BerandaEdukasiKemendikbud-Ristek Rilis Panduan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kemendikbud-Ristek Rilis Panduan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Laporan: Etta Adil

Related Post: Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep Masuk Kampus 5 Juli

PALONTARAQ.ID – Pandemi Covid-19 belumlah dinilai akan berakhir, sehingga ketentuan protokol kesehatan masih dituntut penerapannya dalam berbagai bidang pelayanan publik, pendidikan dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, bagi sekolah yang siap atau sedang menyelenggarakan sekolah tatap muka, kini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah meluncurkan Panduan Belajar di Masa Pandemi untuk Pegangan Para Guru.
Panduan ini, berlaku bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmeng).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan perilisan panduan belajar ini agar bisa mempermudah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. “Saya pikir kita semua memang membutuhkan panduan operasional untuk mempermudah melaksanakan PTM Terbatas sebagai turunan SKB 4 Menteri yang telah disepakati,” ungkapnya sebagaimana dilansir dalam laman kemdikbud.go.id

Lebih lanjut, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa saat ini masih banyak sekolah yang tidak memberikan opsi belajar tatap muka terbatas. Padahal, pihaknya telah menawarkan opsi bagi daerah dengan zona hijau, serta para guru dan tenaga pendidik yang telah melakukan vaksinasi.

“Sampai hari ini saya masih sering membaca dan mendengar keluhan anak sekolah di media sosial yang ingin PTM segera dimulai. Ini menunjukkan masih banyak sekolah yang masih belum memberikan opsi PTM terbatas. Kemdikbud sebenarnya telah menyarankan kepada satuan pendidikan yang berada di zona hijau, agar guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin untuk segera melaksanakan PTM terbatas,” terangnya.

Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim. (foto: ist/*)
Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim. (foto: ist/*)

Nadiem Makarim menegaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas harus dilakukan demi masa depan generasi muda yang lebih baik. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) memiliki resiko pada kemampuan belajar para peserta didik. “Kami paham kekhawatiran orangtua, guru dan tenaga pendidik, tapi kita harus mengingat dampak panjangnya, yaitu hilangnya pembelajaran (learning loss),” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril berharap agar panduan belajar untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA ini dapat dipelajari dengan seksama dan diterapkan sebaik mungkin.

“Juga dalam pelaksanaan Panduan PTM Terbatas, pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pelaksanaannya. Pada prinsipnya, panduan ini merupakan alat bantu untuk menyelenggarakan pembelajaran. Penerima manfaat utamanya adalah guru dan tenaga kependidikan yang perlu mengontekstualisasikan panduan sesuai kondisi daerah dan satuan pendidikan,” tutur Iwan Syahril.

Iwan mengatakan, panduan ini terintegrasi dengan menampilkan teks utama yang didukung glosarium dan sumber belajar yang membantu pembaca memahami atau mempelajari konsep pada teks utama. “Pertimbangan utama dalam memilih strategi yang ditampilkan pada panduan ini adalah kebermanfaatan sebesar-besarnya bagi murid. Diharapkan, panduan ini bisa mendorong pembelajaran yang mengantisipasi dampak negatif learning loss,” ungkap Iwan.

DOWNLOAD: PANDUAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MASA PANDEMI COVID-19

Adapun mengenai isi panduan ini sendiri, Iwan menyampaikan ada enam bagian yang disampaikan pada panduan ini terdiri dari: Pendahuluan; Ketentuan Pokok Penyelenggaraan Pembelajaran; Konsep-konsep Implementasi Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi Covid-19; Pengelolaan dan Jadwal Pembelajaran di Satuan Pendidikan, serta Rencana Pelaksanaan dan Jadwal Pembelajaran Kelas/Mata Pelajaran; Penjaminan Mutu Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi Covid-19: Pemantauan Pembelajaran dan Tindak Lanjut Pengembangan Pembelajaran serta lampiran. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT