski kami di Minasatene, hanya terdampak sebagian banjirnya, tapi sangat terdampak terhadap kelangsungan pendidikan dan ekonomi warga. Kami di Lingkungan Pondok Pesantren misalnya, Alhamdulillah tidak banjir, tapi kami terdampak secara ekonomi karena akses pangan dan lauk bagi ratusan santriwati menjadi terganggu. Mari kita semua berdoa agar hujan ini yang sejatinya adalah berkah, tidak terus menerus menjadi bencana langganan setiap tahunnya,” ungkapnya. (*)


