Oleh: Etta Adil
PALONTARAQ.ID – Perkembangan pesat Internet saat ini menjauhkan kegiatan pencinta ilmu dalam membuat dan menyusun Kliping, termasuk banyak Perpustakaan yang sudah mulai meninggalkannya. Orang lebih senang online dan mendownload dari website informasi yang dibutuhkannya, lebih praktis dan lebih mudah kembali informasi itu dimanfaatkan.
Tak sedikit pula Perpustakaan sudah mulai memikirkan dan mengaplikasikan ‘koleksi digital’ untuk buku (e-book), majalah (e-magazine), dan bahan informasi penting lainnya (e-paper).
Bagi saya, membuat dan menyusun kliping tetap merupakan kegiatan menarik tersendiri. Perlu diingat bahwa tidak semua informasi, berita maupun opini yang tercetak di Koran dapat kita temukan di website, bahkan Koran nasional semacam Harian Kompas membedakan Kompas cetak dengan Kompas.com, yang berarti kedua media tersebut (cetak dan online) berbeda isinya. Untuk berita di Kompas.com dapat diakses melalui Internet, sedangkan kompas cetak, harus diperoleh dengan berlangganan (korannya secara langsung ataupun e-paper via internet).

Di banyak sekolah, kantor pemerintah dan swasta, masih banyak juga yang menggunakan kliping sebagai media arsip khusus, hanya saja pengelolaannya dan manajemen dokumentasinya masih perlu diperbaiki seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.
Bagi seorang penulis, tentu Kliping sangat diperlukan sebagai media arsip tulisan yang pernah dimuat di surat kabar dan majalah, sekaligus sebagai dokumentasi pribadi untuk melakukan “review” atau semacam “rethinking” terhadap apa yang pernah kita publikasikan di media mainstream. Dengan kliping, pengorganisasian tulisan yang termuat di Koran menjadi lebih mudah apabila suatu saat dibutuhkan lagi dibanding jika harus mencari atau membongkar kembali tumpukan koran.
Berikut ini beberapa Tips dalam membuat dan menyusun Kliping:
- Siapkan peralatan seperti gunting, pensil atau pulpen dan kertas sebagai media kliping, tidak masalah apakah kertasnya berukuran kwarto atau folio, yang penting berita, artikel atau opini di Koran yang ingin kita buatkan kliping diatur dengan komposisi 4–4–2–2 (kiri 4 cm, atas 4 cm, bawah 2 cm, dan kanan 2 cm). Bisa juga pada bagian atas disiapkan 6 cm (4–6–2–2) untuk ruang menuliskan identitas kliping yang dibuat.

- Jika bahan Koran yang akan dikliping tersebut hanya berita atau artikel pendek, maka bisa langsung ditempelkan di kertas kliping yang sudah disiapkan, yang penting tetap memperhatikan estetika penempelan. Hanya saja jika bahan Koran yang akan dikliping tersebut kepanjangan atau bersambung serta harus ditempel pada dua atau tiga kertas, hendaknya memperhatikan pemuatan lebih dahulu pada sebelah kiri kertas berdasarkan kolom tulisan pada berita / artikel itu. Artinya, suatu kliping idealnya harus penuh kolom sebelumnya disebelah kiri baru memenuhi kolom berikutnya disebelah kanan pada kertas kliping yang disiapkan.
- Pilih dan baca dengan baik suatu berita, artikel, esai atau opini yang ingin dikliping, baik di Koran atau Tabloid.Baca dengan teliti, apakah informasi tersebut benar-benar kita butuhkan atau memberi manfaat bagi kita ataukah berkaitan dengan dokumentasi kegiatan institusi / instansi kerja kita. Untuk media mainstream seperti majalah, lebih baik tidak usah dikliping, tapi majalahnya saja yang diarsipkan.
- Tuliskan identitas kliping di bagian kanan atas kertas. Identitas kliping yang dimaksud adalah Apakah informasi yang dikliping itu berita atau Opini. Kalau berita cukup tuliskan nama media (Koran/tabloid), tanggal, edisi dan halaman pemuatan. Kalau opini, sebaiknya disebutkan pula nama penulisnya. Jangan lupa buatkan pula kategori kliping tersebut, apakah Kliping Ekonomi, Budaya, Sosial, Pendidikan, Nasional, Internasional, Kesehatan dan Kedokteran, Lingkungan Hidup, Hukum dan Kriminalitas, Demokrasi dan HAM, Politik, Agama, Fiksi, dan lain sebagainya.

- Jika klipingnya sudah banyak maka bisa disusun / dikelompokkan dalam satu bundel atau dijilid berdasarkan kategorisasinya, bidang ilmu dan waktu pemuatannya di media mainstream. Misalnya Kliping Ekonomi – I (Januari – Mei 2011), Kliping Ekonomi – II (Juni – Oktober 2011), dan seterusnya. Begitu pula untuk Kliping bidang ilmu lainnya.
Untuk perawatan kliping, sebaiknya koleksi kliping disimpan atau diletakkan pada tempat yang tidak kena langsung sinar matahari. Jangan pula simpan Kliping pada ruangan berhawa lembap karena selain akan membuat kertas kliping tampak kusam juga menjadi mudah rusak.

Berikut ini beberapa Tips merawat Kliping:
- Jangan melipat kertas kliping, baik sebelum maupun sesudah dipakai untuk mengkliping. Lipatan pada kertas bisa membuat kertas kliping atau kliping itu sendiri lebih cepat aus dan sobek.
- Dalam menuliskan identitas kliping, jangan memakai pulpen cair yang tintanya biasa belepotan atau mengotori kertas kliping itu sendiri. Untuk lebih praktisnya, bisa juga dipakai kertas kliping yang sudah memuat kolom-kolom kecil pada bagian kanan atas kertas kliping sebagai tabel isian sederhana dalam identitas kliping.
- Jika kliping yang telah dibuat dan disusun dalam jumlah banyak, sebaiknya disiapkan atau disimpan pada lemari khusus kliping, dan jadikan itu sebagai salah satu pustaka ilmu yang berharga, sebagaimana halnya buku dan bahan pustaka lainnya.
- Jika ada satu dua kliping tersebut “sangat berharga”, untuk menghindarinya dari kerusakan atau terkena cipratan air, tak ada salahnya jika anda melaminatingnya. Laminating digunakan untuk lebih menjaga dan menjamin keawetannya.
- Sebaiknya hindari penggunaan stapler atau paperclip pada kertas kliping, karena bisa berkarat dan meninggalkan noda di kertas, terkecuali pada kliping yang sudah aka dibundel / dijilid maka tentu saja harus distapler pada bagian kirinya, dengan tetap memperhatikan aspek estetika bundelan atau jilidan kliping.
- Kliping yang baik adalah setiap saat bisa dibaca dan dijadikan sebagai referensi (pengingat) akan bahan tulisan yang belum termuat atau sudah termuat di Koran, karena itu sangat penting untuk menjaga kualitas kertas kliping secara berkala, apakah sepekan atau sebulan sekali. Jika kondisinya sudah memburuk, ada baiknya untuk membuat copy-annya atau dipindai dalam bentuk digital. Memangakan memakan waktu yang lebih lama, tapi dengan begitu, kliping tersebut akan lebih terjaga.

- Seorang penulis atau pustakawan bisa pula melakukan kegiatan pendokumentasian dengan caramemotret koleksi kliping yang ada. Bisa dengan menggunakan kamera digital atau scanner, kemudian foto dan hasil scan tersebut (biasanya dalam format JPG) dimasukkan dalam komputer. Di komputer, kita bisa menata ulang koleksi kliping digital tersebut dalam format PDF (adobe acrobat document). Tentu langkah terakhir ini lebih mudah bukan ?. Selain itu, kita juga bisa meng-share-nya dengan teman-teman di dunia maya yang membutuhkan informasi dalam “koleksi kliping” kita tersebut.
Membuat dan merawat kliping sebenarnya bisa menjadi hobi menarik tersendiri, apalagi jika kita mampu menyusunnya dengan baik, kegiatan sampingan tersebut bisa menjadi satu usaha yang bisa menghasilkan uang. Sekumpulan kliping menarik dengan tema tertentu bisa dijual kepada mahasiswa, penulis dan peneliti yang membutuhkan referensi tambahan diluar dari yang sudah didapatkannya.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat adanya. (*)


