Laporan: Dra Nurhudayah
PALONTARAQ.ID – SETIAP tahun Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep mewisuda santriwatinya. Istilah “Wisuda” dipakai khusus bagi santriwati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di pesantren tersebut dalam masa enam tahun, yaitu tiga tahun di tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah dan tiga tahun di SMA/Madrasah Aliyah.
Bagi santriwati yang baru tamat SMP atau Madrasah Tsanawiyah hanya dipakaikan istilah “penamatan”. Di Pesantren putri IMMIM yang berlokasi di Jalan Fadeli Luran Minasatene Pangkep ini umum digunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.
Susunan acaranya dikemas dalam tiga bahasa. Wisuda dengan format dan seremoni seperti yang dilaksanakan saat ini digagas pertamakali di masa pemerintahan Bupati Pangkep, Kol (Purn) H. Djumadi Junus (Periode 1984-1989).



Pesantren Modern Putri IMMIM yang bernaung dibawah pengelolaan YASDIC IMMIM Pangkep ini mewisuda santriwatinya untuk Angkatan XXXVIII sebanyak 40 orang, Sabtu, 5 Mei lalu. Prosesi wisuda dipimpin langsung Asisten II Drs H. Sofyan Sammana mewakili Bupati Pangkep H Syamsuddin A. Hamid.
Prosesi wisuda diawali dengan laporan panitia wisuda (dari santriwati pengurus OSIS) kepada pimpinan wisuda yang dilanjutkan dengan laporan pembawa bendera merah putih dan bendera IMMIM bahwa prosesi wisuda segera akan dimulai dalam tiga bahasa.
Diiringi dengan tabuhan drum band, langkah-langkah anggun santri wisudawati segera memasuki ruangan aula besar pesantren disaksikan ratusan pasang mata pejabat daerah, alim ulama, guru, pembina, orang tua santriwati serta para undangan yang hadir.

Setelah santri wisudawati dan yang tamat telah duduk ditempat yang disediakan, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yaitu dari Direktur Pendidikan Dr Hj Amrah Kasim, MA, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, Ketua DPP IMMIM, Drs KH Muhammad Ahmad dan Asisten II Drs H Sofyan Sammana (mewakili Bupati Pangkep H Syamsuddin A. Hamid, SE)
Disela-sela acara sambutan tersebut, juga dibacakan pembacaan SK Direktur Pendidikan mengenai nama-nama santri yang tamat dalam tahun pelajaran 2012-1013, penyerahan plakat dan ijazah, serta pembacaan kesan pesan dari santriwati yang diwisuda.
Sepanjang prosesi wisuda, panitia wisuda dari OSIS memandu acara juga dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab) dan juga diserahkan daftar nama nama santriwati yang diwisuda tersebut ke Ketua IAPIM (Ikatan Alumni Pesantren IMMIM).


Dalam Sambutannya, Direktur Pendidikan Dr Hj Amrah Kasim, MA menyebutkan pentingnya pendidikan kepesantrenan dalam membina akhlaq dan budi pekerti yang baik serta menanamkan pemahaman agama, khususnya Pendidikan Alqur’an kepada anak didik. Sedang Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam mengungkap peran dan perkembangan kelembagaan Islam yang dikelola oleh IMMIM Pangkep.
Ketua DPP IMMIM Pangkep, Drs KH Muhammad Ahmad mengungkap sejarah awal berdirinya Pesantren Putri IMMIM Pangkep oleh tiga serangkai umara (pemerintah), ulama, dan tokoh masyarakat/pengusaha, yaitu Bupati Pangkep HM Arsyad B, H. Fadeli Luran dan Drs HM Fachrul Islam di era Tahun 1970-an.

Kyai sepuh yang juga mantan Direktur pertama Pesantren Putri IMMIM Pangkep ini berpesan agar para orang tua tetap menyekolahkan anaknya di pesantren.
“Tidak usah khawatir akan kemana melanjutkan pendidikan pasca lepas dari pesantren. Peluang itu terbuka lebar, apakah ke Perguruan Tinggi Favorit, menjadi legislator, terjun ke dunia usaha ataukah mengurus rumah tangga karena santriwati yang telah diwisuda memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki siswa-siswi lulusan sekolah menengah umum”, ujarnya. (*)


