Sekjen Kominfo kagumi Kete’ Kesu

Sekjen Kominfo saat kunjungi Kete' Kesu. (foto: ist/palontaraq)

Sekjen Kominfo saat kunjungi Kete’ Kesu. (foto: ist/palontaraq)

PALONTARAQ.ID, TORAJA UTARA— Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika RI,  Dra. Farida Dwi Cahyarini (berbaju batik hijau) di sela-sela kesibukannya menghadiri Festival Literasi Digital 2018 di Toraja Utara, menyempatkan mengunjungi Kete’ Kesu, salah satu desa wisata di Toraja Utara yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakatnya.  Di dalam kawasan Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih, bentuknya menyerupai sampan atau perahu, juga tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. Hampir semua kuburan batu diletakkan menggantung di tebing atau gua.

Seorang pemandu lokal dengan setia menjelaskan segala keingin-tahuan rombongan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Sesekali Sekjen Kominfo Dra Farida Dwi Cahyarini bertanya mengenai keunikan kawasan tersebut yang dipenuhi kuburan batu yang dipahat dan tersebar begitu saja diantara tebing terjal pegunungan. Beberapa hamburan tengkoran dan tulang manusia memenuhi anak tangga di sepanjang kawasan kuburan adat Kete’ Kesu tersebut.  Selain itu,  juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia. 

Kawasan wisata Kete’ Kesu, terletak 4 km di bagian tenggara Rantepao, Ibukota Kabupaten Toraja Utara. Kawasan ini terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi Rumah Adat  Tongkonan Tana Toraja,  sebagian rumah adat itu diperkirakan berumur sekitar 300 tahun yang berdiri berhadapan dengan lumbung padi kecil.  Tidak hanya terdiri dari 6 Tongkonan dan 12 lumbung padi, kawasan Kete Kesu ini juga memiliki tanah seremonial yang dihiasi oleh 20 menhir.

Desa Wisata Kete' Kesu. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Desa Wisata Kete’ Kesu. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Sekjen Kominfo

Foto bersama dengan Sekjen Kominfo, Dra Farida Dwi Cahyarini. (foto: ist/palontaraq)

Sekjen Kominfo

Sekjen Kominfo, Dra Farida Dwi Cahyarini bersama beberapa relawan TIK Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Hadir menemani kunjungan Sekjen Kominfo Dra Farida Dwi Cahyarini, selain dari staf kementerian Kominfo Pusat, juga ada dari staf Dinas Kominfo Kabupaten Toraja Utara dan Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Sulsel.  Dalam beberapa kali pengambilan foto, Sekjen Kominfo Dra Farida Dwi Cahyarini  mengungkapkan kekagumannya terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya purbakala di Toraja Utara, disamping penataan lokasi usaha kreatif kerajinan Toraja yang menghiasi pinggir lorong memasuki kuburan batu Kate’ Kesu.

Pada bagian luar, sebelum memasuki kuburan batu, terdapat  satu Tongkonan yang juga merupakan museum, berisi koleksi benda adat kuno Toraja,  dari ukiran, senjata tajam, keramik, patung, kain dari Cina, dan bendera Merah Putih yang konon disebutkan merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat pusat pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu.  Masyarakat di Desa Wisata Kete’ Kesu umumnya memiliki keahlian sebagai pemahat dan pelukis, sehingga tempat ini juga dimanfaatkan untuk menjual berbagai pahatan dan souvernir tradisional Toraja.

Menurut pemandu lokal setempat yang menemani rombongan Sekjen Kominfo, Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai Upacara Adat Toraja, meliputi pemakaman adat Rambu Solo, upacara memasuki rumah adat baru yang disebut Rambu Tuka, serta berbagai ritual adat lainnya. Umumnya lokasi wisata ini akan sangat ramai di penghujung tahun karena berbagai upacara dan perayaan adat dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember. (*)

Lapak usaha kecil

Lapak usaha kecil kerajinan tradisional Toraja di sepanjang kiri-kanan jalan menuju kuburan batu Kete’Kesu. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lapak usaha kerajinan

Lapak usaha kecil kerajinan tradisional Toraja di sepanjang kiri-kanan jalan menuju kuburan batu Kete’Kesu. (foto: mfaridwm/palontaraq)

 

Like it? Share it!

Leave A Response