Pertempuran Baru

by Penulis Palontaraq | Minggu, Jul 14, 2019 | 69 views
Skenario mempertemukan Jokowi-Prabowo di MRT Lebak Bulus. (foto: ist/palontaraq)

Skenario mempertemukan Jokowi-Prabowo di MRT Lebak Bulus. (foto: suara.com)

Oleh: Zeng Wei Jian

Tulisan Sebelumnya: The Fall of Dictators

PALONTARAQ.ID –  Tidak ada  alasan ragu terhadap Pak Prabowo. Inti semua manuver adalah struggle. Dia patriot politik. Soal metode,  harus fleksibel. Demi rakyat. Oposisi atau koperatif hanyalah bentuk lain dari perjuangan.

Munculnya figur Kepala BIN Budi Gunawan adalah fenomena special. Tidak lazim. Artinya pertemuan ini tidak biasa. Skenario tingkat tinggi. Ada “The element of surprise”. Lawan terperangah. Gelagapan. Sang Jenderal nyantai.

Perjuangan memasuki tahapan baru. Pertarungan pilpres tutup buku. Sesuatu yang besar di depan mata. Dan Pak Prabowo nyata menyiapkan diri masuk pertempuran lanjutan.

Rezim Jokowi-Ma’ruf terdiri dari banyak faksi: Megawati, Hendro, Wiranto, LBP, Cak Imin, Surya Paloh, Makruf Amin, Yusril, Moeldoko, Tohir, PSI, PPP, Golkar dan Perindo. Koalisi bertambah gaduh dengan masuknya klik SBY dan PAN. Sesak. Semuanya punya gerbong interest. Patok kavling. Tarik-menarik pasti keras. Indonesia bisa tenggelam bila tarik-tarikan antar faksi menjadi liar tak terkendali.

Pertarungan sengit pasca pelantikan. Tugas Pak Prabowo lebih berat. Di antara semua faksi, hanya Pak Prabowo yang paling bisa dipercaya. Karena itu, semua patriot politik dan loyalis Prabowo mesti menyingsingkan lengan pakaian. Perkuat Pak Prabowo. Masuk dalam barisan. Sambut pertempuran baru.

Semua Relawan 02 sedang dikerjain. Persiapan psikologis tolak damai sudah diolah sejak pertarungan masuk fase MK. Mastermind Poros III membuat prediksi. Akurasinya Top. Berbagai narasi negatif dibangun. Targetnya tutup akal sehat. Aduk emosi emak-emak. Tolak semua reasoning. Jadi dungu.

Yang penting hantam Pak Prabowo. Perlemah daya tempurnya. Sehingga klik-klik itu bisa seenaknya menyerap semua resources. Jerit tangis relawan itu memang sengaja dipersiapkan. Di antara kecewa, ada frustasi setelah kalah. Timbulnya amarah.

Jika terus-terusan dipelihara, maka fenomena Pemuda Wahono dari Pekalongan bisa berkembang menjadi histeria massal Anti Prabowo. Karena patah hati dan marah, Wahono minum air sabun. Nyawa ternyata masih melekat. Dia cari tali. Gantung diri. Selesai.

Amarah dan frustasi dua kunci Self-Destruction. Kehancuran jadi keniscayaan. Perjuangan masih panjang. It Ain’t Worth It. Patokan saya dua; Habib Rizieq Shihab dan Babeh Haikal Hassan Baras.

Tadi Babeh Haikal buat video. Dia bilang jangan berprasangka buruk kepada Pak Prabowo. Maka itu saya pegang. -THE END-

Like it? Share it!

Leave A Response