Sunnah Makan Daging di Hari Tasyrik

by Penulis Palontaraq | Senin, Agu 12, 2019 | 67 views
Hari Tasyriq adalah Hari menikmati daging qurban. Daging berkah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Hari Tasyriq adalah Hari menikmati daging qurban. Daging berkah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Tulisan Sebelumnya: Menikmati Hari Tasyriq

PALONTARAQ.ID – Apa itu Hari Tasyrik? Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, 13 Zulhijah atau secara sederhana dapat dikatakan, sebagai Hari-hari makan daging berturut-turut setelah tanggal 10 Dzulhijjah.

Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging kurban di terik matahari. Dalam hadis disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak zikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarah Shahih Muslim, 8: 18).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kalau hari tasyrik disebut hari makan dan minum berarti ketika itu tidak dibolehkan untuk berpuasa apa pun di hari-hari tersebut (11, 12, 13 Zulhijah). Inilah pendapat yang lebih dikuatkan dalam madzhab Syafi’i. (Lihat Al Iqna’, 1: 412).

Lihat pula: Resep Bumbu Dasar
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jadi, buat saudara muslim dan ikhwah sekalian yang memiliki kebiasaan puasa Senin-Kamis dapat MENUNDA dahulu puasanya atau DAPAT berpuasa Senin-Kamis di Bulan Dzulhijjah diluar Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah) yang telah dianjurkan sebagai “Hari makan-minum”.

Sop Kikil (foto:bomanta)

Sop Kikil (foto:bomanta)

Lihat pula: Ini 7 Kuliner khas Makassar saat Idul Adha, dijamin Ketagihan!

Mari nikmati Hari Tasyrik sebagai hari kesyukuran atas sunnah menikmati kuliner/olahan daging berkah (sapi, kerbau, kambing, domba, atau unta) di hari yang berkahi untuk makan daging (11-13 Dzulhijjah), sebagaimana sabda Nabi SAW, “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Hari Tasyrik adalah juga salah satu bukti bahwa syariah Islam sesuai dengan fitrah manusia. Setelah melaksanakan perintah qurban, yang pembagiannya atau peruntukannya sepertiga untuk kaum dhuafa/fakir miskin/yatim-piatu, sepertiga bagi yang berqurban, dan sepertiga untuk hadiah (buat siapa saja), maka selanjutnya diperintahkan untuk bersama-sama menikmati daging qurban tersebut selama tiga hari (Hari Tasyrik). Inilah perintah Islam yang membahagiakan dan menyehatkan.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response