Laporan: Muhammad Farid Wajdi
PALONTARAQ.ID – Hari itu, Jumat pagi (27/9/2019), dua bus menepi di tepi jalan poros Rappocini, tak jauh dari pintu masuk Lorong 3 Kelurahan Rappocini yang dahulunya dikenal akrab dengan tawuran anak mudanya.
Satu persatu penumpang bus, yang merupakan jurnalis, blogger, fotografer dan influencer Di Kota Makassar tersebut turun dan langsung disambut dengan Tari Paduppa, salah satu seni tari tradisional yang dibina oleh Sanggar Seni Binaan Kampung Berseri Astra (KBA).
Ya, kedatangan puluhan pekerja media itu memang difasilitasi PT Astra International Tbk untuk menelusuri wajah dan perkembangan KBA Rappocini sebagai salah satu Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR-nya.


Kampung Berseri Astra “Burasa” (Budaya Rappocini Sehat dan Aman) di Kelurahan Rappocini, Makassar merupakan salah satu bagian dari Program Corporate Social Eesponsibility (CSR) PT. Astra International Tbk dan perusahaan afiliasinya (affiliated company), yang meliputi empat pilar utama yaitu Lingkungan (Environment), Kesehatan (Health), Pendidikan (Education), dan Pemberdayaan Ekonomi (Economy Productivity).
Menelusuri KBA di Lorong ‘sombere’ Rappocini ini memang memiliki nuansa berbeda dengan umumnya lorong-lorong di Kota Makassar. Pada setiap lorong yang dilewati ada keramahan, dicat dan ditata rapi, penuh warna warni serta dibumbui dengan pesan sosial untuk menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban serta kesehatan lingkungan.
Implementasi dari empat pilar CSR tersebut, KBA Rappocini selain membina Sanggar Seni, juga membina Usaha Kecil Menengah (UKM), Edukasi Pola Hidup Sehat, Pengolahan Minyak Jelantah, Cagar Budaya Makam Rappcini, Lorong Garden, Bank Sampah, PAUD, Rumah Toga, Posyandu, serta Pos Kesehatan Lingkungan.



Informasi yang dihimpun Palontaraq, sebagaimana diungkapkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rappocini, Sultan Daeng Liwang, bahwa sejak KBA dihadirkan Februari 2016, banyak perubahan yang terjadi di permukiman warga dan ketertiban lorong Rappocini.
“Hal itu memberikan manfaat besar utamanya warga Rappocini, khususnya yang bermukim di lorong. Sebelum adanya Program CSR Astra, Permukiman Rappocini yang dahulunya dikenal dengan rawan keamanan dan tidak tertata, kini semuanya telah berubah dan warga memiliki semangat pada setiap program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.



Salah seorang warga, Haji Dana kepada Palontaraq, mengungkapkan bahwa KBA Astra membawa perubahan pola hidup bagi warga, misalnya dari yang dahulunya buang sampah sembarangan, sekarang sejak dari rumah sudah melakukan pemilihan dan pemilahan sampah, baik basah maupun kering. Sampah tersebut dapat diuangkan atau ditukar dengan manfaat positif lain di Bank Sampah.
Secara terpisah, Artha Indratama, seorang panitia kegiatan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bentuk sosialisasi Program CSR Astra: Kampung Berseri Astra.
Khusus buat jurnalis, fotografer, blogger dan influencer di Makassar dapat pula berpartisipasi pada kegiatan Lomba Foto Astra 2019 dan Anugerah Pewarta Astra 2019 sebagai salah satu bentuk Sosialisasi Program CSR Astra:Â Kampung Berseri Astra. (*)


