Pendidikan Karakter Bermartabat bagi Anak Jalanan

Tetap semangat membina Anak-anak jalanan Makassar. (foto: ist/KPAJMakassar)

Tetap semangat membina Anak-anak jalanan Makassar. (foto: ist/KPAJMakassar)

Oleh: Ahmad Yani, Founder Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar

Related Post:  Fenomena Anak Jalanan di Makassar

PALONTARAQ.ID – Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar sejak awal dibentuknya sampai sekarang telah membuktikan bahwa mengangkat derajat Anak-anak jalanan dan terlantar harus dilandasi pada kasih sayang dan pendidikan karakter.

Saya telah mengamati dan berinteraksi langsung dengan anak jalanan kota makassar selama 7 tahun, bersama Kpaj makasaar telah membina lebih dari 100 anak-anak jalanan dan terlantar di Makassar.

Anak-anak jalanan itu dipaksa orangtua mereka mencari nafkah di usia belia dengan cara meminta-minta di jalan. Sebagian menjadi pemulung, penjual tissu atau koran di jalanan. Tragisnya, banyak dari mereka yang diperlakukan tidak layak dan tidak mendapatkan pendidikan. Inilah salah satu alasan saya mewakafkan waktu dan perhatian untuk anak jalanan.

Selama mengurusi KPAJ Makassar dan membina anak jalanan pada beberapa area binaan, ternyata banyak hal yang bisa dilakukan dalam kerangka pengajaran pendidikan berkarakter, termasuk didalamnya pendidikan Agama di Sekolah non formal sejak 2012 didirikannya KPAJ Makassar.

Lihat pula: KPAJ gandeng 5 Komunitas, Bukber Anak Jalanan

Bersama Kakak-kakak Pembina dan Relawan KPAJ Makassar. (foto: ist/dok.pribadi Ahmad Yani)

Bersama Kakak-kakak Pembina dan Relawan KPAJ Makassar. (foto: ist/dok.pribadi Ahmad Yani)

Tidak sedikit dari anak jalanan yang putus sekolah disekolahkan kembali berkat ketekunan dan kesabaran para volunteer KPAJ. Sampai saat ini, tidak semua anak jalanan bisa kita selamatkan, namun paling tidak, di KPAJ, bersama KPAJ, kita telah melakukan hal baik yang bisa dilakukan untuk Anak-anak jalanan Makassar.

Mendidik anak-anak jalanan itu harus dengan kasih sayang. Juga menumbuhkan karakter melalui pendekatan Agama. Itulah sebabnya, di KPAJ Makassar dibuka kelas mengaji, kelas pendidikan karakter melalui pendekatan agama, dan sesekali liburan bersama anak jalanan.

Lihat pula: Lagi, KPAJ bina 37 Anak Jalanan

Langkah Awal Menarik Minat Belajar Anak Jalanan

Agar mereka dapat duduk manis belajar, harus ada hadiah biasanya berupa makanan atau hadiah lainnya. Mereka biasanya berkeliaran di jalan untuk mencari makan. Itulah kuncinya. Kami selalu memberi mereka makan dan mereka selalu mau belajar.

Hal ini tidak membuat mereka ketergantungan berharap makanan karena ketika kami mengajar tanpa hadiah mereka tetap antusias belajar, mungkin karena mereka sudah dekat dengan kakak-kakak volunteer KPAJ Makassar.

Kenapa kpaj makassar lebih menekankan pendidikan kaakter berbasis agama? Karena mereka bisa diserap dunia kerja dan bisa diterima jika telah memiliki karakter yang bermartabat.

Salah satu kegiatan KPAJ, membina Anak-anak Jalanan di Lokasi dibawah jembatan Flyover Pettarani. (foto: ist/KPAJ Makassar)

Salah satu kegiatan KPAJ, membina Anak-anak Jalanan di Lokasi dibawah jembatan Flyover Pettarani. (foto: ist/KPAJ Makassar)

Kepada Pemerintah Kota, terkhusus Kementerian Sosial, kami tentu berharap agar sebaiknya anak-anak jalanan yang dirazia karena dianggap mengganggu lingkungan agar diberikan pembinaan, dimasukkan dalam asrama, dan dididik oleh Guru-guru yang dedikatif dan penyayang.

Related Post: Sajak Anak Jalanan

Kami tak selamanya ada untuk mereka, tapi kami di KPAJ akan terus berbuat yang terbaik untuk menolong, membantu, dan membina mereka sebagai bagian dari panggilan kemanusiaan.

Kami berharap kepada Pemerintah setempat, sebagai bagian dari mendidik anak bangsa dan menjalankan amanat konstitusi, agar dapat mengajarkan kepada mereka akan karakter dan pendidikan formal, dan selanjutnya agar mereka bisa mempunyai bekal dalam hidup. Itulah salah satu cara untuk menyelamatkan generasi bangsa. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response