Beranda Humaniora Menjadi Diri Sendiri!

Menjadi Diri Sendiri!

Ilustrated by: wimpoli
Ilustrated by: wimpoli

Oleh: W.I.M. Poli

PALONTARAQ.ID – Orang berpikir dan bertindak berdasarkan apa yang diketahui dan tidak diketahuinya. Pikiran dan tindakannya itu diperhadapkan dengan pikiran dan tindakan orang lain yang mungkin tidak sama.

Timbul pertanyaan: siapa yang benar dan siapa yang salah, dan apa pendapat yang mendasarinya?

Pertanyaan di atas dengan jeli dan jitu diungkapkan oleh Lev Tolstoi, yang lebih dikenal dengan nama Leo Tolstoy (1828-1910), lewat sebuah cerita berjudul “After the Ball” (“Setelah Pesta Dansa”).

Cerita ini ditulis pada tahun 1903 dan baru ditertbitkan pada Tahun 1911 di dalam sebuah kumpulan cerita pendek. Apa isi ceritanya, dan apa pesan yang disampaikannya?

Ceritanya adalah tentang kaum kelas atas di Rusia dengan berbagai penampilannya dalam sebuah pesta-pora yang serba mewah.

Di pesta tersebut, Ivan, sang narator, berjumpa dan jatuh hati pada seorang gadis kelas atas yang terdidik dan menawan penampilannya, termasuk dalam hal dansa-dansi.

Ayah sang gadis ini adalah tuan rumah pesta dansa tersebut, seorang kolonel yang anggun tampilannya, tanpa cacat. Baik sang gadis maupun sang ayah berada pada tingkat penilaian yang tinggi di mata Ivan.

Hati Ivan berbunga-bunga menanggapi kenyataan bahwa sang kolonel sengaja membiarkan anak gadisnya berpuas berdansa dengannya, diiringi tepuk tangan para hadirin.

Setelah pesta berakhir pada larut malam, Ivan kembali ke rumahnya, tetapi tidak dapat tidur, memikirkan sensasi yang sudah dialami dan dinikmatinya.

Mimpinya kian berbunga. Ia berniat mau jadi prajurit kerajaan dan mempersunting anak gadis sang kolonel pujaannya. Karena tidak dapat tidur, tanpa melepaskan pakaian pestanya, ia keluar rumah di waktu subuh untuk makan angin.

Ternyata, bukan hanya angin yang dimakannya, melainkan pengalaman yang menjungkir-balikkan pikiran dan perasaannya.

Telinganya menangkap bunyi musik dan irama genderang yang aneh. Ia mendekat. Terlihat olehnya sejumlah prajurit tengah menyiksa seorang prajurit lain di bawah alunan musik dan irama genderang yang menyayat-nyayat pikiran dan perasaan.

Terdengar olehnya bahwa prajurit yang disiksa tersebut kedapatan berbuat salah yang tidak dapat diampuni. Semua memandang penyiksaan yang terjadi adalah hal yang wajar, setimpal dengan perbuatannya. Prajurit yang disiksa terus saja mengiba minta dikasihani. Kian ia mengiba kian ia disiksa.

Dunia seakan terbalik bagi Ivan ketika ternyata baginya bahwa penyiksaan itu terjadi di bawah komando sang kolonel yang dikaguminya semalam.

Belum puas dengan siksaan yang sudah dilakukan para penyiksa, sang kolonel tampil sebagai eksekutor akhir yang paling kejam.

Pada saat itulah Ivan dan sang kolonel saling berjumpa pandang dan saling mengenal. Seketika keduanya meninggalkan tempat kejadian perkara dengan pikiran dan perasaan yang hanya diketahui diri masing-masing.

Ivan kembali ke kamarnya untuk merenung. Hasil renungannya ialah: “Jika apa yang saya lihat dikerjakan orang lain dengan penuh keyakinan, dan diterima oleh orang lain sebagai sesuatu yang wajar, itu berarti: mereka tahu tentang sesuatu yang tidak saya tahu; dan karena itu tidak dapat saya katakan tindakannya benar atau salah (hal. 412).

Sebuah rasionalisasi dalam ketidak-berdayaan? Sebuah gejala yang umum terjadi?

Ivan perlahan-lahan meninggalkan sang gadis yang telah merebut kekagumannya, dan lebih dari itu, ia meninggalkan mimpi indahnya untuk mengabdikan dirinya sebagai prajurit kerajaan yang gagah.

Ia memilih untuk menjadi bukan siapa-siapa, melainkan menjadi dirinya sendiri.

Renungan: Apa yang dialami dan direnungkan oleh Ivan mungkin saja dialami orang lain sepanjang sejarah. Termasuk kini dan di sini? Sejarahku?

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...