Beranda Ekonomi Wahai Kaum Buruh, Wahai Kaum Proletar, Bangkit dan Melawanlah!

Wahai Kaum Buruh, Wahai Kaum Proletar, Bangkit dan Melawanlah!

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Kita tak boleh diam, setelah keringat kita diperas, kaum kapitalis itu ingin mencuri darah kita.

Kita tak mungkin bungkam setelah undang-undang Ketenagakerjaan yang minim menyiksa kita, RUU Omnibus Law Cipta Kerja justru ingin menggorok leher kita.

Apa yang diberikan, oleh undang-undang ketenagakerjaan yang kemudian dipopulerkan sebagai ‘hak-hak buruh’, belumlah memadai bila diukur dari jerih payah kita dalam proses produksi.

Namun tiba-tiba, RUU Omnibus Law Cipta Kerja datang dan ingin merampas hak-hak kita yang sedikit itu.

Kita adalah asas produksi, betapapun besar modal, betapapun melimpahnya sumber daya alam, betapapun besar peluang pasar, tanpa kerja-kerja buruh produksi tidak akan pernah terjadi.

Tanpa produksi, kaum kapitalis tak mungkin memiliki produk, yang dengan menjual produk itu mereka dapat mengumpulkan laba.

Mereka ingin menimbun lebih banyak, dari keringat darah dan air mata buruh, menjadi laba-laba yang diklaim sebagai akibat dari investasi kapital.

Mereka berusaha menjadikan kapital sebagai asas produksi, kemudian merampas seluruh hak-hak buruh dengan dalih menjadi ‘laba produksi’ yang menjadi hak para kaum kapital.

RUU Omnibus Law Cipta Kerja, esensinya adalah Cipta penindasan para buruh. RUU ini telah merampas sejumlah hak-hak dasar kaum buruh.

RUU ini telah melapangkan jalan, bagi eksploitasi kaum proletar oleh kaum kapitalis.

Mereka yang dahulu mengaku aktivis buruh, pejuang proletar, setelah berada di sisi singgasana istana, justru tega ikut memeras keringat buruh, secara sadar ikut untuk meminum darah kaum proletar.

Mereka bukan lagi bagian dari kita, dan kita bukan lagi bagian dari mereka. Karena itu jauhkan diri dari setiap agitasi, yang ingin melapangkan jalan mulusnya RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Wahai buruh, wahai kaum proletar, bangkit berdiri dan melawan lah. Tidak ada satupun takdir sejarah, yang mewajibkan kaum buruh selalu tertindas.

Bangkit dan melawan lah ! Lawan setiap ujaran tirani dan penindasan, dengan persatuan dan kekompakan.

Putuslah urat-urat takut itu ! Tolak setiap negosiasi, jika tujuan akhirnya adalah untuk melegitimasi tirani dan penindasan.

Ini bukan hanya soal anda, ini bukan hanya soal kita, ini berkaitan dengan masa depan negeri ini, ini berkaitan dengan masa depan umat Islam.

Karena itu melawan lah ! Melawan lah atas dasar aqidah Islam. Sebab Islam tak boleh diam, membiarkan kezaliman dipermaklumkan.

Bersatu, bergeraklah, tunjukkan pada rezim zalim ini, bahwa mereka keliru besar telah menganggap remeh para buruh.

Keliru besar, mereka menggampangkan keringat, darah dan air mata buruh.

Beri pelajaran pada rezim ini, agar mereka berhenti menzalimi buruh. Atau sekiranya pelajaran Tidak dianggap berarti, maka jauhkan kekuasaan dari rezim ini.

Biarkan rezim jatuh tersungkur, tanpa dukungan dan legitimasi kaum buruh. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! [*].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT