Laporan: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) melalui laman websitenya bakal menggelar Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara Ke-18, bertema “Naskah Nusantara: Identitas, Kebangsaan, dan Literasi Budaya” pada 25-26 Agustus 2021 yang akan datang.
Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), bertujuan untuk mendiskusikan temuan-temuan terbaru baik yang terkait penelitian akademik maupun kondisi terkini pernaskahan di Indonesia.
Sehubungan dengan penyebaran virus COVID-19, kegiatan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara Ke-18 (2021) akan sepenuhnya dilaksanakan secara daring (online). Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 25-26 Agustus 2021.
Tema utama Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara Ke-18 adalah “Naskah Nusantara: Identitas, Kebangsaan, dan Literasi Budaya”. Pemilihan tema tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan terkait peran dan fungsi naskah Nusantara di era kontemporer.
Tema ini akan mempertegas peran dan fungsi naskah Nusantara sebagai perekat identitas bangsa Indonesia sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan. Selain itu, tema ini menunjukkan peran dan fungsi naskah Nusantara di masa kini melalui ragam kreativitasnya masing-masing.
Untuk membahas tema utama tersebut, simposium ini akan dibagi ke dalam 10 panel diskusi yang membahas sub-subtema berikut:
1. Kebangsaan dan Keragaman dalam Naskah
Subtema ini bertujuan untuk memperlihatkan kekayaan keragaman masyarakat Nusantara–seperti tradisi tulis, etnis, bahasa, agama, dan lain-lain–berikut fungsinya dalam memperkuat karakter kebangsaan Indonesia.
2. Filologi, Generasi Muda, dan Tantangan Era Digital
Subtema ini bertujuan untuk memberi ruang perumusan konsep-konsep kajian filologi yang khas Nusantara, termasuk dalam persoalan menghadapi tantangan era digital dan pengenalannya kepada generasi muda.
3. Naskah, Wabah, dan Kebencanaan
Subtema ini secara khusus ditujukan untuk merespon kondisi Indonesia yang tengah menghadapi wabah penyakit. Pembahasan ini juga dimaksudkan untuk membincang kondisi Indonesia yang terletak di kawasan rawan bencana alam dan memperlihatkan bagaimana strategi mitigasinya sebagaimana yang tercatat dalam naskah Nusantara.
4. Jalur Rempah dan Budaya Bahari dalam Naskah
Subtema ini membahas strategi masyarakat Nusantara di masa silam yang menjadikan sektor kelautan sebagai jalur strategis dalam membangun pusat perekonomian dan perkembangan budaya Nusantara.
5. Kosmopolitanisme Nusantara dalam Naskah
Subtema ini bermaksud menguraikan bagaimana interaksi, keterbukaan, dan pergaulan masyarakat Nusantara terhadap bangsa lain di dunia sehingga membentuk peradaban yang kosmopolit.
6. Naskah dan Isu Repatriasi
Subtema ini bertujuan merespon isu repatriasi atau pengembalian benda-benda pusaka bangsa Indonesia yang disimpan di luar negeri yang sering kali menjadi perbincangan banyak pihak.
7. Tren Komunitas Pernaskahan Nusantara
Subtema ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan merespon kemunculan berbagai komunitas masyarakat yang bertujuan menghimpun pemerhati kebudayaan lokal, termasuk dalam hal pelestarian naskah Nusantara.
8. Isu Perempuan dalam Naskah
Subtema ini ditujukan untuk membahas sejumlah isu terkait perempuan dan gender yang terdapat dalam naskah Nusantara.
9. Naskah, Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Pangan
Subtema ini bertujuan untuk memperlihatkan sumbangsih naskah Nusantara dalam isu pelestarian lingkungan hidup termasuk dalam hal strategi ketahanan pangan.
10. Naskah dan Ekonomi Kreatif
Sub tema ini bertujuan untuk memperlihatkan sumbangsih naskah Nusantara untuk memperkuat potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Beberapa Narasumber Utama yang akan terlibat dalam Simposium Internasional Manassa ke-18 ini adalah Prof. Dr. Achadiati Ikram (Guru Besar FIB Universitas Indonesia), Dr. Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI), Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M. (Kepala Perpustakaan Nasional RI), Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Guru Besar Filologi Universitas Hasanuddin), Prof. Dr. Oman Fathurahman (Guru Besar Filologi UIN Jakarta), dan Dr. Pramono (Filolog Universitas Andalas)
Untuk menggalang partisipasi dan kontribusi yang lebih luas dari para peserta simposium, panitia telah mengumumkan tantangan Call for Paper, dalam bentuk penulisan makalah dengan batas akhir penerimaan sampai tanggal 15 Juni 2021. Pengumuman Makalah Terpilih akan dilaksanakan pada Tanggal 1 Juli 2021. Untuk batas akhir Konfirmasi dan Pembayaran kepesertaan adalah Tanggal 10 Juli 2021. (*)



1. Dinasti Ayyubiyah merupakan dinasti muslim Sunni yang beretnis Kurdi. Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Sholahuddin Al Ayyubi yang berpusat di Mesir. Sholahuddin Al Ayyubi merupakan panglima perang muslim yang berhasil merebut Kota Yerusalem pada Perang Salib.
2. berdirinya dinasti al ayyubiyah dipelopori oleh Salahuddin Al-Ayubbi pada tahun 1174M. Beliau dan Shirkuh telah berhasil menaklukan Mesir untuk Raja Zengiyyah Nuruddin dari Damaskus pada tahun 1169. … Pasca Dinasti Fatimiyah runtuh, kendali pemerintahan di Mesir dipegang oleh Salahudin Yusuf Al Ayyubi
3. Perkembangan ilmu pengatahuan ditandai dengan datangnya ulama-ulama masyhur untuk mengajar di al-Azhar. Beberapa ulama tersebut adalah
a. Abdul Latif al-Bagdadi, ahli ilmu mantik dan bayan;
b. Syekh Abdul Qasim al-Manfalubi, ahli fikih;
c. Syamsuddin Khallikan, ahli sejarah;
d. Abu Abdullah al-Quda’i, seorang ahli fikih, hadis, dan sejarah;
e. Al-Hufi, ahli bahasa;
f. Abu Abdullah Muhammad bin Barakat, ahli nahwu;
g. Hasan bin Khatir al-Farisi, ahli fikih dan tafsir.
4. a. kepemimpinan
seorg pemimpin memberi perhatian besar trhp ilmu pengetahuan sangat diperlukan untuk kemajuan peradaban atas kebudayaan suatu negara.Dengan adanya universitas ayyubiyah di kairo yg didirikan oleh salahuddin al ayyubi,melahirkan ilmuwan2 ternama waktu itu.terutama dibidang kedoktetan.
b. kesehatan
keberadaan dua rumah sakit di kairo menjadi bukti penting pelayanan kesehatan
c. pertanian
sektor pertanian merupakan pendukung ketahanan pangan nasional suatu negara.oleh karenanya,salahuddin ayyubi memerintahkan utk membangun saluran irigasi dan bendungan utk menopang kegiatan pertanian.