Ciri dan Cara Meruqyah Gangguan ‘Ain

Waspadai serangan atau penyakit 'ain dari tatapan jahat (jin dan manusia). (foto: kabarmakkah)

Waspadai serangan atau penyakit ‘ain dari tatapan jahat (jin dan manusia). (foto: kabarmakkah)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

KATA ‘Ain dalam Bahasa Arab bermakna mata. Jadi, penyakit ‘Ain berarti penyakit yang ditimbulkan oleh tatapan mata mahluk Allah (jin atau manusia) yang dengki, yang menimbulkan efek tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung, biasa pula terjadi karena mereka yang dengki tersebut bekerjasama dengan dukun.

Diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat Abu Abdillah pergi, ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh.

Saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini, dia mencari laki-laki pembuat ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdo’a, “Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan ‘ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai ‘ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah (Qs. al-Mulk ayat 3-4).

Ciri-Ciri Penderita ‘Ain: Pusing yang berpindah-pindah, wajah pucat, banyak keluar keringat sering kencing, tidak nafsu makan, kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu, detak jantung tidak teratur, rasa sakit yang berpindah-pindah pada bwah punggung dan bahu, merasa sedih dan tertekan, susah tidur malam hari, emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar, sering bersendawa dan sesak di dada.

Mereka yang terkena serangan ‘ain juga cenderung menyendiri, tidak bersemangat, malas atau bermalas-malasan, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis, menangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk.

Adapun cara meruqyahnya: Lakukan Muqodimah Ruqyah Lengkap, kemudian bacakan Surah al-Mulk (Ayat 1-4), dan diulang-ulang ujung ayat 3-4. Niatkan dan mohonkan kepada Allah SWT untuk mengembalikan pengaruh ‘Ain kepada pemiliknya saat itu juga.

Diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa.

 فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

Artinya:
“…Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”. (Al Mulk 3-4)

Semoga kita semua terhindar dari tatapan jahat, dari kalangan jin dan manusia, serta selalu dalam keadaan sehat wal-afiat.

Wallahu alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response