Advokat Senopati 08 dan Purnawirawan TNI: Tuduhan Makar terhadap Mayjen TNI (Purn) Soenarko adalah Fitnah Keji!

Konferensi Pers menjawab Tuduhan Makar terhadap Mayjen (Purn) Soenarko. (foto: ist/palontaraq)

Konferensi Pers menjawab Tuduhan Makar terhadap Mayjen (Purn) Soenarko. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Bertempat di Hotel Atlet Century Park, Jumat (31/5/2019), Pukul 16.00 – 17.40 WIB,  kelompok advokat yang menamakan dirinya Advokat Senopati-08 bersama beberapa purnawirawan TNI-AD mengadakan konferensi pers terkait tuduhan makar kepada Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko, Mantan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda).

Advokat Senopati-08 sebagaimana dibahasakan Ketuanya, Zaenal Abidin, S.H., M.H didampingi Susiasih, S.H., M.H, Sekretaris Jenderal Advokat Senopati-08 sangat menyayangkan adanya tuduhan upaya makar yang dialamatkan kepada Mayjen (Purn) Soenarko. Konferensi Pers ini sendiri dihadiri sekitar 100 undangan.

KPAA Ferry Firman Nurwahyu, S.H.,Wakil Ketua Advokat Senopati-08  mengatakan bahwa pemberitaan media tentang tuduhan makar Mayjend (Purn) Soenarko tidak berimbang.

“Ini sesuatu fitnah yang sangat keji demi membunuh karakter Pak Sunarko, tanpa didukung oleh bukti bukti apapun. Kami prihatin dengan penangkapan purnawirawan TNI dan Polri karena mereka tidak mungkin melanggar sumpah TNI dan Polri. Kalau mereka berbeda pendapat seharusnya dijawab juga dengan pendapat,” ujarnya.

Tuduhan yang diarahkan kepada Mayjen TNI (Purn) Sunarko yang diberitakan secara luas di media massa adalah pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan serta telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Advokat Senopati-08 mengharapkan agar semua media untuk menghormati prinsip praduga tidak bersalah.  Mayjen TNI (Purn) Sunarko sendiri beberapa waktu lalu sudah membantah dengan tegas segala isu dan tuduhan makar tersebut, bahwa mantan Danjen Kopassus tersebut tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia.

Mayjen TNI (Purn) Sunarko juga sudah membantah bahwa dirinya tidak pernah membuat senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Juga  tidak pernah menerima senjata M16 A1 maupun M4 Carbine, apalagi  menyimpan dan atau menyembunyikan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine.

Mayjen TNI (Purn) Sunarko juga sudah membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan atau terlibat kericuhan dalam aksi massa pada 22-23 Mei 2019, sebagaimana dimaksud dalam surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum Nomor : B/98-5a. Subdit I/V/2019/Dit Tipidum, Perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tanggal 18 Mei 2019.

Sementara itu, Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo mengatakan, “Kami minta para media jangan mudah menuduh dengan mengutip statemen orang. Sepertinya media benci sekali dengan purnawirawan. Ini mirip dengan tahun ’65. Sebelum menangkap para jenderal, dihembuskan isu Dewan Jenderal. Saya sakit hati dengan pemberitaan soal penangkapan Pak Sunarko,” ujarnya.

Mantan Kepala Staf Umum TNI ini mengungkapkan bahwa tidak ada jenderal yang pengalaman tempurnya menyamai Pak Sunarko. “Sekalipun Menkopolhukam, mungkin kakinya belum pernah berlumpur. Tidak benar Pak Sunarko ditangkap di bandara, itu tidak benar. Tidak benar Pak Sunarko menggunakan senjata rakitan. Boleh Pak Narko dibilang bersalah tetapi jangan dibilang makar.  Jangan mudah menggunakan kata makar. Jangan sekali sekali menuduh kami tidak cinta merah putih. Pemberitaan mengenai Pak Sunarko jelas bukan hanya menyakiti hati keluarga Pak Sunarko dan menyakiti korps baret merah,” jelas Johannes Suryo Prabowo.

Hal yang sama diungkapkan  Mayor Jenderal TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim. “Saya hadir disini karena saya khawatir dengan keamanan Indonesia ke depan. Ada ribuan pensiunan Kopassus datang menyampaikan kerisauan mereka. Situasi ini tidak bagus. Kami menghargai jalur hukum yang ada. Pak Sunarko punya jasa sangat besar, mendapat pujian dari dunia Internasional,” ujarnya.

Pembelaan yang sama juga diungkapkan Kolonel Inf. (Purn) Drs. Sri Radjasa Chandra, MBA dan Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat (Mentan Sesmenkopolhukam). “Pak Sunarko tidak pernah memiliki senjata tersebut seperti yang dituduhkan Pak Wiranto, Pak Moeldoko dan Pak Tito,” ujar Sri Radjasa Chandra.

“Agak aneh kalau diberitakan Pak Soenarko mau makar dan menyelundupkan senjata. TNI itu disumpah siap mati untuk bangsa dan negara. Masa seorang Pak Soenarko dituduh menyelundupkan senjata untuk makar. Senjatanya hanya satu bagaimana mau makar? Senjatanya juga sudah kadaluarsa, dan dimodifikasi. Kami ini siap mati untuk bangsa dan negara,” ujar Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response