BerandaFeatureTajuddin, Jurnalis Penyuka 'Stand Up Comedy'

Tajuddin, Jurnalis Penyuka ‘Stand Up Comedy’

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Sosok satu ini terbilang unik perjalanan hidupnya. Banyak sekali ragam profesi dan pekerjaan yang pernah ditekuninya, namun pada akhirnya menambatkan hatinya sebagai jurnalis.

Dialah Tajuddin, penyuka stand up comedy ini tak menyangka kalau dirinya saat ini adalah wartawan/koresponden Parepos, salah satu media lokal Fajar Group, apalagi pekerjaan terakhirnya sebelum menjadi wartawan adalah seorang pabentor, pengemudi becak motor jalur Pangkajene-Minasatene di Pangkep.

Terlahir di Ujungpandang, 11 Juli 1985, pria ramah ini menamatkan pendidikan terakhir di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa Pangkep Tahun 2008 jurusan Bimbingan dan Konseling (BK).

Jauh sebelum menekuni profesi jurnalis, Tajuddin merupakan sosok pekerja keras dan tak pernah membiarkan dirinya masuk dalam jajaran pengangguran.

Tajuddin pernah menekuni pekerjaan apa saja yang dianggapnya halal, mulai dari bekerja mandiri sebagai tukang service handphone dan sempat memiliki kios handphone di sekitaran Pasar Pangkajene sampai kerja sebagai driver forklift di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

Tak hanya itu, Tajuddin yang hobi menyanyi ini juga pernah menjadi tenaga outsourcing di Bagian produksi PT Semen Tonasa, hanya selama 6 bulan dan berhenti atas permintaan sendiri.

Tajuddin pernah pula mengikut kerja dengan sepupunya pada perusahaan kontraktor giant selama tiga bulan di Malaysia dan Singapura sebelum akhirnya kembali ke daerahnya. Menurutnya, ia tak memiliki kenyamanan bekerja di negeri orang karena selalu merindukan Teman-teman sekampungnya.

Pada Tahun 2005, ia mencoba bekerja sebagai karyawan perusahaan marmer PT. Citatah yang saat itu lagi ramainya eksploitasi marmer di daerahnya dan bertahan selama lima tahun. Masa kerja di PT. Citatah dianggapnya cukup bertahan lama dan hal itu dimanfaatkannya juga untuk kuliah sambilan.

Tajuddin akhirnya menggondol gelar sarjana pendidikan dalam Tahun 2008 dan tak lama setelahnya, ia menikahi Rismawati, kekasihnya saat masa kuliahnya di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa, Pangkajene.

Tajuddin
Tajuddin

Ayah dari Fardhan Fahresi (5 Tahun) ini mengungkapkan bahwa satu-satunya prestasinya yang dibanggakannya saat masa sekolah adalah ketika masih SMP, ia menjadi juara I Lomba Lawak tingkat Kabupaten Pangkep dan Juara II tingkat Propinsi.

Menurutnya, sebelum ramai ‘Stand Up Comedy’, dirinya sudah suka melawak. “Melawak itu tidak mudah, tapi juga tidak sesulit yang dibayangkan orang.” ujarnya.

“Yang jelas, dengan melawak kita bisa membuat orang lain terhibur dan sejenak bisa melupakan masalahnya,” ujar penggemar Sudjiwo Tedjo ini. “Kalau penyanyi, saya fans sama Westlife dan Kerispatih,” ungkapnya.

Tajuddin yang juga merupakan alumni Sekolah Demokrasi Pangkep (SDP) Angkatan ketiga Tahun 2012 lalu ini menuturkan pesan bahwa Hidup ini jangan dibawa susah.

“Yang penting kerja keras tak kenal lelah, setelah itu nikmati hidup ini menurut cara yang kita sukai masing-masing. Kalau saya sih, tipe orang yang tidak mempunyai angan-angan panjang, tidak mempunyai obsesi besar,” ujarnya.

“Jalani saja apa yang ada, syukuri apa yang ada dan biarkan hidup ini mengalir seperti air. Bahagia itu ketika kita dapat menjalani hidup tanpa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain”, kuncinya. (*)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT