Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i
Tulisan Sebelumnya: Keutamaan Surah Al-Kahfi
PALONTARAQ.ID – Allah SWT mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah SWT.
Hari Jumat adalah Hari keberkahan. Hari Jumat adalah hari dimana berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah yang mengandung tausiyah keagungan Allah SWT, tentang Iman dan Tauhid, tentang pengarahan dan pengajaran serta nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat untuk kebahagiaan dunia dan akherat.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan. Hari Jumat adalah hari pembeda muslim dan non muslim. Keistimewaan ini hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membedakan antara harinya kaum muslimin dengan orang Yahudi dan orang Nashrani.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah memalingkan Orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah SWT menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah Hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim].
Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah SWT, lebih agung di sisi Allah SWY daripada hari Idul Fitri dan Idul Adha.
Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at. Karena itu, Rasulullah SAW sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
Terkait banyak keistimewaan atau keutamaan yang terdapat pada Hari Jumat ini bagi kaum muslimin, penulis merangkum ada lima hal yang harus, dan bahkan wajib untuk diketahui sebagai fadhilah amal, yaitu:
1_Berpindah Tempat ketika Mengantuk
Dari sahabat nabi, Abdullah bin Umarradhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
,إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ
Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk pada hari Jum’at, hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya itu (kepada tempat yang lainnya).” (Diriwayatkan Abu Daud no.1119 dan at-Tirmidzi no.526, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

2_Satu Jumat menuju Jumat berikutnya merupakan Penebus Dosa
Dari Sahabat Nabi, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
,الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
Artinya:
“Hari Jum’at menuju Jum’at berikutnya merupakan penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama tidak terjatuh kepada dosa besar.” (HR. Muslim no.233)
Hari Jumat adalah Hari diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau jika tidak Allah SWT pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah SAW menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]

Dalam Alqur’anul Karim, Allah SWT berfirman, “Hai Orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu’ah:9]
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah (Jumat) dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya.”
3_Memperbanyak Baca Alqur’an, khususnya Qs. Al-Kahfi

Dari Sahabat Nabi, Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
,من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
Artinya:
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari Kiamat) sejauh jarak dua Jum’at.”
(Lihat Shahihul Jami no. 6470)
Dalam lafazh lain, disebutkan:
,من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له النور ما بينه وبين البيت العتيق
Artinya:
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari Kiamat) sejauh antara dirinya dan Baitul ‘atiq (Ka’bah).”

4_Memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Dari Sahabat Nabi, Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
Artinya:
“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Karena siapasaja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.” (HR. al-Baihaqi dalam Sunannya, lihat Ash-Shahihah no. 1407)
Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
5_Waktu Mustajab antara Ashar hingga Maghrib
Salah satu keistimewaan Hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah Shalat Ashar, seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Dari Sahabat Nabi, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ، قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاه
Artinya:
“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang Muslim mencocoki waktu tersebut ketika ia berdo’a meminta kebaikan kepada Allah, melainkan akan Allah kabulkan permintaannya.” (HR. Muslim no.852)
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)


