Seni dan Teknik Memanah

by Penulis Palontaraq | Kamis, Feb 14, 2019 | 8 views
Perhatikan Posisi berdiri dan kaki pada saat memanah. (foto: ist/palontaraq)

Perhatikan Posisi berdiri dan kaki pada saat memanah. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Tulisan sebelumnya:  Jangan Pernah Bosan Memanah

PALONTARAQ.ID –  Untuk menjadi seorang pemanah yang baik, haruslah memperhatikan adab atau etika dalam memanah. Karena memanah, bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi sebuah seni.  Bahkan sebelum itu, sangat penting untuk memahami adab dalam menggunakan alat panah.

Seni Pengaturan Alat Panah yang harus diakrabi adalah: Busur, Bulu, Shaft, point Arrow, String, dan yang lainnya, baik dari segi ukuran berat, panjang, bahan, dan lain-lainnya.

Mengetahui busur dan anak panah (arrow) yang baik dan sesuai, sangat berkorelasi dengan kenyamanan pemanah dalam menggunakan alat panahnya.  Begitu pula dengan Pengaturan Teknik Melepaskan anak panahnya.

Kesemua unsur adab, seni dan teknik tersebut dimaksudkan agar lebih baik dan nyaman dalam mengukur jarak target, kekuatan pemanah, kekuatan alat panah, kecepatan, serta prosentase kekuatan tangan kiri dan kanan dalam melepaskan anak panah agar tepat sasaran.

Perhatikan sikap dan keseimbangan badan pada saat memanah. (foto: ist/palontaraq)

Perhatikan sikap dan keseimbangan badan pada saat memanah. (foto: ist/palontaraq)

1. Teknik Panahan untuk Pemula: Sikap Berdiri (Stand)

Sikap berdiri (stand), yaitu “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh:

(1) Titik berat tubuh ditumpu oleh ke-2 kaki/tungkai secara seimbang;

(2) Tubuh tegak, tidak cenderung ke depan atau ke belakang, ke samping kanan maupun ke samping kiri.

Ada empat jenis sikap kaki dalam panahan, yakni open stand, square stand, close stand, serta oblique stand. Tetapi untuk pemula, yang rata-rata digunakan yaitu sikap square stand atau open stand.

Perhatikan Posisi Kaki. (foto: ist/palontaraq)

Perhatikan Posisi Kaki berdiri. (foto: ist/palontaraq)

a. Sejajar (square stand)

– Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu serta sejajar dengan garis tembak.

– Pemahan pemula dianjurkan untuk mempergunakan langkah tersebut 1 hingga 2 tahun, berikutnya baru berpindah ke terbuka (open stance);

– Langkah berdiri sejajar gampang dikerjakan untuk bikin garis lurus dengan tujuan, tetapi dalam soal ini butuh diingat, yakni pada saat menarik serta holding condong tubuh bergerak.

Posisi

Perhatikan posisi kaki (sejajar atau terbuka) pada saat memanah. (foto: ist/palontaraq)

b. Terbuka (open stand)

Posisi kaki pemanah bikin pojok 45″ dengan garis tembak.

– Pada ketika menarik, posisi tubuh lebih stabil.

– Posisi leher atau kepala semakin lebih santai serta pandangan pemanah lebih gampang untuk focus kedepan.

Langkah berdiri seperti ini disarankan untuk pemanah kelanjutan, katena pada tarikan penuh bakal banyak space room pada bahu.

Supaya meraih tubuh yang seimbang serta sikap berdiri yang benar ada 3 hal yang perlu di perhatikan, yaitu: (1) Jarak antar kedua kaki mesti selebar bahu. (2) Ujung kaki mesti menyentuh garis khayal dibagian tengah tujuan tujuan, serta (3) Pastikan dulu kedua lutut dalam keadaan santai (tidak tegang).

Posisi kaki sejajar dalam Memanah. (foto: ist/palontaraq)

Posisi kaki sejajar dalam Memanah. (foto: ist/palontaraq)

Simbol Proyeksi - Pemanah dan Target. (foto: ist/palontaraq)

Simbol Proyeksi – Pemanah dan Target. (foto: ist/palontaraq)

Sikap posisi kaki yang benar dalam berolahraga panahan ada 4 jenis, salah satunya :

1. Square or Parallel Stance adalah sikap posisi kaki sejajar dengan lantai. Yaitu dengan meluruskan kedua ujuang kaki sejajar dengan tujuan tujuan. Sedang posisi dada dengan tujuan membuat sudut 90 derajat.

2. Open Stance adalah posisi kaki pada lantai terbuka sedikit lebar. Dalam pengertian posisi kaki kanan sedikit maju ke depan serta kaki kiri sejajar dengan tujuan tujuan sedikit serong ke kiri. Tubuh membuat pojok 60 derajat.

Posisi badan dan kaki. (foto: ist/palontaraq)

Posisi badan dan kaki. (foto: ist/palontaraq)

3. Close Stance adalah sikap atau posisi kaki pada ketika berdiri diatas lantai secara tertutup. Tujuannya yaitu bagain ujung kaki kanan menyentuh garis khayal serta sisi tumit kaki kiri bersentuhan garis khayal atau sejajar dengan kaki kanan. Dada membuat pojok 120 derajat.

4. Oblique Stance adalah kebalikan dari closes stance yaitu sisi ujung kaki depan sejajar dengan sisi ujung kaki kiri dengan arah menyerong menuju tengah tujuan serta dada membuat pojok 45 derajat.

2. Teknik Memasang Ekor Panah (Nocking)

Menempatkan ekor anak panah (nocking) yaitu gerakan meletakkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali serta meletakkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest).

Selanjutnya diikuti dengan meletakkan jari-jari penarik pada tali serta siap menarik tali.  Menempatkan ekor panah dalam berolahraga panahan dapat jadi fatal jika salah peletakan baik sangat atas maupun sangat bawah.

Sangat penting untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur atau mungkin belum.

  • Faktor bulu indeks di bagian ekor panah mesti menjauhi segi jendela busur;
  • Faktor ekor panah mesti tapat masuk ke tali;
  • Faktor nocking point (anak panah) mesti betul-betul masuk serta cocok ke nock. Jika anak panah sangat besar ataupun longgar bakal menggangu terbangnya anak panah.

3. Teknik Hooking and Gripping The Bow

Hooking and Gripping the Bow adalah gerakan memanah dengan meletakkan ataupun mengaitkan jari di tali sesudah anak panah atau nocking point terpasang dengan benar.

Posisi jari mesti diletakkan pada tali serta tali mesti diposisikan di sendi pertama, lebih tepatnya di bagian sendi atas jari telunjuk, dibawah jari tengah serta di belakang sendiri jari manis.

Finger release

Finger release. (foto: ist/palontaraq)

Perlu diingat agar jangan menempatkan tali pada sendi pertama dibagian jari atas serta bawah. Hal semacam ini dapat membahayakan perubahan sendi.

Saat sebelum menerbangkan atau menembah anak panah seseorang pemanah mesti mengecheck terlebih dulu tab tali pada nocking point dengan posisi jari di tab.

Supaya proses penembakan panah jalan lancar tambah baik memakai pembatas jari hingga jari bakal ada pada posisinya dengan benar serta merasa lebih relaks.

Jika tidak memakai pembatas jari jari bakal merasa condong menebar. Hingga dapat menggangu proses penembakan.

4. Teknik Panahan dengan Mindset

Faktor Mindset maksudnya faktor yang perlu dipenuhi oleh seseorang pemanah baik dalam keadaan fisik dan taktik. Mindset yaitu segi yang paling perlu dari seluruh spesifikasi yang ada.

Middle

Middle of nose and chin. (foto: ist/palontaraq)

Lantaran seseorang pemanah mesti betul-betul rileks sewaktu menembak anak panah dari busurnya. Oleh karena itu seseorang pemanah mesti lebih aktif serta tetap konsentrasi pada bermacam tugas lapangan ataupun pertandingan.

Seseorang pemanah yang kontinu melatih dirinya, bakal selalu konsentrasi pada pekerjaan yang tengah dihadapi. Hingga saat anak busur diterbangkan bakal mendapat bonus atau skor yang tambah baik.

5. Teknik Panahan dengan Mengangkat Lengan Busur (Extend)

Mengangkat lengan busur (extend) yaitu : “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu serta tangan penarik tali siap untuk menarik tali.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan, yakni lengan penahan busur santai, tali ditarik oleh tiga jari yakni jari telunjuk, jari tengah serta jari manis.

Posisi tangan usai melepas arrow. (foto: ist/palontaraq)

Posisi badan dan tangan usai melepas arrow. (foto: ist/palontaraq)

Tali diletakkan atau lebih tepatnya ditempatkan pada ruas-ruas jari pertama, serta tekanan busur pada telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibuat oleh ibu jari serta jari telunjuk (lengan penahan busur).

6. Teknik Panahan dengan Menarik Tali Busur (Drawing)

Menarik tali busur (drawing) yaitu gerakan menarik tali hingga menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Lantas dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.

Ada tiga fase gerakan menarik, yakni pre-draw, primary draw serta secondary draw. Pre-draw yaitu gerakan tarikan awal. Pada sekarang sendi bahu, sendi siku serta sendi pergelangan tangan sudah dikunci.

Primary-draw atau tarikan paling utama yaitu gerakan tarikan dari posisi pre-draw hingga tali menyentuh atau melekat serta sedikit menghimpit atau mengetat di bagian dagu, bibir serta hidung serta selesai pada posisi penjangkaran.

Secondary-draw atau tarikan kedua yaitu gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran hingga melepas tali (release). Anggota tubuh yang dipakai untuk menarik yaitu : jari, punggung telapak (wirst), serta lengan bawah.

Ketiga sisi ini pada posisi lurus lantas lengan atas berikutnya bahu serta otot belakang. Rata-rata pemanah-pemanah pemula cuma memakai jari-jari saja, rata-rata mereka tidak memakai otot-otot yang semestinya dipakai seperti yang udah diterangkan.

Perhatikan posisi badan dan lengan sejajar dengan target. (foto: ist/palontaraq)

Perhatikan posisi badan dan lengan sejajar dengan target. (foto: ist/palontaraq)

Segi yang harus di perhatikan saat melakukan Teknik Drawing :

1. Ketika drawing mesti bernapas. Serta ketika busur diangkat, ambillah napas dengan memakai teknik pernafasan diafragma.

2. Tarik lurus sesuai sama lintasan tali sampai menyentuh dagu dari sikap set-up. Kurang lebih 2-3 inch di bahwah anchor point. Pastikan dulu ketika menarik serileks mungkin saja sampai gerakan menembak.

3. Untuk mendapat perasaan santai ketika menarik tali busur ambillah napas secara perlahan.

4. Angel atau pojok tangan kanan sisi belakang mesti stabil. Pemanah janganlah memutar tangan ketika melakuakn drawing. Lantaran memutar tangan dapat meyebabkan puntiran tali (torque) jadi lebar.

5. Ada dua hal yang butuh di perhatikan yaitu lengan penarik serta jari penarik. Kedua hal semacam ini mesti dikerjakan maksimal ketika melakukan penarikan. Jika tidak bakal mengakibatkan jari-jari tangan lemas.

6. Ketika melaksanakan drawing, visir mesti pas ada diatas pusat garis horizontal. Ini mempunyai tujuan untuk menambah lengan panahan busur sebagai tanda bidikan.

7. Ketika lakukan penarikan busur, bahu tetap ada pada posisinya. Dalam pengertian tidak sangat rendah serta menonjol.

8. Ketika lengan panahan busur diluruskan bakal terlihat berupa huruf “V” di ujung bahu. Hal semacam ini bisa terbentuk bila otot tricep pada lengan panahan busur mesti kuat supaya bantu bow shoulder tidak menonjol.

9. Pakai otot bahu ketika menarik busur. Yakni otot deltoideus posterior, tere major, rhomboideus serta travezius.

Cara memanah yang benar. (foto: ist/palontaraq)

Cara memanah yang benar. (foto: memanah.com/palontaraq)

7. Teknik Panahan Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik (anchoring) yaitu gerakan menjangkarkan tangan penarik di bagian dagu. Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat penjangkaran tangan penarik tali mesti tetap sama dan kokoh melekat dibawah dagu, serta mesti sangat mungkin terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment).

Ada dua bentuk penjangkaran, yakni penjangkaran di dalam serta penjangkaran di samping.

Pada penjangkaran di dalam, tali menyentuh di bagian tengah dagu, bibir serta hidung dan tangan penarik melekat dibawah dagu.

Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh di bagian samping dagu, bibir serta hidung, dan tangan penarik melekat dibawah dagu.

8. Teknik Panahan dengan Menahan Sikap Panahan (Tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), yaitu sebuah kondisi menahan sikap panahan beberapa ketika, sesudah penjangkaran serta saat sebelum anak panah dilepaskan.

Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur serta lengan penarik tali mesti berkontraksi supaya sikap panahan tidak berubah. Berbarengan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada ketika membidik, sikap pemanah mesti tetap dipertahankan.

Cara memegang Bow dengan benar. (foto: ist/palontaraq)

Cara memegang Bow dengan benar. (foto: ist/palontaraq)

9. Teknik Panahan dengan Membidik (Aiming)

Membidik (aiming) yaitu gerakan mengarahkan atau tempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah tujuan/titik tujuan.

Pada posisi membidik, posisi tubuh dari pemanah diinginkan tidak berubah, lantas pemanah tidak cuma konsentrasi pada tujuan namun diprioritaskan pada teknik, dengan keadaan tubuh yang relaks konsentrasi semakin lebih baik.

10. Teknik Panahan Melepas Tali/Panah (Release)

Melepas tali/panah (release) yaitu gerakan melepas tali busur, lewat cara merilekskan jari-jari penarik tali.  Ada dua langkah melepas anak panah, yakni dead release serta active release.

Pada dead release sesudah tali terlepas, tangan penarik tali tetap melekat pada dagu seperti saat sebelum tali terlepas. Pada active release, sesudah tali terlepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu serta leher pemanah.

extended-bow-terminology

Extended Bow Terminology (foto: ist/palontaraq)

11. Teknik Menahan Sikap Panahan (After hold)

Menahan sikap panahan (After hold) yaitu suatu tindakan untuk menjaga sikap panahan sebentar (beberapa detik) sesudah anak panah meninggalkan busur.

Tindakan ini ditujukan untuk mempermudah pengontrolan gerak panahan yang dikerjakan.  Jadi, after hold yaitu Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah tujuan serta tetap ditahan sampai dua detik sesudah panah menyentuh permukaan tujuan.

Itulah mengapa panahan sangat penting sebagai olahraga sunnah bagi Umat Islam. Yuk, berlatih memanah dan mengakrabi olahraga panahan. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response