Beranda Bisnis Jeratan Riba dan Tabiat buruk Utang

Jeratan Riba dan Tabiat buruk Utang

Hindari dan Jauhi Riba (foto: ist/palontaraq)
Hindari dan Jauhi Riba (foto: ist/palontaraq)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

Tulisan sebelumnya: Beli Kesulitan dengan Sedekah 

PALONTARAQ.ID – Banyak sekali dalam kehidupan ekonomi kita yang menawarkan jeratan riba tanpa kita sadari. Ironisnya, sebagian besar masyarakat menikmati karena keinginan yang dipandang sebagai kebutuhan, disamping karena kemudahan dan fasilitas yang diberikan.

Sebagai contoh, Kartu Kredit. Dimana letak jeratan ribanya. Kartu Kredit walau dibayar lunas tetap tidak boleh karena akadnya sendiri sudah riba, jika telat bayar kena denda.

Bunga bank sudah pasti. Uang riba dari bunga bank yang didapat hanya boleh untuk fasilitas umum atau fasilitas sosial seperti jalan, MCK, jembatan, perbaiki jalan kampung, dan lain-lain tidak boleh untuk sedekah.

Ada pula bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang banyak digeluti sebagai jalan mudah menambah penghasilan. Ada 12 syarat untuk dapat dikatakan MLM itu halal.

MLM yang ada ketentuan Member get Member haram hukumnya karena menikmati hasil keringat dari downline. Begitu pula dengan Jual beli leasing, harusnya Bank atau badan penjamin yang membeli kendaraan terus dijual ke nasabah. Tapi prakteknya bank atau badan penjamin hanya mewakili (perantara) antara dealer dan nasabah.

Asuransi pun begitu. Asuransi ibaratnya seperti anjing yang menjilat ludahnya sendiri. Jaman nabi ada kejadian dulu.Jika ada yg sakit para sahabat baru mengadakan urunan untuk membantunya. Dari tinjauan fikih, sebagian besar (jumhur) Ulama sepakat bahwa semua asuransi yang ada sekarang akadnya batil.

Jadi, sedapat mungkin dan harus bagi kita semua, khususnya umat muslim untuk menghindari riba atau praktek ribawi. Sebagaimana halnya menghindari sifat atau tabiat buruk utang.

Agar bahagia hidup di dunia, utang itu sebenarnya candu walaupun dibolehkan. Utang baru bisa lepas kalau tiga hal: Dibawa mati, Ada tekanan dari luar, dan Ada kesadaran dari diri sendiri.

Seorang Pegawai Pemerintah (Pegawai Negeri Sipil, TNI, Polisi, Karyawan BUMN) tidak pernah bawa pulang SK-nya jika berhutang, karena SK dijadikan jaminan bank terus menerus sampai mati.

Seseorang yang kalau utang biasanya tidak lihat harga barang tapi liat berapa cicilannya. Jumlahnya bertambah dan akan terus bertambah, sampai tidak bisa bayar utang bahkan untuk membayar bunganya saja tidak mampu.

Dalam praktek ribawai, utang kartu kredit begitu pula, akan terus bertambah limitnya, bertambah jumlah kartunya. Pebisnis, plafon utangnya akan dibuat terus bertambah. Jadi, Utang bukan solusi tapi malam menambah beban. Hari ini dapat utang, besok sudah harus mengangsur.

Beban utang bukan hanya beban angsuran, tapi juga menjadi beban psikologis yang luar biasa. Terjerat utang akan membuat gelisah pada malam hari dan sulit tidur karena memikirkan angsuran, ditelpon teroris DC (Debt Collector).

“Berhati-hatilah ketika kalian berutang, karena utang itu akan mendatangkan kegelisahan di malam hari dan kehinaan di siang hari.” (HR. Imam Bukhari) (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...