BerandaLiterasi21 Januari: Antara Luka Budaya, Akhir Kekuasaan, dan Jejak Modernitas

21 Januari: Antara Luka Budaya, Akhir Kekuasaan, dan Jejak Modernitas

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Sejarah bukan sekadar deretan angka dan tahun, melainkan cermin bagi peradaban. Pada tanggal 21 Januari, dunia mencatat berbagai peristiwa yang mengubah arah politik, menghancurkan keindahan seni, namun juga melahirkan inovasi yang melampaui zaman.

1. Teror di Candi Borobudur (1985)

Di Indonesia, 21 Januari 1985 menjadi hari yang kelam bagi dunia arkeologi dan sejarah. Sembilan bom meledak di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ledakan tersebut merusak sembilan stupa dan dua patung Buddha pada situs warisan dunia UNESCO ini. Peristiwa ini dicatat sebagai salah satu aksi terorisme bermotif ideologi yang paling menggemparkan di masa Orde Baru. Meskipun fisiknya terluka, Borobudur berhasil dipugar kembali dan tetap berdiri megah hingga saat ini. Lihat pula: Ketika Borobudur Dibangun

2. Eksekusi Raja Louis XVI (1793)

Jauh di masa lalu di Prancis, tanggal ini menandai akhir dari monarki absolut. Raja Louis XVI dieksekusi menggunakan guillotine di Place de la Révolution, Paris. Ia dinyatakan bersalah atas pengkhianatan terhadap negara oleh Konvensi Nasional setelah meletusnya Revolusi Prancis. Kematiannya menandai perubahan radikal struktur sosial-politik Prancis dan menjadi simbol runtuhnya kekuasaan absolut di Eropa.

3. Wafatnya Vladimir Lenin (1924)

Tokoh revolusioner dan pendiri Uni Soviet, Vladimir Lenin, menghembuskan napas terakhirnya pada 21 Januari 1924. Kematian arsitek Revolusi Bolshevik ini memicu persaingan kekuasaan di internal partai komunis yang akhirnya membawa Joseph Stalin ke puncak kepemimpinan. Warisan politik Lenin mengubah peta kekuatan dunia di abad ke-20 melalui pembentukan blok Timur.

4. Peluncuran USS Nautilus (1954)

Dari sisi teknologi, dunia menyaksikan lahirnya era baru dalam kekuatan maritim. USS Nautilus (SSN-571), kapal selam bertenaga nuklir pertama di dunia, diluncurkan di Groton, Connecticut, Amerika Serikat. Inovasi ini mengubah doktrin perang laut karena untuk pertama kalinya, sebuah kapal selam mampu bertahan di bawah air selama berbulan-bulan tanpa perlu naik ke permukaan untuk mengisi bahan bakar.

***

Setiap peristiwa di atas memberikan pelajaran berharga bagi kita yang hidup di masa kini. Pengeboman Borobudur mengajarkan bahwa fanatisme yang salah arah hanya akan merusak identitas budaya bangsa. Menjaga warisan sejarah adalah tanggung jawab bersama, karena di sanalah akar peradaban kita berada. Sebagaimana Borobudur yang kembali tegak setelah dibom, kita belajar bahwa luka sehebat apa pun bisa dipulihkan jika ada tekad untuk bangkit dan memperbaiki keadaan.

Kejatuhan Louis XVI harus menjadi pelajaran sejarah penting dan mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan yang mengabaikan penderitaan rakyat pada akhirnya akan runtuh. Keadilan sosial adalah pondasi utama kestabilan sebuah negara.

Inovasi seperti USS Nautilus menunjukkan kecerdasan manusia yang luar biasa. Namun, sejarah juga mengingatkan bahwa setiap kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kebijakan moral agar tidak hanya digunakan sebagai alat penghancur, tetapi juga untuk kemaslahatan umat manusia.

Demikian peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Tanggal 21 Januari, telah berlalu dalam sejarah. Semoga mengajarkan kita banyak hal, hingga memandang dan memperlakukan hidup dengan lebih bijaksana. (*)

(* Etta Adil, Penikmat Sejarah/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT